
“Terimakasih, berkatmu aku telah mencapai level dua belas. Sekali lagi, terimaka—Eh?” Sylvia terkejut bukan main saat mengetahui kalau Blood mengarahkan Handgun miliknya kearah dia. “Tung-tunggu sebentar, kenapa kau mengarahkannya kepada ku? Aku kan hanya ingin berterimakasih pada--“ Belum selesai bicara, Blood memotong perkataannya.
“Menunduk!”
“Eh?”
“Sudahlah lakukan!!” perintah Blood, Sylvia pun menunduk secepat yang dia bisa. Tanpa menunggu lama lagi, Blood segera menembakkan peluru kearah belakang Sylvia setelah dia menunduk.
[Memberikan 35100 Damage]
Notifikasi tersebut muncul didepan Blood, sedangkan Sylvia langsung menoleh kearah belakang. Alangkah terkejut dirinya melihat seekor belalang sembah dengan ukuran raksasa sedang mengeryit karena serangan yang dilancarkan oleh Blood. Namun sebuah panel muncul dihadapannya, membuat dirinya tersadar dari keterkejutan tadi.
[Anda menerima sebuah undangan Party!]
*ketuk untuk informasi*
‘Party?’ pikirnya sambil mengetuk informasi tersebut.
[Blood Gun mengundangmu kedalam Party!]
[Terima/Tolak]
“Apa kau berpikir bisa mengatasinya? Jika tidak, terimalah! Aku akan membantu dirimu,” ucap Blood sambil mengidentifikasi monster dihadapannya, hal tersebutpun juga dilakukan oleh Sylvia.
Drantis (Wild Boss)
LV: 40
HP: 1464900/150000
MP: 650000/650000
Phy. Defense: 24700
Mag. Defense: 42100
“Apa keputusanmu, Sylvia!” tanya Blood dengan tegas. Sylvia pun segera menekan tombol “Terima” tanpa ragu.
[Anda telah bergabung dengan Party dari Blood Gun!]
[Player Sylvia telah memasuki Party!]
“Sylvia, aku akan mengulur waktu. Gunakan equip terkuat milikmu, jika perlu kau boleh membuka Epic Gear Chest milikmu. Lalu atur status milikmu, kau mengerti!” Ucap Blood dan langsung maju menerjang kearah Drantis tersebut untuk mengatur argo milik Wild Boss tersebut.
“Tunggu, ah! Dia itu!” Sylvia yang mencoba menghentikannya namun terlambat. Tanpa menuggu lama lagi, dia pun membuka Epic Gear Chest tersebut dan langsung mengequipkannya tanpa memperhatikan informasinya terlebih dahulu. Namun saat melirik kearah dimana Blood berada, dia terkejut karena Blood malah menerima serangan dari Drantis tersebut sebanyak tiga kali. ‘Apa yang dilakukan oleh si bodoh itu? Kenapa malah menerima serangan dan bukannya menghindar?’ Pikirnya, Sylvia sama sekali tidak tahu tentang gaya bermain dari Blood, sehingga dia berpikir jika Blood benar-benar payah dalam hal menghindar.
Drantis (Wild Boss)
LV: 40
HP: 1248970/1500000
MP: 653200/650000
Phy. Defense: 24700
Mag. Defense: 42100
“Oy! Menghindar!” teriak seseorang dari belakangnya, dengan segera Blood pun menghindar dari sana agar tidak menghalangi jalur serangan tersebut.
[Memberikan 85932 Critical Damage]
[Menggunakan Scope, Passive Snipe terpicu!]
[Memberikan 64490 Extra Critical Damage]
“Satu serangan, menghasilkan dua damage sekaligus?” kagum Sylvia, merasa tak mau kalah Blood pun mnggunakan Skillnya.
“Unique Series Passive Skill-Blood Ammo!” Dalam sekejap kedua senjatanya telah diselimuti aura berwarna merah darah.
[Memberikan 86045 Damage]
[Passive Blood Shot terpicu!! Damage selanjutnya akan memberikan 15% Extra Damage dari Total Damage sebelumnya!]
[Memberikan 92742 Damage]
[Memberikan 92742 Damage]
[Memberikan 92742 Damage]
[Memberikan 92742 Damage]
[Memberikan 92742 Damage]
[…]
Blood menyerang Drantis tersebut terus menerus hingga memasuki mode Berserk. Saat mulai memasuki mode tersebut, Blood pun memeriksa Status yang dimiliki oleh Wild Boss tersebut.
Drantis (Wild Boss)
LV: 40
HP: 489342/1500000
MP: 489300/650000
Phy. Defense: 24700
Mag. Defense: 42100
Namun ada hal yang membuatnya terkejut, Drantis atau Wild Boss tersebut mengabaikan Aggro dan mulai berjalan kearah Sylvia. Tidak ingin gadis tersebut terbunuh, Blood pun memperingatinya.
“Sylvia! Gunakan Camouflage, lalu bidik kepalanya menggunakan Scope dan akhiri dengan Critical Shot yang telah diperkuat oleh Lock juga Charge!” perintah Blood dengan segera menembakkan dua peluru kearah Drantis agar Aggro miliknya kembali pada Blood. Melihat ada kesempatan, Sylvia dengan segera mengaktifkan Camouflage dan berpindah keatas dahan pohon disebelahnya.
“Gawat! Dia akan menggunakan Ultimate?” Blood berdecak kesal saat mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Drantis tersebut. Tidak ingin mati dan terkena penalty, Blood pun memutuskan untuk menggunakan Unique Series Skill yang dimiliki oleh senjatanya. Yaitu, Blood’s Barrier untuk menciptakan Shield yang akan menyerap Damage, serta Ability Blood’s Recovery yang akan memulihkan HP miliknya. Drantis tersebut melepaskan serangannya kearah Blood hingga menabrak sebuah pohon, hal ini membuat HP miliknya merosot drastis dan menghancurkan Shield miliknya.
[Anda terkena 758930 Damage! Shield telah hancur!]
[Anda menahan sebuah Ultimate dari Wild Boss! Menyebabkan Knock Back!]
[Anda terkena 250000 Damage]
Jika bukan karena Blood’s Barrier miliknya tadi, mungkin Blood telah berubah menjadi partikel cahaya. Kemudian Drantis pun berjalan pelan menuju lawannya, namun sayang persiapan dari Sylvia sudah siap digunakan.
“Aku tidak tahu harus mengucapkan apa, tapi yang pasti aku berterimakasih karena telah mengulur waktu untuk ku! Rasakan ini Lock, Charge, Critical Shot!!”
[Serangan mengenai Target! Menggandakan Damage! Memberikan Critical Damage! Lock terpicu, Damage digandakan! Memberikan 517704 Critical Damage]
[Menggunakan Scope, Passive Snipe terpicu!]
[Memberikan 388278 Extra Critical Damage]
[Selamat! Party Anda telah mengalahkan Drantis Wild Boss Lostroom City! Mendapatkan 350000 Exp, 415824 Silver, 4 Dragons Blood (Material, Rank B), 2 Mantis Scythes (Material, Rank B)]
[Mengalahkan Monster dengan selisih 28 Level, mengaktifkan Exp Boost X2! Exp dilipatgandakan! Mendapatkan 700000 Exp]
[Newbie Player Exp Boost diaktifkan, Exp telah dilipatgandakan! Mendapatkan 1400000 Exp]
[Selamat! Anda telah naik ke Level 42, Mendapatkan 1450000 Silver, 7500 Gold, Epic Weapon Chest X8, Epic Gear Chest X8, dan Unique Box X2]
[Selamat! Anda mendapatkan 4 Title baru!]
*ketuk untuk informasi*
[Don’t Run! Just Calm Yourself!/C]
Description: Jika dalam keadaan tenang, ada 40% kemungkinan untuk menggandakan Damage. Mendapatkan peningkatan INT (+100), setiap kenaikan 2 LV INT +50 ketika dipasang.
[Scope Power!/C]
Description: Ketika menggunakan Scope, memiliki 30% kemungkinan untuk menghasilkan Extra Critical Damage Tambahan sebesar 50% . Mendapatkan peningkatan DEX (+160), INT (+150) setiap kenaikan 20 LV DEX +100, INT +100 ketika dipasang.
[Level Solution/B]
Description: Ketika berhadapan dengan Monster yang memiliki LV lebih tinggi dari LV saat ini, mendapatkan peningkatan Attribute sebesar 75%. Mendapatkan peningkatan All Attribute (+200), setiap kenaikan 15 LV All Attribute +150 ketika dipasang.
[Just One Shot!/B]
Description: Jika berhasil membunuh Monster hanya dengan satu serangan, Damage berikutnya akan digandakan. Mendapatkan peningkatan STR (+100), AGI (+120), DEX (+200), setiap kenaikan LV All Attribute +40 ketika dipasang.
Sylvia terkejut bukan main dengan title-title baru yang ia dapatkan, hal tersebut karena title-title itu memiliki Class C dan B. Title sendiri memiliki tingkatan yang disebut dengan Class, semakin kuat efek dan attribute tambahannya, semakin tinggi pula tingkat Classnya. Tingkatan Class Title sendiri dimulai dari Class D, Class C, Class B, Class B+, Class A, Class A+, Class S, Class S+, Class SS, Class SS+, dan tingkatan paling tinggi adalah Class SSS. Karena dirinya telah mencapai LV 42, kini Sylvia sudah bisa memasang 4 Title karena ia telah melewati LV 30.
“Dengan begini selesai. Oh, yah benar juga! Aku belum memeriksa Item Equipment apa yang tadi kudapatkan bukan?” Setelah mengganti Title miliknya dengan yang baru, Sylvia pun ingat kalau dia belum melihat informasi Item yang sempat ia dapatkan karena langsung menggunakannya tanpa melihat Status Item tersebut. Dalam waktu singkat, Sylvia kini sedang memeriksa Item yang ia kenakan tadi.
Name: Blue Iris Armor (Armor)
LV Req (Specialize): 0 (-)
Status Req: VIT +380
HP: 6000
MP: 3000
Physical Defense: 240
Magical Defense: 150
Durability: 2808
Extra Attribute: VIT (+200)
Rank Item: Epic
Passive Ability:
Setiap 40 detik selama tidak terkena serangan, Pengguna akan mendapatkan Extra Physical & Magical Defence sebesar 2% dari Total Max HP saat ini.]
Active Ability :
[Iris Scent I
Serangan yang akan dilancarkan dengan Ability ini akan memberikan Random Debuff (Confused, Stun, Paralyze) selama 10-4 detik secara acak. Menggunakannya akan mengkonsumsi 8500 Mana. Cooldown 40 detik .]
Name : Crescent Barrete (Helmet)
LV Req (Specialize): 0 (-)
Status Req: STR +300, VIT +240, INT +120
HP: 7000
MP: 5200
Physical Defense: 150
Magical Defense: 600
Critical Chance: 3%
Attack Speed: 10%
Durability: 3460
Extra Attribute: STR (+180), VIT (+120), Dex (+150), INT (+60)
Rank Item: Epic
Passive Ability:
[Moon Bless I
Setiap 15 detik setelah menjauhi pertempuran, mengaktifkan sebuah Buff yang akan mendapatkan Extra Magical Defence sebesar 45% selama 5 detik.]
Active Ability :
[Crescent Shield I
Saat digunakan, memberikan sebuah Shield yang menyerap 15000+(12% Max HP saat ini*Level Ability) sebagai Magical Damage selama 10 detik. Menggunakannya akan menkonsumsi 10500 Mana. Cooldown 75 detik.]
Name: Flash Boots (Boots)
LV Req (Specialize): 0 (-)
Status Req: AGI +300
Movement Speed: 15%
Durability: 2681
Extra Attribute: AGI (+200)
Rank Item: Epic
Name: Destiny Cloak (Accesories)
LV Req (Specialize): 10 (-)
Status Req: -
Critical Chance: 6%
Durability: 3869
Extra Attribute: DEX (+200)
Rank Item: Epic
“He-Hebat… mungkinkah karena Item-Item ini serangan ku jadi lebih kuat?” kagum Sylvia saat mengetahui Item yang dia kenakan tadi membuat serangannya menjadi lebih kuat, bahkan saat dia masih di level 12. Selain itu seluruh Item yang ia kenakan seluruh LV Req-nya adalah 0 kecuali Destiny Cloak.
“Bagaimana perasaanmu setelah menghadapi Wild Boss tadi? Apa kau menikmatinya?” tanya Blood dengan sedikit menggoda Sylvia.
“Apanya yang menikmati hah!? Yang ada kita hampir saja mati bukan!!” balas Sylvia dengan menggembungkan pipinya.
“Hahaha… Kalau itu aku minta maaf, hehe.” ucap Blood tertawa canggung, namun dengan segera dia memperhatikan Sylvia sembari berpikir ‘Sepertinya aku mengenalnya, tapi dimana?’ seperti itu. Merasa risih, Sylvia pun sedikit menjauh dan bertanya.
“Apa yang kau perhatikan, mesum,”
“Tidak, tidak, tidak, kau sepertinya salah paham!”
“Hah? Salah paham apanya, mesum?”
“Yah, kau tahu. Aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya dengan mu? Tapi, dimana?”
Sembari berpikir dengan keras, Sylvia pun merasakan hal yang sama seperti Blood. Lalu didalam pikirannya yang terlintas hanyalah murid yang menjadi teman bicaranya saat disekolah, yaitu Keita. Sylvia pun mulai sedikit memastikan semuanya, mulai dari tinggi, wajah, dan suara. Namun saat ingin berbicara, Blood pun sudah menebak dirinya lebih dulu.
“Ah! Mungkinkah kau Natasha Sylvia? Murid baru itu?”
“Lalu kau, pasti Keita yah! Tidak kusangka kau memiliki sifat mesum seperti itu!?”
“Yah, begitula—tunggu sebentar, mesum?” ucap Blood saat mendengar perkataan Sylvia barusan.
“Ya, itu benar bukan? Kau baru saja memperhatikanku dengan N-A-F-S-U!!” sahut Sylvia dengan mengeja kata ‘Nafsu’ bermaksud untuk menggoda Blood.
“Aku sama sekali tidak mesum kau tahu!!” Balas Blood dengan kesal.
“Hahahaha… aku hanya bercanda.”
“Aku?” Sylvia langsung tersentak ketika mendengar ucapan Blood barusan, dan kini dirinya terlihat panik karena sedang mencari alasan tentang gaya bicaranya yang formal tersebut. Namun Blood sama sekali tidak memikirkannya, malah dia sangat senang karena dirinya tidak menggunakan bahasa formal.
“Tak perlu terlalu kau pikirkan, aku sama sekali tidak mempermasalahkan gaya bicara milikmu. Malahan aku senang karena kau tidak menggunakan bahasa formal saat bermain Game Virtual Online. Oh, sepertinya aku harus segera Log Out. Kalau begitu sampai jumpa disekolah yah, Natasha,” jelas Blood pamit dan langsung Log Out. Setelah Blood Log Out, Sylvia pun memutuskan untuk mengatur Statusnya sebelum Log Out.
“Mungkin aku juga harus Log Out setelah mengatur status milikku saat ini,” Ucapnya yang langsung memunculkan jendela Status miliknya.
Name: Sylvia
HP: 1225000/1225000
MP: 1220200/1220200
LV: 42 [56295/452500]
Class: Hunter
Specialize: Sniper
Tittle: Don’t Run! Just Calm Yourself!, Scope Power!,
Level Solution!, Just One Shot!
Squad: -
Arena Rank: -
Global Rank: Global Arena Rank-, Global Squad Rank-, Global LV Rank -
DPS: 65000 (+1750)/Second
Magic Point: 0 (0)
Phy. Defense: 4440 (+390)
Mag. Defense: 4680 (+750)
Crit. Chance: 18% (+9%)
Attack Speed: 21% (+10%)
Movement Spd: 4400 (+15%)
Attribute Point s: 0
STR: 570+130 (+480)
VIT: 650 (+520)
AGI: 510+220 (+520)
DEX: 560 (+910)
INT: 660 (+510)
[APAKAH ANDA YAKIN?]
[YES/NO]
[YES]
“Yah, mungkin seperti ini,” ucapnya dan setelah mengatur Status, Sylvia pun melakukan Log Out dari Game. Saat membuka matanya, kini Natasha telah kembali didunia nyata dan dalam kondisi berbaring dengan Ether Maxy dikepalanya yang belum ia lepas.
“Dalam dua jam level milikku telah mencapai empat puluh dua? Benar-benar mengerikan…” ucap Natasha ketika mengetahui berapa lama dia didalam Dragon Hunter’s Online, rasio perbandingan hari dalam Dragon Hunter’s Online dengan dunia nyata adalah 1:24 atau setara dengan 1 hari didalam game, setara dengan 1 jam didunia nyata.
“Tapi jika bukan karena dia… mungkin aku harus berterimakasih padanya disekolah. Ah, benar! Aku harus menyiapkan makan malam!” Natasha pun segera pergi ke lantai bawah untuk menyiapkan makan malam.