Dragon Hunter's Online

Dragon Hunter's Online
Game XXI: Pertemuan dengan Mereka!?



“Berhubung aku sedang berada disini, bagaimana jika aku pergi kesana saja?” gumamku yang saat ini sedang menyusuri lorong dari Arena, aku pun segera pergi ke sebuah toko peralatan yang ada disini.


“Selamat datang! Oh, rupanya ‘Princess of Spirit’ yang datang!” sambut seseorang.


“Yahoo~ aku kembali Zayn,”


“Ada apa? Apa kau ingin memulihkan Durability peralatanmu?”


“Yup! Sepertinya aku tidak perlu menjelaskannya lagi, hehe.” Aku segera melepaskan seluruh peralatan yang kukenakan dan menyerahkannya kepada Zayn untuk diperbaiki.


“Hmm, Rank ku naik tidak sesuai dengan perkiraanku juga? Rank enam puluh dua yah?” gumamku saat melihat Arena Rank distatus.


“Aku melihat pertarunganmu tadi. Yah, sebenearnya aku sudah yakin kalau kau yang akan keluar sebagai pemenangnya lho!” puji Zayn.


“Terimakasih pujiannya,” balasku menerima pujiannya.


“Zayn, kau ini seorang Player bukan?” tanyaku pada Zayn sesaat setelah menutup Status milikku.


“Yah, memangnya kenapa?” tanyanya kembali, aku pun mencoba melakukan identifikasi kepada Zayn.


Name: Zayn (Blacksmith)


Gender: Male


LV: 31


HP: 982000/982000


MP: 490000/490000


“Bisa kau beritahu padaku, kenapa Class mu Blacksmith?” tanyaku dengan penuh penasaran, Zayn pun menceritakannya sembari melakukan pekerjaannya.


Zayn bilang padaku kalau dia mendapatkan sebuah buku tentang Blacksmith dari sebuah misi, dia mengganti Classnya karena kemauannya sendiri untuk menjadi Blacksmith. Terlebih lagi saat ini sangat jarang seorang player yang memiliki Class Blacksmith, Alchemy, dan Merchant. Mereka yang menginginkan Class tersebut harus melakukan quest untuk mendapatkannya, tapi karena 2 minggu yang lalu GM mematikan system quest sampai pemberitahuan lebih lanjut. Aku sendiri mendapatkan quest dari para Spirit dari seminggu yang lalu, karena itulah aku masih bisa mengerjakan quest walaupun system tersebut telah dimatikan.


“Berarti, kau mengorbankan lima puluh persen levelmu saat itu agar kau bisa menggunakan Class Blacksmith begitu?” ucapku saat mendengar penjelasan dari Zayn tentang pergantian Classnya.


“Benar! Itulah kenapa aku sangat jarang menaikkan levelku,” sahutnya dengan memetikan jari telunjuknya.


Zayn pun datang membawa peralatan yang ku serahkan padanya untuk diperbaiki tadi, “Ini aku telah memperbaiki semuanya, totalnya jadi lima gold!”


“Wah untuk selama ini, terimakasih Zayn,” sahutku meletakkan sepuluh keeping emas diatas meja dan memeriksa seluruh Durability peralatanku yang kembali dalam kondisi prima.


Name: Spirit Rune Sword (Magic Long Sword)


Evolution: [0/2] Gunakan Item dengan Rank yang sama untuk melakukan Evolution


LV Req (Specialize): 100 (Summoner)


Status Req: STR +620, AGI +600, DEX +540, INT +1000


DPS: 25000/Second


Magic Point: 18000


Spirit Power: 600000


Spirit: 6/6


Durability: 21890


Extra Attribute: STR (+320), AGI (+280), DEX (+300), INT (+420)


Rank Item: Unique


Passive Ability:


[Spirit Realm V


Memanggil Spirit yang telah melakukan kontrak, ataupun menggunakan kekuatan dari Spirit tersebut tanpa menggunakan Mana. Tapi sebagai gantinya akan menggunakan Spirit Power.]


[Spirit Dance Art’s VI


Mendapatkan seluruh Unique Series Skill dari Spirit Dance Art’s, Kemungkinan 60% Magic Damage yang dihasilkan akan meningkat 60%.]


Active Ability:


[Spirit Energy V


Mengumpulkan kembali Spirit Power yang telah hilang sebesar 3% selama 20 detik, tidak bisa bergerak saat mengumpulkannya. Menggunakannya akan mengkonsumsi 30000 Mana, Cooldown 60 detik.]


[Spirit Executor V


Melakukan tusukan tajam yang akan memberikan 10000+((35% DPS + 60% Magic Point)*Level Ability) Magic Damage. Menggunakannya akan mengkonsumsi 120000 Mana, Cooldown 270 detik.]


[Spirit Slash X


Melakukan tebasan vertical yang akan memberikan 40000+((10% DPS + 30% Magic Point)*Level Ability) Magic Damage. Menggunakannya akan mengkonsumsi 60000 Mana, Cooldown 10 detik.]


Name: Spirit Box (Other)


LV Req (Specialize): 80 (Summoner)


Status Req: INT +1300


Magic Point: 10000


Durability: 14278


Extra Attribute: INT (+650)


Rank Item: Epic


Name: Spirit Chainmail (Armor)


LV Req (Specialize): 90 (Summoner)


Status Req: VIT + 900, INT +1000


HP: 120000


MP: 340000


Physical Defence: 400


Magical Defence: 2400


Durability: 18726


Extra Attribute: VIT (+450), INT (+500)


Rank Item: Unique


Passive Ability:


[Spirit Absorb III


Menyerap 50% dari Total Magic Damage yang mengarah kepada pengguna, Passive ini akan aktif setiap 30 detik.]


Name: Tiara Spirit’s (Helmet)


LV Req (Specialize): 0 (Summoner)


Status Req: VIT +400, INT +400


HP: 50000


MP: 120000


Physical Defence: 750


Magical Defence: 2500


Durability: 15823


Extra Attribute: VIT (+200), INT (+200)


Rank Item: Epic


Active Ability:


Setelah mengaktifkan Ability ini, mengeluarkan sebuah Aura dengan warna seperti pelangi yang akan meningkatkan 40% Status selama 300 detik. Menggunakannya akan mengkonsumsi 20% Mana saat ini dan 4000 Spirit Power, Cooldown 600 detik.]


Name: Moonlight Neckakle (Accesoris)


LV Req (Specialize): 100 (-)


Status Req: -


Durability: 26920


Extra Attribute: All Attribute (+800)


Rank Item: Legendary


Passive Ability:


[Moonlight Aura III


Meningkatkan 30% Attribute saat HP berada dibawah 15%.]


Active Ability:


[Moonlight Blessing II


Setiap orang yang berada disekitar pengguna dengan jarak 20 meter akan mendapatkan peningkatan Status sebesar 40% selama 1800 detik. Menggunakannya akan mengkonsumsi 1% Mana/10 detik, Coodown 3600 detik.]


Name: Moonlight Boots (-)


LV Req (Specialize): 0 (-)


Status Req: AGI +300, INT +200


Movement Speed: 30%


Durability: 17384


Extra Attribute: AGI (+200), INT (+100)


Rank Item: Unique


“Ambil saja sisanya yah! Aku pergi dulu!” pamitku melambaikan tangan setelah mengenakan seluruh peralatanku dan keluar dari took milik Zayn.


Saat keluar dari Arena, aku bertemu dengan Adel dan Liza yang tengah bersama dengan tiga orang lain mendekati diriku. Karena masih jauh, aku pun mencoba mengidentifikasi tiga orang tersebut untuk memastikan.


Name: ThunDer (Warrior/Blader)


Gender: Male


LV: 115


HP: 4186000/4186000


MP: 1850000/1850000


Name: ChroNoze (Tank/Guardian)


Gender: Male


LV: 108


HP: 7820400/7820400


MP: 1487000/1487000


Name: VerHaz (Mage/Warlock)


Gender: Male


LV: 139


HP: 2976000/2976000


MP: 7964500/7964500


“Sari!” panggil Liza melambaikan tangannya dan aku pun membalasnya.


“Adel! Liza! Lalu ThunDer, ChroNoze, VerHaz,” sahutku yang kemudian menatap tiga orang yang bersama mereka dengan tatapan dingin.


“Kenapa hanya nama kami saja yang kau panggil dengan nada dingin!” balas seseorang dengan rambut berwarna kuning cerah dan mata hijau yang juga membawa sebuah pedang besar dipunggungnya, dia adalah ThunDer.


“Hah? Kenapa, apa kau tidak suka?” ucapku dengan tatapan yang masih sama kepada mereka bertiga.


“Tidak didunia nyata, tidak didalam game, kau tetap saja dingin yah!’ sahut seseorang dengan rambut berwarna indigo dan mata ungu, ditangannya dia menggunakan gauntlet, dia adalah VerHaz.


“Liza, kamu seharusnya tidak perlu berlari seperti itu! Bagaimana jika kamu terjatuh nanti?” peringat seseorang dengan rambut berwarna silver dan mata biru, dia membawa sebuah pedang dan juga perisai yang cukup besar di punggungnya, dia adalah ChroNoze.


“Ara~ sepertinya sang pacar terlihat khawatir dengan temanku,” Aku memeluk Liza dengan erat sehingga membuatnya terkejut, ChroNoze yang melihatku memeluk Liza hanya menghela nafas saja.


“Sari, bagaimana dengan pertandingannya? Kamu menang kan?” tanya Adel mencoba mengganti topik pembicaraan, sebelumnya dia terlihat tertawa canggung saat melihatku seperti itu. Aku pun melepaskan Liza dari pelukanku sebelum menjawabnya.


“Tenang saja Adel, aku sudah memenangkannya dalam waktu kurang dari dua menit!” jawabku menunjukkan tanganku yang membentuk pola ‘V’.


“Seperti biasa kau kelewat ‘OP’ yah!” sahut ThunDer.


“Eh? Benarkah begitu?” balasku memiringkan kepala dan menaruh salah satu jari dibibirku dengan memperlihatkan wajah polos.


“Hentikan menunjukkan wajah polosmu itu,” ucap ThunDer dengan nada sedikit pelan.


“Jadi, apa yang mau kalian lakukan sekarang?” tanyaku pada mereka dan saat aku mendengar jawaban mereka aku sedikit terkejut.


“EH! Five Star Dungeon!? Kalian serius?”


“Um, apalagi Dungeon ini belum terjamah sekali lho!”


“Tepat seperti yang dikatakan oleh Liza. Bagaimana, apa kau tertarik?”


“Hmm… aku sedikit tertarik sih, tapi bagaimana cara kalian menemukan Dungeon itu? Bisa kau jelaskan padaku, ChroNoze?” tanyaku berpikir dengan menaruh salah satu tanganku dibawah dagu saat mendengar perkataan dari VerHaz.


“Yah, kau tahu saat ini tujuan kami adalah Snowflaz City untuk menyusul dirimu disana. Tapi secara tidak sengaja orang ini malah terperosok jatuh kedepan pintu masuk sebuah Dungeon,” Sahutnya menunjuk Adel dengan ibu jari miliknya.


“Jahat! Bukankah kau waktu itu malah memujiku? Apalagi kau mengusap kepalaku bukan!?” balas Adel dengan menggembungkan pipinya karena terlihat kesal.


“Itu kan hanya--“


“Oh, begitu yah? Rakun sekarang sudah berani selingkuh yah?” Aku yang melihat saat ini berada didekat Liza dapat merasakan aura membunuh keluar darinya, dengan segera sedikit menjauh untuk berjaga-jaga.


“Tidak, tunggu aku bisa menjelaskannya padamu Liza. Selain itu, kumohon jangan panggil nama itu dengan nama seperti itu,” sahut ChroNoze yang terlihat ketakutan.


Ah! Untuk panggilan yang diucapkan oleh Liza tadi adalah panggilan masa kecil dari ChroNoze. Benar! ChroNoze dan Liza adalah teman masa kecil, karena itulah yang membuat mereka terlihat sangat serasi sebagai pasangan. Yah, itu sih menurut pandangan orang lain bukan aku.


Perlahan Liza mulai mendekati ChroNoze dengan pandangan menyeramkan, kami sebagai kenalan Liza tidak berani mendekatinya saat sedang marah. Karena hal itulah, kami berusaha untuk tidak membuat Liza marah. Terlihat jelas yang paling senang disini adalah Adel, itu terlihat jelas saat dia senang, dia akan menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan tertawa mengejek. Hasilnya, ChroNoze pun mendapatkan ocehan dari Liza selama 1 jam.


Aku pun bertanya dimana kordinat mereka saat ini, ThunDer pun mengirimkan kordinat lokasi mereka saat ini. Aku menatap datar padanya hingga dia bertanya, “Kenapa dengan tatapanmu itu?”


“Tidak, bukan apa-apa. Aku hanya berpikir kalau kau bukannya mengirim kordinat kalian, tapi malah mengirim foto Adel saat menggunakan baju renang, seperti waktu itu.”


“Bisa tidak kau melupakannya!” balasnya, terlihat jelas saat ini wajah Adel dan ThunDer memerah. Bagaimanapun juga, aku tahu kalau Adel menyukai ThunDer. Bukan hanya game saja, tapi dunia nyata juga mereka terlihat saling suka.


“Ahaha, aku hanya bercanda,” ucapku dengan tertawa hambar.


“Apa itu benar, ThunDer?” tanya Adel dengan sedikit terbata-bata dan menundukkan kepalanya agar wajah memerah miliknya tidak terlihat.


“Maaf, tapi aku tidak bisa mengelaknya. Kau boleh membenciku kalau mau,” balas ThunDer.


“Oy! Hentikan drama percintaan ini! Apa kalian tidak kasihan denganku yang masih jones!?” sahut VerHaz. Kami pun tertawa karena ucapannya tadi, membuatnya bingung apa yang membuat kami tertawa.


“Ya sudah, lebih baik kita bergegas!” ucap ChroNoze menghentikan tawanya dan bergerak meninggalkan kami.


“Pastikan kau datang yah, Sari!” ucap ThunDer menyusul ChroNoze yang diikuti oleh Adel dan Liza.


“Sampai jumpa disana, Sari!”


“Kau harus datang oke!”


“Tunggu, jelaskan padaku apa yang membuat kalian tertawa tadi! ChroNoze!” VerHaz berlari menyusul mereka.


“Baiklah, sebaiknya aku juga harus cepat!” Aku dengan cepat membuka sebuah menu yang membuat sebuah portal muncul dihadapanku, aku pun memasuki portal tersebut.