Dragon Hunter's Online

Dragon Hunter's Online
Game XVI: Sari



“Sekolah ini benar-benar luas yah!” ucap Hana.


“Yup, kudengar ada tujuh lapangan di sekolah ini lho! Sepakbola, Voli, Basket, Badminton, Futsal, Atletik, serta Lapangan Upacara.” Sahutku menjelaskan informasi yang kudapatkan.


“Wah~ kamu benar-benar mempelajari sekolah ini yah, Risa!” puji Nica.


“Tidak kok, bukankah dibrosur yang diberikan waktu itu ada penjelasannya? Selain itu ada denah lokasinya juga lho disana.” Aku menunjuk kearah sebuah papan yang ada disebelah Hana, dia terlihat terkejut dengan papan tersebut dan itu membuat kami berdua tertawa karenanya.


Setelah masuk lebih dalam, aku sempat diminta untuk mengambil beberapa buku ditempat yang ditunjukkan oleh Perwakilan Osis yang bertugas mengawasi MOS yang akan berlangsung. Aku pun mengajak Hana dan Nica untuk membantu, tentu saja mereka setuju. Namun diperjalanan aku menabrak seseorang sehingga membuatku menjatuhkan buku yang sedang ku bawa.


“Ma-maafkan aku,” ucapku meminta maaf, sembari mengambil buku-buku yang terjatuh dilantai.


“Ah, biar ku bantu,” Orang tersebut pun ikut membantu mengambi buku-buku yang terjatuh. Setelah beres, kami pun berdiri dan mulai memperkenalkan diri kami masing-masing.


“Mungkinkah kau murid tahun ajaran baru? Perkenalkan nama ku Keita, Keita Amano. Lalu dia,” ucap seorang laki-laki yang membantu aku dan memperkenalkan diri serta melirik kearah perempuan disebelahnya.


“Catherine, Catherine Meilany,” sahut perempuan tersebut menatap kosong kearah ku.


“Ah, maafkan aku. Nama ku Arisa Keyla, panggil saja Risa. Ngomong-ngomong, senior Keita,” balasku memperkenalkan diri.


“Iya, ada apa?” sahut senior Keita.


“Ada apa dengan senior Catherine? Sejak tadi dia terus menatapku,” tanyaku sambil menunjuk senior Catherine.


“Oh! Boleh aku memelukmu? Ku mohon!” sahut senior Catherine saat mengetahui dirinya dipanggil olehku, secara refleks tangan senior Keita memukul kepala senior Catherine dengan pelan.


“Kau ini, padahal kau tidak menyukai kriteria adik kelas yang di inginkan oleh Harris! Tapi kau sendiri malah ingin memeluknya?” ucap senior Keita.


“Habisnya, dia sangat imut tahu!” balas senior Catherine dengan tatapan penuh gairah padaku.


Aku hanya tersenyum masam mendengar hal tersebut dan memutuskan bertanya tentang orang yang mereka bicarakan tadi dengan bingung dan memiringkan kepala.


“Oh, dia salah satu temanku! Jika ada waktu aku akan memperkenalkannya padamu!” ucap senior Keita menjelaskannya.


“Ya!” sahutku dengan semangat.


“Bicara tentang waktu, bukankah ini sudah saatnya kau pergi ketempat MOS? Teman-teman mu sudah menunggu mu lho!” ingat senior Keita padaku.


“Oh! Maafkan aku. Sekali lagi terimakasih telah membantu ku, senior!” sahutku meninggalkan kedua senior tadi dan menuju teman-temanku yang memanggil namaku. Saat berada didekat Nica dan Hana, aku pun melambaikan tangan sebagai tanda pamitan. Tentu saja, mereka berdua membalas lambaian tanganku.


“Risa, siapa mereka tadi?” tanya Nica saat kami bertiga sudah jauh dari lokasi tadi.


“Oh, mereka? Mereka adalah senior kita, namanya Keita dan Catherine,” jawabku membuat mereka sedikit terkejut, kami pun melanjutkan perjalanan hingga ketempat MOS diadakan.


Setelah kegiatan selesai, kami pun pulang bersama menaiki Angkutan Umum dan berpisah ditempat tujuan kami. Oh yah, tempat tinggalku ini adalah sebuah rumah kos tingkat dua, dan aku sendiri tinggal dilantai dua. Sebelum menaiki tangga, aku menyempatkan diri untuk menyapa pemilik kos. Saat berada dikamar yang kutinggali, aku pun dengan segera merebahkan tubuhku dikasur dan mencoba meraih Ether Maxy yang ada diatas lemari tidur.


“Huft… lelah sekali,” ucapku menghela nafas. “Lebih baik aku login sekarang!” lanjutku memasang Ether Maxy dikepala.


“Ether Maxy, ON!”


[MEMULAI SYNCHRONIZATION…]


[SELURUH DATA DIKONFIRMASI HARAP TUNGGU…]


[SELAMAT DATANG, Nona Arisa Keyla!]


“Hubungkan menuju Virtual World!”


[MEMULAI MENGHUBUNGKAN KE VIRTUAL WORLD…]


[PROSES SELESAI! SILAHKAN PEJAMKAN MATA!]


Saat membuka mata, akupun sekarang telah berada di Virtual World. Tidak ingin berlama-lama, aku pun memberikan perintah lain, “Hubungkan ke Dragon Hunter’s Online!!”


[MEMULAI MENGHUBUNGKAN KE DRAGON HUNTER’S ONLINE, HARAP TUNGGU…]


[TELAH ADA AKUN DALAM GAME INI, INGIN MEMUATNYA?]


[MEMUAT AKUN?]


[YES/NO]


[YES]


Setelah menekan ‘YES’ aku pun diperlihatkan data dari Characterku bernama Sari.


Name: Sari


HP: 3057000/3057000


Spirit Power: 600000/600000


LV: 110 [729149/2250000]


Class: Support


Specialize: Summoner


Tittle: Master of Servant!, Sword Master, Elementary Master, Mana Solution, Carry Team to Victory!


Squad: -


Arena Rank: 82


Global Rank: Global Arena Rank 3219, Global Squad Rank-, Global LV Rank 98


DPS: 155600 (+25000)/Second


Magic Point: 148200 (28000)


Phy. Defence: 10460 (+1000)


Mag. Defense: 16420 (+4200)


Crit. Chance: 8% (+0%)


Attack Speed: 40% (+5%)


Movement Spd: 10740 (+30%)


Attribute Point s: 0


STR: 720 (+1690)


VIT: 1120 (+1700)


AGI: 820 (+1730)


DEX: 670 (+1350)


INT: 1970 (+3240)


[APA ANDA YAKIN?]


[YES/NO]


[YES]


Kini aku telah dikirim ke sebuah Save Zone, tempat tersebut adalah Blizzard Maze. Blizzard Maze sebenarnya bukanlah sebuah Dungeon, hanya saja banyak yang mengatakan kalau Blizzard Maze ini adalah sebuah Dungeon karena kesulitan mencari arah untuk bisa keluar. Selain itu, tempat ini memiliki Wild Boss yang berada didekat jalan keluar.


Ah, hampir lupa! Kalian pasti bertanya apa itu Save Zone bukan? Kalau begitu biarkan aku jelaskan sedikit tentang Save Zone. Save Zone adalah sebuah lokasi aman dimana para Monster ataupun PK atau Player Killer tidak akan bisa menyerang mereka yang berada didalam Save Zone. Save Zone sendiri terbagi menjadi 3 tempat, pertama adalah Save Zone City artinya mereka yang berada disebuah Desa, Kota, maupun Kerajaan tidak akan diserang maupun PK, yang kedua juga ketiga adalah Save Zone Area dan Save Zone Dungeon. Save Zone Area berada disekitar area tempat para monster berada, sedangkan Save Zone Dungeon sendiri berada didalam Dungeon.


“Baiklah, mungkin sudah waktunya kita segera pergi ketempat Wild Boss itu berada!” ucapku mempersiapkan segala hal yang aku perlukan sebelum berangkat keluar dari Save Zone Area ini.


“Frostier! Beritahu aku kondisi kita saat ini!” perintahku, sebuah sosok perempuan yang diselimuti salju putih pada seluruh badannya dan mengeluarkan hawa dingin dari badannya muncul disebelahku.


“Baik, sesuai dengan perintahmu Master!” sahutnya dan dia pun segera melanjutkan memberitahuku kondisi saat ini, “Saat ini kita masih terlalu jauh dari lokasi tujuan, kita masih harus melewati labirin ini agar mencapai tujuan.”


“Begitu yah,”


“Master! Maafkan aku karena telah memberikan sebuah Quest pada dirimu,”


“Frostier, ini sudah berapa kali kau mengatakannya. Lagipula Quest yang lain juga telah kuselesaikan bukan? Jika kau tidak menjadi lebih kuat, bagaimana aku bisa menjadi kuat?”


Frostier yang mendengarkan perkataan ku tadi pun menjadi terdiam, dan kini dia telah kembali ke dalam Spirit Rune Sword. Setelah persiapan selesai, aku pun segera keluar dari Save Zone Area dan bertepatan saat aku keluar para Monster pun segera mengelilingiku.


Blizzara (Elite)


LV: 60


HP: 500000/500000


MP: 420000/420000


Phy. Defence: 2000


Mag. Defence: 18000