Dragon Hunter's Online

Dragon Hunter's Online
Game XIX: Arena!!



Pagi pun tiba, terdengar suara alarm dari jam weker dikamar dan dimatikan oleh seseorang. Aku yang masih dalam kondisi setengah tidur merasakan seseorang menggoyangkan tubuhku yang bersamaan dengan suara yang memanggil diriku. Perlahan, aku pun membuka mataku dan meregangkan tubuhku dalam posisi duduk.


“Risa, sebaiknya kau segera mandi dan bersiap-siap! Hari ini kau harus mengikuti MOS bukan?” ucap seseorang yang ternyata adalah Tania.


“Oh, Tania. Selamat pagi, Hoaam…”


“Ayo berdiri, jangan tidur lagi!”


“Iya, iya aku bangun sekarang.” Ketika berdiri, aku pun melakukan sedikit peregangan tubuh dan menuju kamar mandi. Setelah selesai bersiap-siap, aku pun segera berangkat menuju sekolah. Tentu saja, dengan menaiki Angkutan Umum bersama kedua temanku.


Di dalam Angkutan Umum, sembari kami menunggu sampai ditujuan. Kami pun membicarakan berbagai hal yang kami alami di Dragon Hunter’s Online. Dari apa yang ku dengar dari Hana, aku mengetahui kalau mereka berlima sudah sampai di Eltham Village. Lokasi mereka cukup dekat dengan lokasi aku saat ini yang berada di Snowflaz City.


Sebuah notifikasi muncul di Handphone ku, mengatakan kalau lawan Arena Rank ku yang berikutnya telah ditentukan. Hana yang tidak sengaja melihatnya bertanya padaku, “Lawan Arena Rank kamu siapa kali ini?”


“Oh, namanya adalah Gizelle. Sepertinya Rank-nya adalah enam puluh.”


“Tung--enam puluh? Kamu bercanda kan?” sahut Nica saat mendengar jawabanku barusan dan dia terlihat seperti terkejut.


“Nica, kamu tahu bukan kalau Risa itu sudah sering menghadapi lawan yang kuat? Jadi, kita hanya perlu mendukungnya saja!”


“Aku tahu itu, lalu kapan kamu akan bertanding dengannya?”


“Jam lima sore nanti, sepertinya aku tidak akan bisa pulang dengan kalian nanti,” ucapku murung. Melihat aku yang murung, mereka pun menghibur diriku. Tanpa disadari, kami pun sampai disekolah.


Jam menunjukkan pukul 16:02 WIB di Hanphone milikku, saat ini aku sedang dalam perjalanan pulang menggunakan Angkutan Umum. Karena sebelumnya aku sudah mengatakan akan pulang lebih awal pada Hana dan Nica, aku pun menaiki Angkutan Umum ini sendirian. Sembari menunggu, aku pun mengganti dua Title yang aku kenakan saat ini dengan Title yang lain.


[Arena Master/B]


Description: Menduduki 100 besar dalam Arena Rank, membuatmu mendapatkan peningkatan Status sebesar 70% saat berada di Arena. Mendapatkan peningkatan All Attribute (+200) saat berada di Arena.


[Spirit Dancer/S]


Description: Memiliki kemungkinan 45% saat menggunakan kekuatan Spirit akan meningkatkan Damage sebesar 120%. Mendapatkan peningkatan INT (+500), setiap kenaikan 10 level All Attribute +100.


Name: Sari


HP: 3057000/3057000


MP: 5500000/5500000


Spirit Power: 600000/600000


LV: 110 [2113322/2250000]


Class: Support


Specialize: Summoner


Tittle: Master of Servant!, Sword Master, Elementary Master, Arena Master, Spirit Dancer


Squad: -


Arena Rank: 82


Global Rank: Global Arena Rank 3219, Global Squad Rank-, Global LV Rank 98


DPS: 155600 (+25000)/Second


Magic Point: 148200 (28000)


Phy. Defence: 10460 (+1000)


Mag. Defense: 16420 (+4200)


Crit. Chance: 8% (+0%)


Movement Spd: 10740 (+30%)


Attribute Point s: 0


STR: 720 (+1690)


VIT: 1120 (+1700)


AGI: 820 (+1730)


DEX: 670 (+1350)


INT: 1970 (+3240)


“Baiklah, kurasa ini cukup.” Aku pun menaruh Handphone ku kembali ke dalam saku, setelah mengunci layarnya. Tanpa aku sadari, aku pun sudah sampai di tempat kos.


Aku membuka pintu kamar dan segera meraih Ether Maxy dan melakukan Login ke dalam game. Saat berada didalam game, aku membuka menu dan menekan sebuah ikon berbentuk Arena.


[Anda akan mengunjungi Arena]


[10 menit sebelum pertandingan anda dimulai]


[Tetap masuk?]


[YES/NO]


[YES]


Beberapa saat kemudian, pemandangan yang ada dihadapanku kali ini telah berubah. Sebuah Arena berada dihadapanku, itu terlihat besar dan juga sangat luas. Jika diperkirakan diameter dari Arena itu adalah 150000 Meter atau 150 KM dengan tinggi sekitar 750 Meter. Aku berjalan memasuki salah satu pintu masuk yang dikhususkan untuk para Ranker lewat, tapi aku sempat dihalang oleh petugas untuk melakukan identifikasi. Selesai dari semua itu, aku pun segera memasuki Arena dan duduk diruang tunggu. Sebuah layar yang menunjukkan pertandingan saat ini pun terlihat didepan dinding.


“Resco melakukan sebuah tebasan vertikal! Namun dengan mudah diatasi oleh Xcery menggunakan X-Bow miliknya! Oh, terlihat Xcery melompat mundur dan bersiap melepaskan anak panah yang telah dilapisi sihir! Akankah Resco dapat menahannya!?” ucap seorang komentator yang mengomentari jalannya pertandingan. Tidak lama setelah itu, Xcery melepaskan anak panahnya, Resco terlihat kewalahan menahan anak panah tersebut. Hal ini membuatnya terpental hingga menabrak dinding Arena.


[Pertandingan selesai!]


[Pemenangnya Xcery!]


“Wah! Sama sekali tidak terduga, pemenangnya adalah Xcery dengan Class Hunter dan Specialize Magic Ranger!” ucap komentator tersebut, menyambut kemenangan Xcery.


[Berikutnya pertandingan Rank 2, Furrezz VS Rank 8, Deria]


[Persiapan 2 menit, kepada para Ranker diharapkan segera bersiap]


“Rank 2 Ultimate Destroyer Furrezz, dia menggunakan Class Warrior dengan Specialize Berseker. Sedangkan lawannya adalah Princess of the Death Deria, dia menggunakan Class Mage dengan Specialize Necromancer,” gumam ku saat mengetahui pertandingan selanjutnya adalah pertandingan antara Ranker 10 besar.


Mereka yang masuk Arena Rank 100 besar akan mendapatkan sebuah julukan didepan namanya, seperti aku yang mendapatkan julukan ‘Princess of Spirit Sari’. Tapi julukan tersebut hanya terpampang pada papan peringkat.


Sembari menunggu, biar kujelaskan sedikit peraturan pertandingan Arena. Berbeda dengan pertarungan antar player diluar Save Zone yang hanya kan memberikan 70% dari Damage sebenarnya, pertarungan Arena hanya akan memberikan 40% dari Damage sebenarnya. Selain itu pertarungan di luar Save Zone dengan cara Duel, saat HP salah satu dari mereka tersisa dibawah 10% maka Duel akan dianggap berakhir. Sedangkan Arena, saat HP salah satu dari mereka tersisa dibawah 40% atau melewati batas waktu yang ditentukan yaitu 3 menit, maka pertandingan akan dianggap berakhir. Untuk pertandingan yang berakhir melewati batas waktu sendiri akan dihitung berdasarkan HP terendah saat waktu berakhir.


[Kedua Ranker diharapkan segera memasuki Arena!]


[Sekali lagi, kedua Ranker diharapkan segera memasuki Arena!]


Tidak lama setelah pengumuman itu, kedua Ranker keluar dari sisi yang berbeda. Tersisa 30 detik sebelum pertandingan dimulai, mereka sepertinya terlibat sebuah obrolan santai. Saat memasuki 10 detik sebelum pertandingan dimulai, mereka pun menyiapkan senjata mereka. Pertandingan pun dimulai dengan Furrezz yang melesat dengan cepat kearah Deria, Deria yang menyadarinya pun segera memanggil salah satu mahluk panggilannya.


Mahluk tersebut sepertinya terlihat kuat dengan sebuah pedang dan perisainya, mahluk tersebut menangkisnya dengan perisai dan melancarkan serangan diagonal pada Furrezz. Hal ini membuatnya segera melompat mundur agar tidak terkena serangan tersebut, namun sepertinya Deria terlihat menunjukkan senyumannya. Aku pun menduga kalau dia telah menggunakan salah satu skillnya, yaitu Magic Mine. Benar saja, pada saat Furrezz mendaratkan kakinya, sebuah ledakan tercipta.


“Tidak ku sangka kalau Ranker dua bisa dibuat kesulitan oleh Ranker delapan, itukah kemampuan para Ranker yang menduduki sepuluh besar?” ucap ku saat melihat Furrezz keluar dari kabut tadi, dia terlihat mengayunkan pedangnya dari atas dan menuju bawah dengan menggunakan salah satu skillnya.


“Sword Shocker? Hanya untuk menghilangkan keberadaan ranjau-ranjau tersebut?” gumam ku saat mengetahui skill yang digunakan oleh Furrezz. Tidak terasa tiga menit telah berlalu, pertandingan itu pun berhasil dimenangkan oleh Furrezz karena melihat Deria yang lengah pada detik terakhir.


‘Ranker sepuluh besar, Rank satu Mysterious Player Sage, Rank dua Ultimate Destroyer Furrezz, Rank tiga Holy Knight Rex, Rank empat Valkriye Cynthia, Rank lima Hero Slayer Vuez, Rank enam Ranger Master Golliath, Rank tujuh Cosmic Wizard Jean, Rank delapan Princess of the Death Deria, Rank sembilan Prince of Flare Kanon, dan Rank sepuluh Queen Selena. Sepertinya tidak ada perubahan pada rank sepuluh besar, ‘kah?’ pikir ku saat melihat Rank Board.