
Gadis cantik bergaun ungu muda terlihat keluar dari mobilnnya menggunakan kaca mata hitam, tas jinjing, dan rambut yg diikat, lalu poninnya yg terlihat indah, menutipi jidatnnya, berjalan memasuki sebuah bangunan tinggi, bangunan tertinggi yg ada dikota itu, sebuah perusahaan besar di kota itu,
berjalan memasuki gedung tersebut, lalu bertannya pada sang receptionist,
" mbak, ruangannya pak dion dimana ya " tannya wanita cantik itu
" maaf pak dion siapa ya ? tannya sang receptionist
" dion anggara " jawab wanita itu dengan senyum manisnnya, lalu menyimpan kaca matannya didalam tas jinjingnnya, terlihat ditangan yg satunnya, ia memegang seperti kotak bekal,
" maaf, apa anda sudah membuat janji, " tannya sang receptionist,
" belum, tapi tannyakan saja, padannya, apa aku boleh masuk " jawab wanita cantik itu
" maaf nyonnya, jika anda belum membuat janji, sebaiknnya anda membuat janji terlebih dahulu, " jawab sang receptionist, wanita itu hannya menghela nafas
lalu sang wanita menelfone seseorang,
" aku ingin makan siang denganmu, aku sudah berada dikantormu, aku ada dikantormu, bisakah kau turun, aku tidak boleh masuk, " kata wanita itu,
" apa yg kau lakukan disini, baiklah aku akan turun, " kata dion, orang yg ditelponennya tadi memang dion
" baiklah aku menunggumu, " kata wanita itu lalu menutup telponennya
beberapa saat kemudian, lift yg ada dilantai itu terbuka, dan menampilkan sosok dion yg sedang diikuti dengan asistant, dan sekretarisnnya dibelakangnnya,
" apa yg kau lakukan disini, " tannya dion pada wanita itu
" aku membawakan makanan, kau mau kan makan siang denganku " tannya wanita itu berharap bahwa dion mau makan siang dengannya,
" baiklah, ayo ikut aku keruanganku, " kata dion,
" kalian pergilah makan siang, aku akan makan siang dengannya " ucap dion, tentu saja mereka yg dimaksud adalah asistant dan sekretarisnnya itu
" baik tuan " jawabb mereka serempak, lalu meninggalkan dion dan wanita itu bersama, dion berjalan mendekati receptionist yg tadi,
" lain kali, jika dia datang, langsung suruh masuk, jangan menahannya, " ucap dion
" baik tuan, " jawab mereka serempak, sebenarnnya tafi disana ada dua receptionist, lalu dion dan wanita itu berjalan menuju ke lift dan naik ke lantai 45 dimana ruangan ceo berada
beberapa saat sebelumnnya,
" tuan, bagaimana kalau kota makan siang bersama " ucap melly, sekretaris ku
" oke, kita akan makan siang bersama, " kata ku, tiba tiba ponselnnya bergetar,
"aku ingin makan siang denganmu, aku sudah berada dikantormu, aku ada dikantormu, bisakah kau turun, aku tidak boleh masuk, " kata wanita itu, bahkan sebelum aku menyapannya, atau dia menyapannya
" apa yg kau lakukan disini, baiklah aku akan turun, " kata ku, apa yg dilakukannya, pikirku
" baiklah aku menunggumu, " kata wanita itu lalu menutup telponennya
" ayo kita turun, " kata dion, lalu mereka bertiga, turun kebawah
"apa yg kau lakukan disini, " tannya ku pada wanita itu
" aku membawakan makanan, kau mau kan makan siang denganku " tannya wanita itu berharap bahwa aku mau makan siang dengannya, itu terlihat dari matannya
" baiklah, ayo ikut aku keruanganku, " kata dion, dan matannya langsung berbinar binar, lalu aku tersenyum kecil, mungkin dia tidak menyadarinnya
" kalian pergilah makan siang, aku akan makan siang dengannya " ucap ku, tentu saja mereka yg kumaksud adalah asistant dan sekretarisku
" baik tuan " jawabb mereka serempak, lalu meninggalkan aku dan wanita itu bersama, aku berjalan mendekati receptionist yg tadi,
" lain kali, jika dia datang, langsung suruh masuk, jangan menahannya, " ucap ku
" baik tuan, " jawab mereka serempak, disana ada dua receptionist, lalu aku dan wanita itu berjalan menuju ke lift dan naik ke lantai 45 dimana ruangan ku berada,
" sebenarnnya kau tidak perlu membawakanku makan siang kesini, kau tidak perlu repot repot, karena aku bisa pergi kerstoran, atau tempat makan lainnya, " ucap dion, setelah mereka menyelesaikan makannya,
" baiklah baiklah, sepertinnya kau tidak mau aku datang kekantormu ya, " kata wanita itu sambil cemberut
" bukan begitu almeira, aku tidak ingin kau repot repot bolak balik, apalagi aku tau, ini pasti kau yg masak kan, aku tidak ingin kau repot repot memasak, " kata dion lembut,
" kau tidak merepotkanku, lagian aku tidak merasa kerepotan kok, sudahlah, mulai sekarang aku akan melakukan tugasku sebagai seorang istri, aku akan belajar menjadi istri yg baik, menyiapkan apa yg kau butuhkan, dan memasak setiap hari, " kata almeira bersemangat, dan membuat dion tertegun, sebab almeira dan aristia jauh sekali sifatnnya,
aristia hannya suka bersenang senang, belanja, melakukan perawatan, memanjakan dirinnya, tanpa mau melakuakn pekerjaan pekerjaan yg memeberatkan dirinnya, baginnya selama ada pembantu, untuk apa mengerjakannya sendiri, dulu, aku pernah memintaannya belajar memasak, tapi dia tidak pernah mau, akhirnnya aku lelah menyuruhnnya,
tapi almeira, dia adalah gadis yg baik, aku tau itu sejak menjalin kasih dengan aristia, dia suka membantu pelayan didapur, menyapuu, kadang merapikan beberapa barang, menyiram tanaman, berkebun hingga panas panasan, aku tau, dia suka menanam bunga, karena dia suka sekali dengan bunga, meskipun dulu dia agak menyebalkan, feminim, tapi kini dia jauh lebih pendiam, tidak seperti dulu yg cerewet,
**kenapa aku jadi membanding bandingkan mereka, mereka berbeda,
" emm**,ngomong ngomong, sifatmu itu berbeda sekali dengan aristia, aku bahkan sampai bergikir kalian bukan saudara, kupikir kau temannya dulu, " ucap dion
jantung almeira berdetak kencang, mendengar perkataan dion, dia takut jika dion mulai mencurigainnya, dia tidak mungkin mengatakan bahwa ibunnya adalah istri kedua ayahnnya, dia takut jika keluarga dion akan membencinnya setelah tau tentang rahasia ini,
"emm itu hannya, ee maksudnnya bagaimana kak, sifat apa ? tannyaku perlahan
" yah, seperti kau yg sering membantu para pelayan, kau sama sekali tidak sungkan saat membantu mereka, sedangakn aristia, dia sama sekali tidak mau menginjakkan kaki didapur,apalagi memasak, " ucap dion, lalu menghela nafas kasar
" itu karena aku sudah terbiasa, membantu mereka sejak kecil, dulu aku juga dilarang oleh papa, namun aku begitu keras kepala, akhirnnya papa mengijinkan aku untuk membantu mereka membersihkan debu menggunakan sulak,saja, namun menginjak remaja, aku mulai belajar memasak, jadi yahh itu semua karena terbiasa, " kata almeira sambil memandang pemandangan melallui kaca besar diruangan tersebut
" tapi wajahmu tidak ada mirip miripnnya dengan mama arini, " kata dion,
**jantungku berdetak tak karuan, mendengar hal itu keluar dari mulut kak dion, aku berusaha agar terlihat baik baik saja didepannya,
" hahaha, apa karena aku terlihat mirip dengan ayahku, mungkin begitu, emm aku pulang dulu ya**, aku mau istirahat, selamat bekerja, suamiku, " ucapku mencium pipi kirinnya, lalu berlalu, sesaat aku berbalik menatapnnya, namun dia masih diam terpaku,ditempatnnya, membelakangiku, aku tersenyum tipis lalu berbalik,
**dion tersadar dari lamunannya, dan menatap kepergian almeira, dengan senyum tipis, lalu kembali bekerja, sedangkan almeira didalam mobil masih senyum senyum sendiri, hingga membuat sang supir bergidik ngeri,
Jangan lupa**, like, vote, and coment ya guys,
happy reading guys •