
Setelah Dave mengantarkan Alea dan pamit pulang,kini Aea memasuki kamarnya,senyum terukir di wajahnya menanti saat hari bahagianya tiba
Ia segera membersihkan diri dan langsung ke area dapur untuk membuat cemilan,karena ia memang menyukainya
Ia pun membuka ponselnya untuk menanyakan apakah Dave sudah tiba di kediamannya
Yang terdengar hanya jawaban dari operator ,Alea pikir mungkin ponsel Dave kehabisan bateray atau kenapa,tapi ia akan coba lagi menghubunginya
Setelah beberapa menit ia coba lagi tapi jawabannya selalu sama,ia pun coba mengirim pesan
"Sayang ...kabari aku kalau kau sudah sampai,ok Love u"
Terdapat centang satu
Ia pun tak ingin berfikiran negatif,kini ia mencoba untuk memasukan lamaran yang ia kirim lewat e mail mungkin sudah ada yang merespon
Alea sumringah karena perusahaan Lexcorp memintanya untuk interview
"Mudah mudahan besok aku bisa diterima",ucap Alea bersemangat
Dering ponsel Alea kembali terdengar,ia segera membuka pesan yang masuk,alangkah terkejutnya ia mendapati pesan dari nomor yang tak dikenal nya
Sebuah photo Dave terbaring di rumah sakit,dan sebuah pesan ancaman yang membuatnya luruh dan menangis tersedu sedu
"*J*ika kau masih menginginkan kekasihmu hidup,tinggalkan dia,jangan lagi kau hadir di kehidupannya,aku tidak akan main main jika kau melakukan penolakan,
ingat nyawa kekasihmu ada pada pilihanmu,camkan itu Alea...
Dave...lirihnya
Ia tidak ingin kehilangan Dave,dan sungguh bingung siapa orang yang mengancamnya
"Apa yang harus ku lakukan,aku tidak mau kehilanganmu,ucap Alea menangis
"*A*pakah aku harus melepaskan mu,jika memang ini bisa menyelamatkan hidupnya,aku harus melakukannya
"*Da*ve....sungguh aku sangat mencintaimu lebih dari hidupku sendiri...batinnya
Alea menangis sendiri di dalam kamarnya, berhiaskan photo photo kenangan nya bersama Dave
Jemari lentik yang indah dihiasi oleh cincin pertunangannya kini ia lepaskan,
di ciumnya cincin berlian indah itu sebagai pengikat cinta mereka menuju hari pernikahan yang sebentar lagi akan di selenggarakan beberapa bulan ke depan
Tapi semuanya kandas,ia harus melepas paksa cintanya ,demi nyawa seseorang yang begitu berharga
Hati Alea berkecamuk,ia bertekad memberitahukan semuanya setelah ia dapat mengetahui siapa dalang dari semuanya,tapi ia tidak tahu harus berbuat apa untuk mencarinya
Aaargh....Alea frustasi ia tidak tahu harus bagaimana,ia hanya seseorang yang hidup sebatang kara setelah kedua orang tuanya meninggal
Tak terasa malam menjemput membawanya terlelap dalam mimpi
****
Pagi menyingsing,hangatnya matahari menerpa permukaan bumi yang masih berkabut
Alea mengerjapkan matanya ,ia melihat jam di atas nakas,waktu sudah mulai terang,ia beranjak dari tempat tidur untuk pergi membersihkan diri
Setelah selesai,ia bergegas,mengisi sedikit roti sandwich untuk mengisi energinya karena ia kini akan interview di salah satu perusahaan tempat ia melamar pekerjaan
Dengan lesu dan suasana hati yang buruk,Alea menjalani hari nya
"Semoga aku bisa diterima bekerja,ya tuhan hanya ini harapanku satu satunya,amin",Alea berdoa dan berharap semoga ia bisa bekerja dan memulai harapan baru
****
Perusahaan Lexcorp
Kini Alea sudah berdiri di depan gedung yang menjulang tinggi dan besar,sebuah perusahaan yang cukup ternama
Ia melangkahkan kakinya memasuki gedung kantor,setelah memasuki lobi perusahaan dan bertanya pada resepsionis,kini Alea menunggu untuk pelaksanaan interview
Dan ketika namanya di panggil ia langsung di hadapkan dengan bos perusahaan membuat alea sedikit gugup dan terkejut
Tok...tok...tok ..
Masuk
"Maaf tuan,ini peserta interview kita ",memberi hormat staf tadi mempersilahkan Alea untuk masuk
Seraya memberi hormat Alea memperkenalkan dirinya
"Selamat siang,saya Alea,yang akan mengikuti interview,memberi hormat,Alea menunduk melihat tatapan pria yang menjadi Ceo di perusahaan tersebut
"Silahkan duduk nona Alea" ucapnya,senyum terukir di wajah pria itu
"Saya Albert....
...Maaf ya kalau ceritanya jelek mudah mudahan semuanya suka ,jangan lupa favoritkan ya,like dan komentar ya...