Don'T Leave Me Please

Don'T Leave Me Please
BAB 09



Hujan mengguyur kota ini, dengan derasnnya, petir pun juga seperti bersahutan, setelah keluarga anggara makan malam bersama, sekarang mereka berada dikamar masing masing, bersiap siap untuk tidur, namun seorang gadis muda malah justru asyik sendiri didepan cermin, siapa lagi kalau bukan almeira,


almeira kinara ayunda, gadis cantik berusia 17 tahunan, kini sedang asik didepan meja rias, tanpa tau bahwa seseorang memperhatikannya sejak tadi,



setelah ia selesai merapikan rambutnnya, yg ia urai, ia beranjak dari tempat duduknnya menuju kekasur,


" kenapa menatapku begitu, apa ada yg aneh ? " tannya almeira, yg melihat dion menatapnnya tajam


" apa kau sudah tidak waras ? tannya dion balik, tanpa menjawab pertannyaan yg almeira lontarkan,


" apa maksudmu, ? tannya almeira lagi, dengan kening berkerut


" kenapa kau memakai baju seperti itu, saat udara dingin sekali, apa kau mau menggodaku ? tannya dion dengan tatapan nakalnnya, membuat almeira terkejut


" aku sudah biasa memakai pakaian seperti ini saat tidur, karena kemungkinan, saat tengah malam udara akan terasa gerah, " ucap almeira, membaringkan tubuhnnya kekasur, dan menarik selimut sebatas dada


" kenapa harus memakai pakaian seperti itu, bukankah sudah ada AC ? tannya dion, pasalnnya, tidak mungkin kan, dirumah almeira tidak ada AC


" aku tidak suka menggunakan AC, aku lebih suka biasa saja tanpa AC " jawab almeira lalu membelakangi dion


" jadi begitu ya, kau tidak berencana menggodaku ? tannya dion, memeluk almeira dari belakang, membuat tubuh almeira kaku


" tidak, " jwab almeira singkat, lalu almeira mengingat sang kakak, lalu almeira berbalik menatap dion, hingga manik mata mereka bertemu,


" bagaimana jika kak aristia kembali, apa kau akan meninggalkanku ? tannya almeira, menatap lurus kearah dion


" tidak, aku tidak akan meninggalkanmu " tegas dion


" apa kau yakin, bukankah kau mencintai kakakku, ? tannya almeira, dengan sendu


" ya, itu memang benar, tapi bagiku, pernikahan hannya sekali, dan itu denganmu, bukan dengan aristia, atau yg lainnya, " kata dion,


jantung almeira berdebar kencang mendengarnnya,


" **kau mau kan ? tannya dion sambil menaik naikkan alisnnya, menggoda almeira, yg terlihat salah tingkah saat ini, dan almeira hannya mengagukkan kepalannya,


entah siapa yg memulainnya terlebih dahulu, namun kini kening mereka sudah saling bersentuhan, bahkan hidung mereka juga, lalu mereka saling bercium**, lalu malam ini terjadilah yg memang seharusnnya terjadi, melakukan hubungan suami istri tanpa cinta,


membuat suhu tubuh nereka yg seharusnnya dingin menjadi panas, dan berkeringat,


ditempat lain, seorang wanita berusia 20 tahun lebih, tengah terbaring dibrankar rumah sakit, lalu tersenyum memandang sebuah foto diponselnnya**,


" bisakah kau menceritakan apa yg terjadi setelah kepergianku " ucap wanita muda itu


" baiklah nyonnya, " ucap sang asistant, lalu menceritakan segalannya, ekspresi wanita itu langsung seketika berubah, tanpa diduga, wanita yg dulunnya anggun itu langsunh seketika berubah, wanita itu membanting barang barang yg ada di dekatnnya, sang asistant langsung betsusaha menghentikan apa yg dilakukan sang majikan,


namun naas nnya dialah yg terkena lemparan vas bunga hingga kepalannya cidera, lalu ia pergi untuk memanggil dokter, setelah dokter datang, sang wanita langsung dibius, agar tenang, karena sepertinnya dia sedikit tergoncang,


jika ditempat tadi aristia dan dion sedang memadu kasih, maka disini, seorang wanita jiwannya justru tergoncang, dan tak dapat menerima kennyataan, bahwasannya sang kekasih kini telah menikah dengan sang adik,


pria yg dicintainnya telah menjadi milik sang adik, adiknnya sendiri, dia berpikir bahwa mereka menghianatinnya, tanpa menyadari bahwa dia sendirilah yg membuat semua kejadian ini terjadi, mungkin jika dia tidak pergi, dia tidak akan merasakan semua ini, namun semua berawal dari kesalahannya sendiri,


namun dia justru menyalahkan orang lain atas kesalahannya, merasa bahwa dialah yg paling tersakiti, merasa bahwa dialah yg dikhianati, merasa bahwa dialah yg harusnnya dikasihani, merasa bahwa dialah korban disini, tanpa menyadari bahwa yg dilakukan sudah melukai bannyak hati,


bannyak hati yg terlukan karenannya, bannyak hati yg kecewa karena keputusannya, bannyak hati yg merasa bahwa mereka telah dipermaluka, bannyak hati yg merasa marah atas kepergiannya, ada yg kecewa, marah, sedih, sakit hati, patah hati, namun, dia justru merasa bahwa dialah yg harusnnya dikasihani disini,


......bagaimana menurut kalian ?......


siapa korbannya disini ?


...siapa yg harusnnya dikasihani ?...


^^^siapa yg paling dirugikan ?^^^


jangan lupa, coment, like, and vote, ya guys


HAPPY READING GUYS *