Don'T Leave Me Please

Don'T Leave Me Please
08



Gadis cantik bergaun ungu muda terlihat keluar dari mobilnnya menggunakan kaca mata hitam, tas jinjing, dan rambut yg diikat, lalu poninnya yg terlihat indah, menutipi jidatnnya, berjalan memasuki sebuah bangunan tinggi, bangunan tertinggi yg ada dikota itu, sebuah perusahaan besar di kota itu,


berjalan memasuki gedung tersebut, lalu bertannya pada sang receptionist,


" maaf pak dion siapa ya ? tannya sang receptionist


" dion anggara " jawab wanita itu dengan senyum manisnnya, lalu menyimpan kaca matannya didalam tas jinjingnnya, terlihat ditangan yg satunnya, ia memegang seperti kotak bekal,


" maaf, apa anda sudah membuat janji, " tannya sang receptionist,


" belum, tapi tannyakan saja, padannya, apa aku boleh masuk " jawab wanita cantik itu


" maaf nyonnya, jika anda belum membuat janji, sebaiknnya anda membuat janji terlebih dahulu, " jawab sang receptionist, wanita itu hannya menghela nafas


lalu sang wanita menelfone seseorang,


" aku ingin makan siang denganmu, aku sudah berada dikantormu, aku ada dikantormu, bisakah kau turun, aku tidak boleh masuk, " kata wanita itu,


Sampai sebuah notif mengalihkan perhatianku. Dan membuatku menentukan keputusan. Jika aku akan bertanya pada vano. Sekarang atau kapan itulah pertanyaannya.Gadis cantik bergaun ungu muda terlihat keluar dari mobilnnya menggunakan kaca mata hitam, tas jinjing, dan rambut yg diikat, lalu poninnya yg terlihat indah, menutipi jidatnnya, berjalan memasuki sebuah bangunan tinggi, bangunan tertinggi yg ada dikota itu, sebuah perusahaan besar di kota itu,


berjalan memasuki gedung tersebut, lalu bertannya pada sang receptionist,


" maaf pak dion siapa ya ? tannya sang receptionist


" dion anggara " jawab wanita itu dengan senyum manisnnya, lalu menyimpan kaca matannya didalam tas jinjingnnya, terlihat ditangan yg satunnya, ia memegang seperti kotak bekal,


" maaf, apa anda sudah membuat janji, " tannya sang receptionist,


" belum, tapi tannyakan saja, padannya, apa aku boleh masuk " jawab wanita cantik itu


" maaf nyonnya, jika anda belum membuat janji, sebaiknnya anda membuat janji terlebih dahulu, " jawab sang receptionist, wanita itu hannya menghela nafas


lalu sang wanita menelfone seseorang,


" aku ingin makan siang denganmu, aku sudah berada dikantormu, aku ada dikantormu, bisakah kau turun, aku tidak boleh masuk, " kata wanita itu,Gadis cantik bergaun ungu muda terlihat keluar dari mobilnnya menggunakan kaca mata hitam, tas jinjing, dan rambut yg diikat, lalu poninnya yg terlihat indah, menutipi jidatnnya, berjalan memasuki sebuah bangunan tinggi, bangunan tertinggi yg ada dikota itu, sebuah perusahaan besar di kota itu,


berjalan memasuki gedung tersebut, lalu bertannya pada sang receptionist,


" maaf pak dion siapa ya ? tannya sang receptionist


" dion anggara " jawab wanita itu dengan senyum manisnnya, lalu menyimpan kaca matannya didalam tas jinjingnnya, terlihat ditangan yg satunnya, ia memegang seperti kotak bekal,


" maaf, apa anda sudah membuat janji, " tannya sang receptionist,


" belum, tapi tannyakan saja, padannya, apa aku boleh masuk " jawab wanita cantik itu


" maaf nyonnya, jika anda belum membuat janji, sebaiknnya anda membuat janji terlebih dahulu, " jawab sang receptionist, wanita itu hannya menghela nafas


lalu sang wanita menelfone seseorang,


" aku ingin makan siang denganmu, aku sudah berada dikantormu, aku ada dikantormu, bisakah kau turun, aku tidak boleh masuk, " kata wanita itu,Gadis cantik bergaun ungu muda terlihat keluar dari mobilnnya menggunakan kaca mata hitam, tas jinjing, dan rambut yg diikat, lalu poninnya yg terlihat indah, menutipi jidatnnya, berjalan memasuki sebuah bangunan tinggi, bangunan tertinggi yg ada dikota itu, sebuah perusahaan besar di kota itu,


berjalan memasuki gedung tersebut, lalu bertannya pada sang receptionist,


" maaf pak dion siapa ya ? tannya sang receptionist


" dion anggara " jawab wanita itu dengan senyum manisnnya, lalu menyimpan kaca matannya didalam tas jinjingnnya, terlihat ditangan yg satunnya, ia memegang seperti kotak bekal,


" maaf, apa anda sudah membuat janji, " tannya sang receptionist,


" belum, tapi tannyakan saja, padannya, apa aku boleh masuk " jawab wanita cantik itu


" maaf nyonnya, jika anda belum membuat janji, sebaiknnya anda membuat janji terlebih dahulu, " jawab sang receptionist, wanita itu hannya menghela nafas


lalu sang wanita menelfone seseorang,


" aku ingin makan siang denganmu, aku sudah berada dikantormu, aku ada