Don'T Leave Me Please

Don'T Leave Me Please
BAB 14



CUMA MAU BILANG, MAKASIH UDAH MAMPIR, JANGAN LUPA, LIKE, VOTE, AND COMENT, NGGAK MAKSA KOK, KALAU MAU AJA, KALAU NGGAK MAU YA NGGK PAPA,


💞☘️💞☘️💞☘️💞☘️💞☘️💞☘️💞☘️💞


sebenarnya saat itu almira baru saja turun dari kamar, ia hendak pergi untuk jalan-jalan di taman belakang rumah sebentar, namun baru saja menginjak tangga ke 3, ia melihat sosok yang sangat tidak asing baginya, dialah raina sahabatnya, ia merasa bahwa ia tidak salah lihat, itu memang raina sahabatnya,


apa yg raina lakukan disini pagi pagi sekali ? tentu saja pertannyaan itu hannya berputar saja dikepalannya,


apa raina mengenal keluarga ini ? apa dia sangat dekat dengan keluarga ini ? itulah pertannyaan yg ada dikepalannya saat ini, namun, semua pertannyaan itu hannya ia simpan dikepalannya sendiri,


ia segera lewat tangga samping agar tidak terlihat oleh Raina Oleh sebab itu dia pergi kearah dapur, bersembunyi di kolong meja makan dan akhirnya bertemu dengan dion,


*****


sampai dikamar almeira langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk, dia mendengar suara gemericik air mungkin Dion sedang mandi, namun Kenapa mandi lagi ?


bukankah tadi pagi dia sudah mandi, mandi lagi ? ini siang hari loh, Terserah lah almeira terlihat tidak peduli,


" aku masih kesal tadi padanya, Kenapa dia membiarkan saja waktu Raina memeluknya, Aku kesal, kesal pokoknya " gerutu almeira didalam hati , dengan mulut komat kamit nggk jelas,


jelas saja itu membuat almeira kesal, melihat sang suami dipeluk wanita lain, bahkan suaminya itu tidak melepaskan pelukannya, justru ia malah terlihat biasa saja dan menikmatinya, Tentu saja almeira cemburu melihatnya,


bahkan wajahnnya kini terlihat agak memerah, karena memendam kekesalannya itu, apa suaminnya itu tidak tau bahwa almeira sedang cemburu, suaminnya itu ternnyata kurang peka yah,


pintu seperti jalan dan terlihat pintu kamar mandi terbuka dan akhirnya terlihat orang yang sedang dibicarakan oleh almeira dalam hatinnya itu


" akhirnnya, keluar juga kamu mas " nada sinis keluar dari ucalan almeira, membuat dion mengeryitkan dahinnya


" mas ? kamu kok manggilnnya aneh aneh sih ? sayang ? kadang kak ? setelah itu ganti mas ? yg mana yg bener ? " dengan santainnya setelah menjawab ucapan almeira, dion melenggang begitu saja dari hadapan almeira, dan langsung menjatuhkan diri diatas ranjang


" kamu kenapa sih ? nggk kaya biasannya lemah lembut, sekarang malah balik lagi kesifat asal, " kata dion dengan wajah ditekuk, masam


" terus kenapa kalau balik lagi kesifat asal ? kamu nggk suka ? " tannya almeura ketus, membuat dion menghembuskan nafas kesal


"kamu itu sebenarnnya kenapa sih ? tannya dion, mencoba sabar, menghadapi tingkah istrinnya yg tiba tiba saja, jadi aneh gitu


" enggk papa, aku baik baik aja, buktinnya aku waras wiris " ucap almeira dengan nada ngerap, dion mendelikkan matannya


mungkin wanita ini sedang dalam mode gila, begitulah yg ada dipikiran dion saat ini,


" kamu maunnya apa ? tannya dion menatap wajah sang istri yg saat ini tertidur diranjang yg sama dengannya,


" nggk mau apa apa, "


" yakin, nggk mau apa apa ?


" iya, aku nggk mau apa apa " tegas almeira


" beemneran nggk papa ?


" iya " teriak almeira


dion terkekeh pelan


" oke, oke terserah, gimana kalau besok siang makan bersama direstoran " dion membelai wajah almeira, saat mengatakannya


" boleh aja, " almeira menirukan suara susanti, membuat senyum kecil terbit di wajah dion,