Don'T Leave Me Please

Don'T Leave Me Please
BAB 15



Malam ini semua tamu undangan telah hadir, untuk menghadiri pesta ulang tahun rasika, dan mama juga akan mengenalkan almeira pada semua orang, almeira sebenarnnya tidak mau dikenalkan pada semua orang, namun mama ani memaksa, jadinnya almeira hannya mengikuti kemauan sang mama mertua,


saat ini, almeira sedang mematut dirinnya sendiri didepan cermin, menatap wajahnnya yg terlihat cantik dengan polesan make up yg sederhana, dengan balutan dress berwarna hitam, dengan motif bintang bintang, membuatnnya semakin cantik, namun, terlihat sederhana,



dengan beberapa aksesoris tambahan, yg ia dapat dari kamar khusus untuk sang bunda kinara yg buatkan oleh sang ayah, membuatnnya terlihat elegan, wajahnnya memang cantik, mirip sekali dengan sang bundannya, karena sang bunda memiliki darah campuran belgia dan korea, sedangkan sang ayah campuran korea indonesia, almeira sendiri lahir di belgia,


namun dibesarkan diindonesia, mama tirinnya atau mama airini adalah blasteran amerika indonesia, lahir di indonesia,


sebuah tepukan di bahu almeira membuatnnya tersadar dari lamunannya,


" apa ? " dion menatap penuh tannya, saat almeira menatap dion kesal


" sayang, jangan ngagetin deh, aku kaget tau, rasannya jantungku mau loncat ihh, " almeira menatap dion tajam, alis menukik tajam dan bibir mengerucut,


" hahhahah oke oke, maaf, udah selesai kan dandannya, ayo turun, mama udah nungguin loh, mau dikenalin ke temen temennya, " dion menarik tangan almeira


mereka turun dan ani langsung menghampiri sang anak dan menantunnya, lalu membawa sang menantu ke sekumpulan wanita berusia 30 tahun an


" hai jeng, kenalin, ini menantuku, namannya almeira, almeira, ini teman teman mama, " ucap ani lemah lembut sesuai dengan gaya khasnnya yg lembut nan anggun


" wahh menantunnya cantik ya, "


" iya, cantik banget, "


" lebih cantik yg ini ya, dari pada yg tunangan kemaren,"


" iya, kelihatan lebih sopan lagi,"


" emm, tante, mama, aku pamit dulu ya, mau nemenin rasika," almeira merasa tidak nyaman dibandingkan dengan aristia


" silahkan," ucap serempak teman teman ani


...•••...


berjalan menuju ketempat rasika, namun, almeira menghentikan langkahnnya sejenak, melihat dion bercengkrama dengan raina, tertawa bersama, membuat almeira merasa sesak, segera mengalihkan pandangannya, meira berjalan kerah rasika,


" hei, kenapa murung," almeira bertannya, rasika mendongak menatap sang kakak ipar,


" tidak apa apa kak, " almeira menatap rasika menyelidik, membuat sang adik ipar salah tingkah dibuatnnya


" ceritakan, tapi jangan disini, ayo kesana, " almeira menunjuk ke taman belakang, yg agak sepi, mereka berjalan menuju keayunan gantung dibelakang rumah tersebut,


" ada apa, katakan, bukankah kita teman, " ucap almeira lembut, membuat rasika tersenyum simpul


" begini kak, pria yg tadi pagi berkenalan dengan kita, aku jatuh cinta padannya, tapi.." rasika menjeda ucapannya, sedangkan almeira mengerutkan dahinnya, dan menaikkan satu alisnnya,


" dia sudah memiliki kekasih kak, " rasika terlihat lesu saat mengatakan hal itu, almeira tersenyum tipis mendengarnnya,


" kekasih ? apa dia mengatakannya padamu, ? tannya almeira, mengelus bahu sang adik ipar,


" kekasihnnya menemuinnya beberapa saat setelah kakak pergi meninggalkan kami berdua," rasika menghela nafas, almeira berusaha menghibur hati sang adik ipar, yg tengah patah hati tersebut,


" sudahlah, mungkin dia bukan jodohmu, tapi tenang saja, jika kalian berjodoh, maka pria itu akan menjadi milikmu, kalian akan bersatu, kalian akan bersama untuk selamannya, namun jika kalian tidak ditakdirkan bersama, sekuat apapun kau berusaha, maka pria itu tidak akan menjadi pendamping hidupmu, " almeira memeluk adik iparnnya tersebut, rasika menangis dalam pelukan kakak iparnnya, agak lama, hingga,


" ekhem, ekhem, "


" gimana acara peluk pelukannya, udah selesai belom, dari tadi dicariin ternnyata kalian disini, " ucap mama ani, yg ternnyata tak datang sendiri, namun bersama dengan seseorang yg aku hindari akhir akhir ini