Don'T Leave Me Please

Don'T Leave Me Please
Flashback#setahun sekali



Alea kini menjalani rutinitasnya,setiap pagi ia ke kantor kadang ia menggunakan taxi atau Albert yang menjemputnya,keduanya kini tidak lagi canggung,ia sudah mulai nyaman dengan pekerjaannya


Seperti sekarang ini Alea dan Albert sedang mengadakan pertemuan dengan klien,keduanya nampak fokus berdiskusi dengan salah satu klien nya


Tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu makan siang mereka pun selesai dengan kerjasama yang sudah disepakati


"Terima kasih ,atas kerjasama nya,saya senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda ,tuan Albert",ucap klien menjabat tangan dan pamit undur diri


"Sama sama,semoga kita bisa mencapai kesuksesan,sahut Albert


Tinggallah Albert dan Alea,Albert sengaja mengajak Alea untuk sekalian makan siang


"Alea,kau mau pesan apa?tanya Albert


"Saya mengikuti tuan saja,Alea menjawab dengan formal,karena bagaimana pun juga ia harus profesional


"Jangan panggil aku tuan saat kita berdua Alea,panggil namaku saja,pinta Albert


Alea hanya bisa mengiyakan,karena itu perintah atasannya ia tidak mau banyak bertanya


"Ba...baik Albert,ucap Alea terbata,


mereka pun menikmati makan siang


Setelah selesai,Alea bertanya tentang kondisi Dave,ia sangat merindukan kekasihnya itu,namun ia harus bertahan sampai Dave kembali siuman


"Albert..bagaimana kondisi Dave sekarang"dengan raut sendu ia bertanya


"Hah..menarik napas panjang,Albert memijit pelipisnya,ia juga sangat sedih dengan kondisi saudaranya itu


"Dia masih koma ,aku juga tidak tahu kapan ia akan siuman,terlihat tatapan sendu dari Albert


"Aku akan terus memantau perkembangannya,orang ku selalu mengawasinya,tidak akan ada orang yang tahu termasuk ibu tirinya sendiri,karena aku ingin melindungi satu satunya saudaraku yang masih ada,jadi kau tak perlu khawatir"ucap Albert tersenyum,ia ingin Alea tidak putus asa


"Syukurlah,aku sedikit merasa tenang,tapi sampai kapan ia akan terbaring",cap Alea


"Kita sama sama berdoa dan bersabar,hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang,ucap Albert ,Alea pun mengangguk,ia yakin suatu saat Dave akan kembali sadar


****


Alea termenung di balkon kamarnya,ia menerawang saat masih bersama Dave


Ia ingat lusa adalah hari peringatan mendiang ibu Dave,dimana setiap setahun sekali ia dan Dave selalu memperingatinya


"*A*ku akan ke mengunjungi makam ibu ,semoga kau segera kembali,karena aku akan menceritakan semuanya,lirihnya


Hinga dering ponsel Alea berbunyi,ia segera mengangkat panggilannya,Albert....


"*Halo Ale*a,tadi siang aku dapat informasi bahwa Dave sudah sadar,maaf ponselku mati jadi aku baru tahu kabarnya sekarang,karena itu aku langsung menghubungimu",terdengar nada senang dari Albert


Tes


Air mata Alea jatuh,ia luruh,perasaan lega menghampirinya


"Terima kasih tuhan kau masih memberi kesempatan Dave"ucapnya masih tersambung dalam panggilannya


"*Y*a,kita harus bersyukur,tuhan masih memberi dave kesempatan hidup


"*A*ku akan terus melihat perkembangannya,karena khawatir akan ada lagi upaya untuk menyingkirkan Dave,setelah ia siuman"ucap Albert


"Ya,sebaiknya harus lebih waspada lagi,aku takut terjadi sesuatu lagi pada Dave,Alea mengiyakan ucapan Albert


"*Ja*ngan menangis lagi Alea,setelah ini perlahan kau bisa menceritakan semuanya,kita akan membuat rencana,mengungkap dalang dari semuanya"Albert menyemangati Alea


"Terima kasih Albert,kau memang saudara Dave terbaik,Alea pun kembali tersenyum dan mereka pun mengakhiri panggilannya


Ada rasa lega saat tahu Dave sudah siuman,tapi rasa khawatir juga takut menyelimuti saat nyawa kekasihnya itu masih terancam


"Aku berharap kau tahu,aku meninggalkanmu karena aku tidak ingin kehilanganmu,aku takut kau membenciku saat kita bertemu kembali"


"Dave,....percayalah padaku sayang...lirihnya


Air mata Alea kembali jatuh,ia menangis tersedu sedu,hingga tak terasa,rasa lelah menghampiri dan membawa ia terlelap dalam mimpi


...Mohon dukungannya,like komentar,dan favoritnya di ya,semoga reader suka,salam dari mommy...