Don'T Leave Me Please

Don'T Leave Me Please
bab 07



Aku berjalan dengan diam diam saat orang tuaku sedang ada diteras. Aku masih malas saat bertemu ibu. Aku berjalan dari teras belakang. Dan mengambil mobil lalu melaju kearah panti. Pagi hari ini aku terus merasa jantung ku berdetak dengan kencang tiap detiknya tidak sabar menunggu penjelasan dari sania.


Sania tersenyum melihatku. "Mau langsung saja?"


"iya aku udah penasaran banget. Ga bisa ditunda lagi," ucapku.


...SANIA POV...


satu tahun yang lalu kami berpacaran. Aku dan rey ternyata unmurku dan dia berbeda 1 tahun. Aku lebih tua tapi tidak apa. Kami backstreet karena orang tua ku tidak mengijinkanku menjalin hubingan asmara saat sekolah.


Sahabatku, mawar dia menyukai vano adik kelas kami. Mawar jatuh cinta pada vano dan terus mengejarnya. Tapi vano sama sekali tidak peduli. Anggi akhirnya berpacaran dengan vano. Anggi jadi sasaran pembullyan kami karena berpacaran dengan vano.


Mawar juga sangat kesal pada anggi karena saat itu tepat sebelum kita naik kelas 12 adalah olimpiade terakhir mawar. Ayahnya bilang jika mawar tidak bisa memenangakn olimpiade itu mawar tidak boleh bertemu ibunya lagi.


Mawar berusaha fokus pada olimpiadenya mawar bekerja keras siang malam agar bisa bertemu ibunya. Tapi akhirnya mawar gagal karena anggi yang justru dipilih mengikuti olimpiade.


Mawar dimarahi ayahnya habis habisan bahkan ditampar dipukul karena kalah seleksi.


Mawar kesal dan kebenciannya menumpuk. Aku dan mawar akhirnya meminta anggi datang kesekolah malam itu. Aku menyeretnya yang kau lihat malam itu adalah aku. Aku tau kau datang kesekolah waktu itu.


Aku membiarkanmu. Karena aku tau kau penakut. Aku masih ingat bagaimana kau bersembunyi dibalik pagar karena ketakutan dan berlari.


Malam itu kami menyiksanya tapi harusnya anggi baik baik saja. kami mengunci anggi ditoilet. Dan tidak tau bagaimana tiba tiba dipagi hari anggi ditemukan meninggal.


Begitu ceritanya. Dan rey ternyata saudara anggi. Dia memutuskan hubungan kami begitu mawar mengakui perbuatannya. Tanpa menyeretku. Tapi rey tetap tidak peduli dan mungkin dia masih mencari bukti jika aku juga terlibat.


Aku dan mawar tidak tau. Sama sekali tidak tau jika anggi adalah saudara rey. Saudara kembar tepatnya karena tidak identik.


Aku hamil tapi aku tidak memberitahu rey. Karena hubungan kami telah berakhir.


Ayah dan ibu marah saat tau aku hamil dan aku menolak memberitahu siapa ayahnya ayah dan ibu akhirnya membawaku kesini karena malu.


POV END


"Begitu ceritanya, jika rey pindah kesekolahmu, berhati hati lah, aku takut dia akan mencelakaimu," ucap sania. Aku bahkan masih syok sampai tidak tau harus berkata apa.


Aku terlalu lelah untuk mencerna semua informasi ini. Aku memilih untuk pulanh dulu dan menenangkan diri. Entah siapa yang salah disini. Aku bahakn tidak tau semuanya begitu rumit. Dan apa tadi, vano pacaran dengan anggi. Kenapa aku bisa tidak tau. Seansos itukan aku. Sampai aku bahkan tidak tau apapun.


Tentang tan kelasku aku bahkan tidak tau. Teman macam apa aku. Aku tidak seansos itua ku yakin. tapi aku benar benar tidak tau karena tidak ada yang menceritakannya padaku.


Atau mereka sebenarnya backstreet. Haruskan aku tanya kan ini pada vano langsung. Tapi kami tidak sedekat itu.


Sampai sebuah notif mengalihakn perhatianku. Dan membuatku menentukan keputusan. Jika aku akan bertanya pada vano. Sekarang atau kapan itulah pertanyaannya.