
Tubuh yang bergetar,rasa sesal yang menyelimuti hati,tidak ada lagi alasan untuknya bertahan,semuanya sia sia,ia menyadari tidak akan ada kebahagiaan disaat semuanya berakhir karena dendam
Semua orang terkejut melihat apa yang dilakukan Marylin yang mengakhiri hidupnya
Tubuhnya terkulai dengan darah yang mengalir di permukaan lantai
Dave berjongkok,tangannya mengusap air mata yang jatuh d pipi sang ibu tiri
"*M*a...af....."
Marylin berucap dan memegang tangan Dave
Napas Dave tercekat,harusnya ia senang apa yang terjadi pada Marylin,tapi hatinya sedikit linu melihat wajah yang mulai pucat dan dingin
Menganggukan wajah Dave berkata
"Terima kasih kau mau merawat ku,aku sudah memaafkan mu",ucapnya dengan tatapan yang sulit di artikan
Mata yang perlahan tertutup,dengan buliran sisa air mata,Marylin menghembuskan napas terakhirnya
Yasmin dan Edward tampak membatu,ia sudah pasrah melihat keadaan sekitar tidak bisa lagi berontak karena semua anak buahnya sudah berhasil di ringkus
"Pa..man," ucap Dave melihat David yang sedari tadi melihatnya
David tersenyum dan mengangguk ia merentangkan tangannya dan Dave memeluknya,rasanya baru kali ini ia merasakan lagi pelukan sang paman yang bertahun tahun renggang akibat dendam seseorang kepada keluarganya
"Sekarang kita bisa bersama lagi,ucap David
****
Kini Edward dan Yasmin sudah mendekam di penjara,Yasmin meratapi dirinya di buih dengan keadaan hamil,ia sudah sempat menggugurkannya,tapi hati kecilnya berkata lain
"Aku masih mempertahankan mu,jadi kau harus tau diri,jangan buat aku kesusahan,ucapnya sembari mengelus perutnya yang masih rata
Bulir air mata jatuh tak terasa,Yasmin merebahkan dirinya di lantai sel yang dingin,hingga ia terlelap
****
Hari hari dave ia sibukkan dengan pekerjaan,ia sesekali mengunjungi makam kekasihnya,hampir tiap hari ia selalu mengunjunginya,rasa penyesalan yang dalam terus menghantui hidup Dave
"kau tahu,aku selalu bermimpi kau hadir dan kita bersama kembali,Dave meneteskan air matanya,dada nya terasa sesak,perlahan jemarinya mengelus nisan orang yang ia cintai sekaligus ia sakiti
"Aku akan terima semua hukuman,semua rasa sakit,semuanya belum seberapa dengan penderitaan mu,ku mohon Alea......napas Dave tercekat
Ia menaruh bunga dan mencium nisan Alea,kemudian ia bangkit
"Aku pamit,besok aku pasti datang lagi,jadi jangan merasa kesepian ,sayang...ucapnya
Berbalik Dave meninggalkan pemakaman,setiap hari sudah jadi rutinitas Dave sekarang ini
Dave kini sudah mengetahui semua cerita orang tuanya meninggal dan semua skenario hidupnya
Dave,Albert dan pamannya kini tak ada lagi permusuhan,ia kini membangun proyek bersama
****
Di padang rumput yang hijau,ia begitu bebas memeluk sang kekasih
Ia begitu rindu,rasanya tidak ada lagi tempat ternyaman sekarang ini
"Dave...panggil Alea seraya mengelus rahangnya senyum terukir di wajahnya
Dave mengecup jemari yang menyentuh wajahnya
"Jangan pergi lagi....lirihnya seraya mengelus wajah cantik sang kekasih dan menatap dalam,rasa sakit dan penyesalan terlintas ,ia sungguh tidak ingin wanita ini pergi selamanya
Alea hanya tersenyum
Dave berucap kembali
"Kau tidak ku ijinkan untuk pergi lagi,...
"Maafkan aku Alea.....
Hanya senyuman yang ia lihat dari sang kekasih,Dave memeluk erat,ia tidak ingin lagi kehilangan wanita itu
"Tunggu aku sayang",...Dave mengecup kening Alea dan terlelap
Kelopak matanya kembali terbuka
Hah...menarik napas pelan,Dave terbangun
"Aku memimpikan mu lagi,sayang...lirihnya
...Dukung othornya dengan cara favoritkan,like dan komentarnya,maaf othornya masih amatir,happy reading...