
Wanita paruh baya memberi dia tatapan tajam "Alex, benar dia gadis penggoda itu kan?!"
"Aku tidak seperti itu" ucap Mary dengan suara lemah.
Pemuda itu menatap Mary dengan raut wajah meminta maaf lalu meraih lengan ibunya "ayo, pergi dari sini"
Wanita paruh baya itu menatap anaknya dengan tidak suka "kamu sama saja seperti kakak laki-laki mu, kenapa harus gadis penggoda ini?!"
Tiba-tiba terdengar suara dingin seorang pemuda yang berdiri tepat di samping Mary "siapa yang anda maksud gadis penggoda?" Tanyanya seraya merangkul pundak Mary.
Mary mendongak dengan gelisah, takut-takut kakaknya percaya dengan ucapan wanita paru baya itu.
Ashley tersenyum lembut lalu mengulurkan tangan mengusap dahi Mary yang terdapat buliran keringat "Mary kecil, bagaimana bisa kamu diganggu saat aku baru meninggalkanmu beberapa menit? Hmm?"
Melihat interaksi keduanya membuat Alex merasa tidak nyaman, seakan dadanya tertimpa batu besar.
Pemuda didepannya sangat tampan, bertubuh tinggi, ramping, kulit terutama wajahnya sangat halus melebihi kulit bayi, putih tanpa cacat, mata sipit, buluh mata lentik, hidung mancung, bibir tipis berwarna merah hampir mengeluarkan darah, dan warna bola matanya biru cerah yang sangat indah dan unik.
Beberapa wanita paruh baya itu dibuat terpesona oleh makhluk ciptaan Tuhan didepan mereka, sungguh makhluk ciptaan Tuhan paling indah yang pernah mereka lihat.
Sedangkan pemuda yang bersama Alex mengerutkan alisnya, dia merasa tidak asing dengan wajah pemuda itu tetapi dia lupa melihatnya dimana.
"Gerry? Ada apa denganmu?" Tanya wanita disampingnya seraya mengikut lengan Gerry, sedangkan Gerry hanya menggeleng.
"Heii pemuda tampan, kencanilah gadis baik-baik, dia itu gadis penggoda" ucap wanita paruh baya itu menasehati lalu menatap Mary dengan tajam "jangan dekati lagi putraku wanita penggoda. Dugaan ku benar kamu bukan wanita baik-baik, baru kemarin kamu menggoda putraku hari ini kamu sudah menemukan pengganti" ucapnya dengan cibiran.
"Ibu, jangan berbicara seperti itu, Mary tidak seperti yang ibu bicarakan" ucap Alex dengan suara tinggi. Dia yang paling tahu siapa Mary dan apa yang baru saja dituduhkan oleh ibunya itu salah sekali tidak benar.
"Kamu sudah dibutakan oleh cinta. Dan ibu sangat yakin pemuda ini akan ditinggal setelah dia menguras habis hartanya. Dia itu gad..."
Ucapannya terpotong dengan suara pemuda didepannya "dia tunangan ku"
Semua orang yang berada di sekitarnya terdiam, sedangkan Alex sangat terkejut dengan pernyataan pemuda didepannya.
Mary yang dia tahu tidak mempunyai kerabat apalagi seorang pemuda yang tiba-tiba mengaku menjadi tunangannya.
"Kakak, itu..." Ucap Mary dengan ragu-ragu.
Ashley menghentikan langkahnya lalu memegang bahu Mary dan menatap langsung matanya "jangan takut, sekarang kamu punya kakak" ucapnya dengan wajah serius.
Mata Mary berkaca-kaca "kakak.." ucapnya terpotong dengan tarikan Ashley membawanya ke dalam pelukannya.
Mereka berpelukan beberapa saat lalu Ashley menjauhkan tubuhnya dan menghapus air mata Mary yang mengalir di sudut matanya, keduanya tidak menyadari jika kelakuannya terkesan sangat romantis di mata pengunjung lainnya.
"Ug sayang, aku juga mau dipeluk" ucap seorang gadis kepada kekasihnya.
"Haiss aku sudah Kenyang dengan keromantisan mereka"
"Sayang, lihat pemuda itu, kamu tirulah dia"
"Sangat tampan"
Mary yang melihat beberapa pasangan yang telah berpelukan pun tertawa kecil.
"Heii Mary kecil, jangan nakal. Kakak punya satu kejutan untuk kamu" ucapnya seraya mengacak rambut Mary dengan gemas.
"Kakak, rambutku.." rengek Mary dengan manja, Ashley hanya tertawa kecil lalu membawa Mary pergi.
Sekarang Mary dan Caffe didepannya dengan tidak percaya dan terharu, pasalnya sudah dibeli Ashley kemarin dan pemiliknya atas nama Mary.
"Kakak.." Mary memeluk Ashley sangat erat. Mary merasa sangat terharu dan bahagia, setelah Ashley kembali hidupnya berbanding terbalik dengan beberapa tahun belakangan hidupnya tanpa Ashley, perbedaannya bagaikan langit dan bumi. Perlakuan lembut dan manja Ashley kepadanya membuatnya merasa sangat disayangi dan dimanjakan. Dia tidak perlu lagi bekerja paruh waktu dalam satu hari di beberapa tempat, sungguh kebahagiaannya tidak bisa ungkapkan dengan kata-kata.

****
Ug apalagi aku yang nulis, udah sangat kenyang sama keromantisan Ashley dan Mary😅
Jangan lupa vote nya 🙏