Disguise Of A Girl Into A Boy

Disguise Of A Girl Into A Boy
Bab 16



Emily Wilson sedang mondar mandir dengan ponsel menempel di telinganya.


Ashley yang samar-samar mendengar suara, dia yang awalnya ingin ke dapur pun berbelok ke arah ruang keluarga.


"Apa yang terjadi? Apakah sangat parah?" Tanya Emily Wilson dengan kecemasan "baiklah, biarkan dia istirahat"


"Bibi, apa yang terjadi?" Tanya Ashley dengan senyum kecil.


Emily Wilson memijat pelipisnya lalu menceritakan secara singkat model dari brandnya yang mengalami kecelakaan, waktu sesingkat ini tidak bisa mencari model pria yang cocok.


Tiba-tiba mata Emily Wilson berbinar "Sean, sayang, sosok kamu sangat sempurna untuk menjadi model brand milik bibi, kamu mau kan Sean?"


Ashley sedikit terkejut "tapi aku tidak sebaik seorang model"


Emily Wilson menggenggam tangan Ashley "kamu sangat tampan, cukup bergerak sesukamu dan sisanya akan diatur oleh fotografer"


Ashley tersenyum lalu mengangguk "em baiklah bibi"


Emily mengambil tas jinjingnya lalu bergegas keluar bersama Ashley "ayo, mereka sudah menunggu" ucapnya dengan mata berseri-seri.


Ashley tidak lupa membawa skateboard, katanya saat pulang dia ingin mencobanya.


Memasuki gedung itu, mata para staf dan fotografer berbinar, terpesona dengan pemuda yang dibawa oleh bos mereka, sangat tampan sehingga semua staf wanita maupun pria tidak bisa mengalihkan pandangan darinya.


"Sangat tampan"


"Apakah dia seorang model"


"Ah dia sangat tampan dan masih sangat mudah"


"Jangan mengganggunya bibi kepala tiga, ingat usia, dia masih di bawah umur"


"Heii aku hanya mengangumi nya"


Emily Wilson segera membawa Ashley pada fotografer "bagaimana jika model lama diganti olehnya?" Tanyanya sembari memegang bahu Ashley.


Fotografer masih belum pulih dari linglung nya "sangat tampan, di mana Anda mendapatkan pemuda tampan ini bos?" Tanyanya dengan mata masih pada sosok Ashley.


"Tentu saja Sean kami sangat tampan. Sean adalah keponakanku" ucap Emily Wilson secara singkat.


Setelah itu seorang gadis penata rias membawa Ashley keruangan lain untuk berganti pakaian dan merias wajahnya.


Ashley keluar dari kamar ganti dan penata rias sangat terpesona, lalu dia mulai merias wajahnya namun dia berhenti "kulitmu sangat bagus, kita tidak perlu make-up" dia berbicara sembari tangannya mengelus wajah Ashley.


Ashley tidak nyaman dan tersenyum kaku "sudah selesai? Boleh sy ambil foto sekarang?"


"Ah tentu, silahkan" penata rias wajah itu terkejut lalu mengangguk dengan pipi merah.


Setelah Ashley keluar, semua orang terpesona olehnya khususnya fotografer, selama bertahun-tahun dia bekerja, ini mungkin makhluk paling indah yang pernah dia lihat.


Ashley juga sangat nyaman dengan pakaiannya, ternyata brand bibinya ini terkenal didalam negeri bahkan bisa menyaingi brand-brand terkenal di dunia, tentu kualitasnya sangat bagus.


Emily Wilson tersenyum dengan bangga, sungguh pesona keponakan yang satu ini sangat kuat.


Saat pengambilan gambar Ashley berpose sesuka hatinya, gerakannya tidak terlihat kaku, dia lebih terlihat seperti sudah terbiasa berpose didepan kamera.


Setelah selesai pengambilan gambar, Emily Wilson dan fotografer sangat puas dengan kerjasama Ashley, sungguh dia pantas menjadi model profesional.


Beberapa staf wanita mendatangi Ashley dan meminta foto bersama, Ashley menyetujuinya.


Semua staf wanita menatap sosoknya hingga menghilang, menepuk kedua pipi mereka yang memerah.


"Uh sangat manis"


"Haiss dia sangat tampan"


"Andai saja aku belum begitu tua"


"Bos, siapa pemuda tampan itu?"


Tanya salah satu staf yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Namanya Sean, keponakanku"


"Oh astaga bos, dia sangat manis dan tampan, sering-seringlah mengajaknya kemari"


Emily Wilson tertawa kecil "baiklah, baiklah"


Ashley mengendarai skateboard di jalanan, semua mata menatapnya dengan kagum dan penasaran, seorang pemuda tampan yang mengendarai skateboard di jalanan yang begitu ramai.


Tiba-tiba seorang pria memakai jaket kulit berwarna hitam berlari melewatinya dengan kecepatan tinggi, setelah beberapa meter pria itu menoleh padanya dengan seringai.


Ashley membeku sesaat namun dia merespon dengan cepat dan berlari mengikuti pria itu, sementara tidak jauh dari situ Louis yang baru saja keluar dari sebuah gedung berhenti di jalurnya.


Dia mengerutkan alis 'apa yang dilakukan anak nakal itu?'


Louis berlari cepat mengikutinya setelah melihat seorang pria berjaket kulit hitam berlari beberapa meter didepan Ashley.


Pria itu membawanya kedalam gang yang minim cahaya dan sepi.


Pria itu berpura-pura terkejut lalu tertawa nyaring "hahaha aku tidak menyangka akan bertemu denganmu, apa yang kamu lakukan disini? Apa kamu kabur dari tempat itu? Sudah kubilang tempat itu terlalu kecil untuk orang-orang seperti kita"


Ashley menatapnya dengan niat membunuh "pergi dari sini secepatnya, jangan ganggu hidupku" ucapnya dengan suara rendah.


Pria itu menghela nafas lalu bertanya dengan suara datar "kenapa kamu begitu keras kepala, tinggal ikut denganku apa susah nya? Lagian menjadi bawahan dari kartel narkoba itu sangat menguntungkan"


Ashley semakin dingin "sudah kubilang pergi, jangan pernah mencari ku lagi. Aku tidak akan ikut denganmu karena aku tahu, dia hanya mencari seorang budak dan itu juga berlaku untuk kamu"


Pria itu tertawa seperti iblis lalu matanya memnunjuk kan kekejaman yang begitu kuat "hah, kamu memiliki seorang adik perempuan yang begitu manis, kakak laki-laki yang begitu tampan dan seorang kakek yang kaya. Oh ada juga paman dan bibi mu hehe"


Setelah mendengar ucapannya, mata Ashley berubah warna menjadi Semerah darah "kamu mencari kematian" ucapnya dengan suara rendah untuk menekan niat membunuh yang merembes keluar.


Pria itu tertegun, dia sedikittakut dengan perubahan warna bola mata dan auranya. Selama bertahun-tahun menjadi rekannya, ini salah pertama kali dia melihatnya seperti ini, perubahannya menakutkan.


Pria itu menarik pisau dari balik bajunya lalu dengan cepat bergegas ke arah Ashley dan berniat menancapkan pisau pada tubuh Ashley.


Ashley bergerak begitu cepat mengangkat kaki kanan dan berputar 190° dan menghantam pada pundak pria itu, saat pria itu lengah Ashley menarik jaketnya dan memutar tangan pria itu lalu menggunakan kakinya menendang dengan kuat betisnya.


Pria itu meringis saat satu kakinya telah mendarat pada lantai, dia berusaha meraih pisau dan saat telah dalam genggamannya, sebuah pemantik hitam terbang melewati Ashley dan mengenai pergelangan tangannya dengan sangat kuat.


Pria itu meringis namun menggenggam pisau itu dengan kuat sedangkan Ashley terkejut saat menyadari jika seseorang telah melihat semuanya, dia berbalik dan melihat Louis Wilson sedang menatapnya dengan mata memicing, Ashley dengan cepat berbalik kembali sebab dia lupa menyembunyikan mata berwarna merah itu.


Pria itu melihat Ashley lengah dan melayangkan pisau pada wajahnya, namun Ashley merespon dengan cepat sehingga hanya ujungnya yang menggores sedikit pelipisnya.


Ashley melepaskannya dan pria itu melarikan diri dengan cepat kedalam keramaian.