Disguise Of A Girl Into A Boy

Disguise Of A Girl Into A Boy
Bab 11



Seorang wanita elegan dan anggun yang sangat cantik terdiam menatap dengan mata merah seorang gadis yang sangat cantik dan imut berusia sekitar 16 tahun, sedangkan pengunjung Caffe itu menatap wanita itu dengan terpesona sebab kecantikan yang sangat menawan.


Wanita cantik itu tidak bisa menguasai dirinya, dia bergegas ke arah gadis itu lalu memeluknya dengan berurai air mata.


Mary itu tercengang mendapati seorang wanita dewasa menarik tubuh mungilnya ke dalam pelukan.


"Maaf, anda siapa?" Tanya Mary dengan ragu-ragu, namun wanita itu hanya terdiam.


Mary merasakan pundaknya basah, mungkin wanita itu sedang menangis jadi Mary hanya diam membiarkan memeluknya.


20 menit kemudian, Mary menatap dengan mata lebar wanita yang duduk didepannya, bagaimana dia tidak terkejut sebab wanita itu memberitahu jika dia adik perempuan dari ayah Mary.


"Bibi, sangat bahagia akhirnya menemukan kalian, bibi sangat merindukan ayahmu juga" kalimat terakhir diucapkan dengan suara sangat lembut.


Mary masih dilanda keterkejutan, selain bibi itu adik perempuan ayahnya, mereka juga dari keluarga Wilson, salah satu keluarga konglomerat di negara B dan dia beserta kakaknya Ashley anak dari keluarga itu.


Mary selalu berpikir jika nama belakang Wilson hanya sama dan bukan dari keluarga Wilson itu.


"Aku bibi ketiga, namaku Emily Wilson. Siapa namamu?" Tanya Emily.


"Ah, namaku Mary"


Emily wilson tersenyum lembut "em kamu sangat cantik Mary kecil, wajahmu sangat mirip dengan ayahmu"


"Uh bibi Emily, Mary memiliki seorang kakak laki-laki" ucap Mary dengan senyum lembut ketika mengigat wajah tampan itu.


Emily Wilson terkejut "Mary kecil memiliki seorang kakak laki-laki? Bagaimana mungkin? Mengapa bibi tidak tahu?"


Mary juga terkejut "bibi tahu tentang Mary, tetapi tidak dengan kakak?"


Mereka berdua saling menatap dengan mata terbuka lebar, kemudian mereka mendengar suara bisik-bisik beberapa gadis.


"Ah bukankah dia pemuda yang ku lihat satu bulan laly di jalan?!"


"Astaga, itu benar-benar dia"


"Sangat tampan"


Salah satu gadis disana membaca buku dengan tenang lalu bertanya tanpa mengalihkan pandangan dari buku "apa yang kalian ributkan? Itu hanya seorang pemuda tampan kan?"


"Heii Sara, dia berbeda. Lihatlah, dia sangat tampan" ucap gadis di samping dengan pipi memerah.


"Ayolah Sara, dia pemuda paling tampan yang pernah kulihat"


Gadis bernama Sara pun mendongak dengan malas, matanya menangkap sosok pemuda tampan itu. Dia memang memiliki sosok yang bagus dan pemuda itu berdarah campuran, rambut hitam lurus berkilau, alis indah, bulu mata lentik, hidung tinggi, bibir tipis merah merona, bentuk wajahnya sangat bagus, dan dia juga memiliki kulit halus seputih salju.


Sara terpesona sesaat dan kembali bersuara "jangan menilai seseorang dari luarnya saja, siapa tahu dia pemuda yang tidak baik"


Mary melambai pada Ashley dengan senyum cerah sementara Emily Wilson menatap dengan mata terkejut, pemuda tinggi itu sangat tampan dan sangat mencolok dengan bola mata berwarna biru cerahnya.


Sungguh warna biru cerah itu sama persis dengan milik ibunya, mereka berpikir Helen dan kakak laki-lakinya telah kehilangan putra pertama mereka namun pemuda dengan bola mata berwarna biru cerah didepannya membuktikan jika dia benar-benar masih hidup.


Ashley mengusap rambut Mary dengan sayang, lalu menatap wanita itu dengan tanda tanya.


"Ah kakak, ini bibi ketiga, adik perempuan ayah kita. Dan bibi, ini kakak laki-laki Mary, namanya Sean Wilson" ucap Mary dengan senyum lembut.


Emily Wilson tersenyum lembut "Sean, mari duduk kita bicara"


***


Saat ini Emily Wilson serta Mary dan Sean telah melewati pintu gerbang memasuki sebuah bangun luas dan besar empat lantai yang terlihat seperti sebuah istana.


Mary menatap bangunan didepannya dengan mata lebar, sungguh dia tercengang dengan pemandangan itu.


Parah pelayan yang sedang sibuk di ruang tamu menunduk dan menyapa dengan sopan saat melihat Emily Wilson.


Emily mengangguk dengan senyum tipis lalu membawa Ashley dan Mary keruang kerja tuan besar atau kakek Mary dan Ashley dilantai empat.


"nyonya Emily, mari saya antar ke ruang kerja tuan" ucap seorang pria tua yaitu pelayan pribadi tuan yang dia maksud atau Robert Wilson, membawa mereka bertiga ke ruang kerja lantai empat.


Emily mengangguk dengan senyum lembut "baik paman David. Ayo Sean Mary"


Setelah kepala pelayan David mengetuk pintu ditarik terbuka dari dalam.


Mary melihat didalam ruangan terdapat seorang pria tua bugar berusia antar 65-66 yang memiliki aura tegas dan memiliki mata tajam.


Sedangkan didepannya terdapat seorang pria muda yang sangat tampan dengan wajah dingin, dia memancarkan aura mulia dan terhormat bersamaan dengan aura kuat yang tidak bisa didekati.


"Masuk" ucap Robert Wilson.


Mereka bertiga masuk dan duduk di sofa panjang samping Robert Wilson setelah dipersilakan.


Sementara pria yang dari awal bersama Robert Wilson hanya melirik sebentar pada Ashley dan mata mereka bertemu, yang satu dingin dan dalam sementara yang lain tenang dan dalam.


Ashley merasakan tatapan pria itu sangat aneh, seakan-akan melihat kedalam dirinya.


Pria itu sedikit terkejut dengan kejutan itu, sungguh dia tidak menyangka jika pemuda menarik yang membuatnya penasaran itu cucu dari Robert Wilson.


Sungguh suatu kebetulan dan kejutan yang mengejutkan, kedepannya pasti akan sangat menarik.


Dia sangat penasaran dengan pemuda itu, dia memiliki sesuatu yang menarik pria itu untuk mendekat padanya. Dan hal yang membuatnya  sangat penasaran adalah dia merasa ada yang aneh dengan pemuda itu yaitu identitasnya, setelah kejadian satu bulan lalu dia mencari informasi tentang dia namun yang ditemukan oleh bawahannya adalah jika pemuda itu anak yatim piatu dan memiliki seorang adik perempuan.


Dan yang lebih aneh lagi hanya satu bulan belakangan dia terlihat berada di kota B, tahun-tahun sebelumnya tidak ada data tentang pemuda yang bernama Sean Wilson itu. Pria itu tahu jika identitas pemuda itu tidak biasa, sangat menarik.