Disguise Of A Girl Into A Boy

Disguise Of A Girl Into A Boy
Bab 1



"Ingat, mulai hari ini kamu adalah seorang pria"


Seorang pemuda berusia 16 tahun sedang memandangi jauh kegelapan didepannya. Hari setelah dia pergi, belum sekalipun dia kembali sekedar hanya untuk melihat keadaan mereka. Bagaimana dia akan memikirkan hal lain jika setiap hari dia selalu dihadapkan dengan bahaya bahkan kematian.


Mengingat kembali pada saat-saat kepergiannya membuat dia menghela nafas.


9 tahun yang lalu....


Si sebuah apartemen kecil di pinggiran kota seorang gadis kecil berusia tujuh tahun dan memiliki wajah imut dan menggemaskan memeluk seorang gadis kecil lainnya yang dua tahun lebih mudah.


Gadis kecil itu sedang menceritakan dongeng, sedangkan adik perempuannya mengedipkan matanya yang besar terus menerus dan menatap kakaknya dengan wajah serius.


Seorang wanita hanya berdiri di pintu sambil menatap kedua gadis kecil itu dengan raut wajah sedih, dia menahan air matanya lalu berjalan ke arah tempat tidur ketika melihat anak perempuannya yang lebih kecil sudah tertidur.


Menyadari kedatangan ibunya, gadis kecil itu tersenyum "ibu belum tidur?" Tanya gadis kecil itu dengan kepala miring.


Melihat wajah menggemaskan anaknya, mata wanita itu menjadi merah dan berusaha menahan air matanya "emm bagaimana bisa ibu tidur jika anak-anak ibu belum tidur?!" Ucap wanita itu seraya merebahkan tubuhnya di pinggir tempat tidur lalu menarik gadis kecil itu kedalam pelukannya " Ashley sayang, apa Mary sudah tidur?"


Gadis itu dengan kedua tangannya yang kecil memeluk erat ibunya lalu menganggukkan kepala kecilnya beberapa kali "emm emm, Mary kecil sudah tidur Bu"


Wanita itu mengelus lembut kepalanya "maukah Ashley mengikuti ibu mengobrol diluar?" Tanyanya dengan suara sangat lembut.


Gadis kecil dalam pelukannya menarik tangan kecilnya lalu menatap matanya ibunya dan mengangguk.


Wanita itu mengulurkan tangannya hendak mengangkat gadis kecil itu namun kaki kecilnya sudah mendarat di lantai, wanita itu hanya memegang tangan kecilnya lalu menuntunnya ke ruang tamu.


Wanita itu menatap mata gadis kecil itu lalu mengulurkan tangan memegang tangan kecil anaknya.


"Ashley, apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari ibu membahayakannya nyawamu demi keselamatan ibu dan Mary? Apa kamu akan membenci ibu?" Tanya wanita itu seraya menatap lekat mata gadis kecil itu untuk melihat emosi apa yang akan ditampilkan wajah kecil menggemaskan itu, namun selama beberapa detik gadis kecil itu tidak menunjukan ekspresi apapun bahkan dia tidak terkejut sama sekali seakan dia tau semua ini akan terjadi.


"Akan kulakukan hal berbahaya sekalipun agak ibu dan Mary kecil aman" ucapnya dengan nada tegas dan raut wajah serius pada wajah menggemaskan itu.


Hati wanita itu sakit "apa kamu akan memaafkan ibu, jika ibu mengirim kamu pergi menghadapi bahaya dan membalasnya dendam ibu?" Tanya wanita itu dengan mata merah.


Dia tahu perbuatannya ini kejam, tetapi jika dia tidak mengirimnya pergi untuk menjadi kuat maka suatu hari nanti setelah dia tiada kedua anaknya akan mengalami penderitaan yang lebih. Dan alasannya memilih putrinya yang lebih tua karena dia sangat cerdas dan memiliki mental yang sangat kuat seperti ayahnya. Dia tahu dia egois tetapi dia tidak punya pilihan, dia sangat menyayangi kedua putrinya tetapi dia juga harus melihat ke masa yang akan datang.


"Akan kulakukan jika itu membuat ibu dan Mary aman" ucap gadis kecil itu dengan mantap.


Wanita itu memeluk gadis kecil itu erat "kedepannya semua itu akan sangat berbahaya namun ibu yakin Ashley pasti bisa karena Ashley anak yang kuat. Besok akan ada seorang paman yang datang dan membawa Ashley pergi, nanti setelah sampai di sana Ashley harus mendengarnya, jangan pernah baik kepada orang lain selain diri sendiri, dan satu pesan ibu, kembali hidup-hidup dan balas kan dendam ibu dan ayah" ucapnya dengan air mata yang membendung disudut matanya.


"Ibu juga harus baik-baik disini dan jangan khawatir pada Ashley" ucap gadis kecil itu dengan suara menggemaskannya.


Hati wanita itu terasa remuk "ingat, mulai besok dan seterusnya kamu seorang pria dan jangan sampai ada yang tahu kalau kamu seorang gadis. Ingat, jangan sampai ada yang tahu" ucapnya dengan berurai air mata.


"Ibu, Ashley akan sangat merindukan ibu dan Mary, tetapi ibu jangan khawatir dan tunggu Ashley kembali" ucap gadis kecil itu mantap.


Wanita mengangguk, namun dia tidak tahu apa yang akan dialami putrinya di sana selama beberapa tahun. Dia kan lama berada di sana, sampai dia menjadi sangat kuat untuk membalaskan dendamnya.


Ashley tidak tahu jika malam itu adalah terakhir kalinya dia memeluk ibunya.