Disguise Of A Girl Into A Boy

Disguise Of A Girl Into A Boy
Bab 3



"Mary membencinya tetapi Mary lebih merindukannya"


Kini Adam telah membawa Ashley ke sebuah bangunan yang berada jauh didalam hutan. Ashley anak yang pintar, dia tida melihat segala hal dengan rasa ingin tahu seperti anak lain sebab sebelum berangkat ke sini dia telah tahu segalanya.


Di halaman besar itu Ashley melihat sekelompok anak yang sedang berlatih, namun yang membuatnya sedikit terkejut adalah latihan itu bahkan melebihi yang biasanya dia tonton di televisi.


Terlihat seorang pria memakai masker wajah berjalan ke arah mereka, pria itu memiliki tubuh yang besar, tinggi berotot dan memiliki mata yang menakutkan.


Setelah berdiri berhadapan dengan mereka, pria itu dibuat kaget dengan wajah Ashley yang tanpa ekspresi.


"Tiger, latih dia" ucap Adam mengalihkan perhatian pria itu.


"Serahkan padaku, aku suka dia" ucapnya lalu memberi isyarat pada Ashley untuk mengikutinya. Ashley bergegas mengikuti ketika mendapat anggukan dari Adam.


Tiger menepuk tangannya dua kali lalu memperkenalkan Ashley "mulai hari ini dia akan bergabung bersama kalian semua, dia nomor 02"


Lalu Ashley bergabung mengikuti pelatihan yang bagaikan neraka.


Awalnya Ashley tidak bisa mengikuti kecepatan anak-anak lain, namun dua bulan kemudian dia sudah melebihi mereka dan dia sudah menguasai bahasa negara A. Tiger yang selama ini melatih dan mengawasi mereka dibuat terkejut dengan perubahan anak ini, anak ini terlihat sangat kecil dan lembut namun ketahanan fisik dan kekuatannya mengejutkan, terutama ketahanan mentalnya sangat luar biasa.


Kini mereka berlari dengan beban yang sangat berat pada anak seusianya, namun anak-anak disini bisa melakukan dengan mudah sebab mereka sudah menerima pelatihan yang mengerikan jadi menurut mereka ini bukan apa-apa.


Tempat ini sebuah pulau kecil tanpa penghuni, dan markas pelatihan berada jauh di dalam hutan. Markas singa, tempat pelatihan pembunuh.


Organisasi singa adalah organisasi tempat pembunuh bayaran yang paling menakutkan, disini jika tidak cukup kuat maka akan mati, kuat yang bisa bertahan sampai akhir.


Ashley sempat berpikir untuk menyerah namun mengingat wajah sendu ibunya dan Mery membuat dia lebih bertekad untuk menjadi lebih kuat dan lebih kuat.


***


Kini sembilan tahun telah berlalu dan Ashley sudah berusia 16 tahun, hari ini Ashley akan menjalankan tugas pertamanya selama dua tahun kedepannya untuk membayar kembali organisasi.


Berpakaian seperti staf hotel, Ashley memasuki sebuah kamar hotel dengan membawa makanan. Di atas ranjang seorang wanita tertidur dengan bra dan ****** ***** sedang seorang pria tampan berusia 35 tahun berdiri di dekat jendela hanya menggunakan handuk.


Ashley terpaksa menyamar menjadi staf hotel, karena semua gedung di sekitarnya adalah gedung pemerintah.


Ashley mengangkat senjata api diam-diam lalu mengarahkan ke arah pria itu, namun pria itu berbalik dan bergegas ke arah Ashley dengan cepat lalu menarik selimut di ranjang dan mengayunkan ke arah pria itu.


Pria itu mengayunkan kakinya ke dada Ashley, namun Ashley sudah berpindah tempat dan menendang dada kiri pria itu. Itu menyebabkan pria itu terpental menabrak meja dan batuk mengeluarkan seteguk darah.


Wanita itu berteriak ketakutan, Ashley meliriknya dengan niat membunuh, wanita itu menutup mulut dengan kedua tangannya menggigil ketakutan dan meringkuk disudut.


Ashley tidak membuang waktu langsung saja menembak dada kiri pria itu, lalu Ashley menghadap wanita itu "tutup mulut jika tidak ingin mati" ucapnya dingin berlalu meninggalkan wanita yang ketakutan itu dan pria yang sudah sudah tidak bernyawa itu.


Setelah kembali ke markas, Ashley disambut dengan tepuk tangan Tiger "bagus 02, misi pertamamu berjalan dengan sempurna" Ashley hanya mengangguk tanpa suara.


Disisi lain seorang gadis remaja berusia 14 tahun sedang membersihkan rumput di sekitar makan yang beberapa tahun ini selalu dia datangi.


"Bu, Mary rindu" lirih gadis remaja itu yaitu Mary "Mary merindukan ibu, merindukan dia yang telah berjanji untuk kembali tetapi tidak kunjung kembali hingga detik ini" lanjutnya dengan berurai air mata.


Mary menunduk dan membelai batu nisan ibunya dengan air mata yang mengalir bertambah deras "Mary membencinya tetapi Mary lebih merindukannya, apa yang harus Mary lakukan agar dia kembali pada Mary?"