Disguise Of A Girl Into A Boy

Disguise Of A Girl Into A Boy
Bab 10



Satu bulan berlalu, Mary telah mengambil ahli Caffe dan dengan sikapnya yang ramah dan sopan, dia sudah sangat akrab dengan semua karyawan. Mary juga kembali bersekolah, setelah selesai dia akan langsung ke Caffe miliknya tanpa pulang ke apartemen sebab 2 Minggu belakangan Ashley ada urusan diluar dan akan kembali Minggu depan.


Mary hidup tanpa gangguan dari orang-orang di tempat kerjanya yang lama. Sementara Alex selalu mengikuti Mary hingga lokasi apartemen pun dia mengetahuinya.


***


Sementara di sebuah ruangan suatu gedung yang sangat tinggi di kota A, seorang pria tua berusia antara 65-66 tahun namun tubuhnya terlihat masih sangat bugar sedang membaca sebuah dokumen.


"Mereka berdua benar putra dan putri dari putra keduaku" ucap pria tua itu seraya melihat banyak foto seorang pemuda dan seorang gadis di mejanya yang di ambil orangnya secara diam-diam.


Pria tua menatap lama pada sebuah foto yang menampilkan pemuda tinggi bermata biru cerah yang sangat tampan dan cantik pada saat bersamaan.


"Warna mata ini seperti miliknya" ucapnya seraya jari telunjuknya mengusap mata biru pada foto itu.


"Iya tuan, warna yang sangat indah, menenangkan tetapi selama beberapa mengintai saya selalu merasa.." ucapnya pria yang duduk didepannya terhenti sebab merasa kurang yakin.


Pria tua itu tersenyum penuh teka-teki "menenangkan tetapi di kedalaman seperti menekan sesuatu"


Pria paruh baya itu mengangguk "seperti yang anda katakan tuan"  ucapnya seraya menatap mata coklat pria tua itu "namun kita terlambat selangkah, setelah mengetahui berita ini entah dari mana nyonya ketiga sedang dalam perjalanan untuk menjemput tuan muda dan nona muda"


Pria tua terkekeh "benar-benar anak itu, dia bergerak begitu cepat. Mungkin dia takut anak-anak itu ditemukan oleh mereka yang memiliki niat jahat"


***


Bandara internasional negara B


Seorang pria tinggi 190cm berjalan keluar dengan aura dingin yang sangat kental, semua orang yang melihatnya berhenti hanya untuk melihatnya.


Pria itu memancarkan aura  sangat terhormat dan mulia, ditambah dengan penampilan serta sosok dan wajah tampannya. Memiliki bola  mata berwarna hitam pekat yang sangat dingin dan dalam, alis tebal, hidung mancung, bibir tipis, rahang tegas,  satu kata untuk menggambarkan sosoknya 'sempurna'.


Semua orang terpesona untuk sesaat, Manarik nafas panjang. Sejauh ini pria tampan itu adalah pria paling tampan yang pernah mereka lihat.


Beberapa gadis sungguh gila dibuatnya, pria itu sangat tampan dan gadis-gadis itu ingin mendekat dan meminta kontak telepon namun dia memancarkan getaran menyendiri tidak bisa didekati jadi tidak ada yang berani mendekatinya.


Beberapa orang berspekulasi jika pria itu seorang bangsawan atau orang besar dan terhormat.


Pria itu bergegas ke tempat parkir diikuti oleh seorang pria tampan lainnya namun tida setampan pria didepannya.


Saat mobil keluar dari tempat parkir pria dingin itu menyipitkan mata melihat pemuda yang selatu bulan lalu membantu rekannya di club.


"Bos, pemuda itu yang membantu kita satu bulan lalu" ucap pria yang mengemudikan mobil.


Pemuda itu sangat membekas dalam ingatan mereka, pemuda berani yang membantu untuk menangkap pengedar narkoba itu.


Pengemudi itu menegakkan punggung "baik bos" ucapnya dengan tegas.


Ashley sedang berada di pinggir jalan menunggu mobil yang dia pesan secara online, banyak gadis-gadis yang meliriknya dengan pipi memerah sebab pemuda itu memancarkan aura muda yang sangat keren.


Pemuda itu sangat tampan, dia terlihat seperti berdarah campuran. Rambut hitam legam yang halus berkilau, alis indah, buluh mata panjang, bola mata berwarna biru cerah yang sangat cantik, hidung lurus, bibir tipis merah merona, berkulit putih halus, ditambah dengan tinggi badannya yang melebihi pemuda seusianya.


Banyak orang berdarah campuran di negara B namun hanya sedikit yang terlihat begitu tampan, apalagi pemuda berdarah campuran itu adalah yang paling tampan sekaligus cantik.


"Ah, kenapa begitu banyak pria tampan di bandara?!"


"Ug, sangat tampan dan... Cantik"


"Aku ingin memiliki bayinya"


"Wow tampannya"


"Pemuda berdarah campuran yang sangat tampan"


Ashley saat ini terlihat sangat keren, memakai kaos warna putih, jaket hitam, celana jeans skinny warna hitam, sneaker putih dan topi warna putih, dia memancarkan aura muda berdarah panas.


***


Setelah sampai di Caffe sunflower yang dibelinya satu bulan lalu itu, Ashley bergegas masuk dan disambut ramah oleh seorang pelayan yang kebetulan mengantarkan pesanan beberapa gadis.


"Eh tuan Sean, mencari nona Mary?" Tanya pelayan itu dengan ramah.


Ashley mengangguk lalu menjawab "dimana Mary?"


Pelayan itu menunjuk meja yang terletak paling sudut "nona sedang bersama seorang tamu wanita paru baya"


Ashley menatap wanita itu dengan tatapan dingin "ah baik, terimakasih" ucap Ashley setelah menarik kembali tatapan dingin menusuknya.


****


Emm pemeran utama prianya udah muncul2 ni hehe, chapter berikutnya mereka bakalan ketemu🤭


Em pokoknya di chapter berikutnya bakalan banyak kejutan😊


****


Dukung author dengan cara memberi vote nya🙏