
Banyak kata-kata kasar dan adegan dewasa. Harap para pembaca lebih bijak.
Anggita tengah duduk di atas ranjang rumah sakit di temani oleh Keanu yang tengah menatap tajam ke arahnya. Jika di tanya apakah Anggita risih maka jawabnya adalah tidak. Ia tidak merasa risih akan tatapan yang di layangkan Keanu padanya hanya saja ia merasa takut akan tatapan tersebut. Ingin rasanya ia mengeluarkan suaranya hanya untuk sekedar bertanya pada Keanu tapi tampaknya suaranya itu enggan keluar dari tenggorokannya.
"Mbak Anggita," panggil Keanu tiba-tiba.
Anggita tersentak kecil saat namanya tiba-tiba di panggil oleh Keanu.
"I-iya mas," jawab Anggita dengan terbata-bata.
Melihat sosok di depannya terkejut karena panggilannya Keanu pun ikut terkaget karena respon Anggita. "Eh? Mbak kaget ya? Maaf Mbak saya ngga bermaksud ngagetin kok Mbak," ucap Keanu dengan wajah yang panik.
"B-bukan gitu Mas," Anggita merasa bingung kenapa Keanu ikutan kaget karenanya. Harusnya kan ia yang kaget karena Keanu.
"Mbak, aku cuma ngga percaya kalau Mbak bisa bikin Abimana kayak gini."
Anggita memiringkan kepalanya, "Maksudnya Mas? anu Mas panggil Anggita aja."
Keanu mengangguk, "Oke deh kalau mau di panggil nama aja, gapapa kan kalau pakai lo-gue?"
Anggita hanya mengangguk diam saja menunggu kelanjutan ucapan Keanu. Keanu yang juga paham akan maksud Anggita pun tidak ingin membuat sosok di depannya lama terdiam maka ia mulai berbicara dengan lebih santai.
"Gue cuma kelewat seneng aja pas tau Abim punya hubungan dengan lo Git. Gue udah dari lama minta dia buat pacaran tapi ngga mau di lakuin sama dia."
"Loh? Masnya ngga salah?"
"Panggil nama gue aja Git, nama gue Keanu. Apanya yang salah?"
Anggita termenung, haruskah ia bertanya pasal status pernikahan Abimana dengan istrinya. Dilema melanda batin Anggita, tapi agaknya Keanu paham apa yang di pikirkan oleh Anggita sehingga ia langsung berkata, "Soal pernikahan Abim ya Git? Gue tau kok, tapi asal lo tau. Istrinya si Abim itu demen banget main di belakang Abim. Sekarang dia kan di Singapura, nah disana dia punya selingkuhan anj*r," ucap Keanu bercerita dengan semangat.
"Aduh, gimana ya kalau dia tau selingkuhan istrinya mas Abim itu ternyata suamiku?" batin Anggita.
Anggita mengangguk kaku, pikirannya berkecamuk dengan pikirannya soal Abimana dan Keanu.
"Apa yang kamu lakukan Keanu?" tanya Abimana yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.
Keduanya tentu saja sama-sama terkejut mendengar suara barinton milik Abimana. Secepat kilat juga keduanya berpaling dan menatap ke arah pintu masuk. Disana ada Abimana yang tengah bersandar pada pintu masuk. Hal itu mampu membuat Keanu dan juga Anggita kikuk merasa tertangkap basah tengah bergosip tentang istri sah Abimana.
"Hehehe, gada kok bro, kita cuma apa ya namanya ... ah, bercerita aja ya kan Git," kata Keanu sambil melirik Anggita yang tengah termenung.
"Oh, i-iya mas."
Abimana berjalan mendekati Anggita dan menatapnya dengan tajam, "Kamu memanggilnya apa tadi?" tanya Abimana.
"Aduh ... ini yang jadi masalah. Kenapa pula si Gita manggil gue mas di depan Abim sih," batin Keanu.
"Maaf Mas aku salah panggil aja kok. Dari tadi Keanu udah minta aku buat manggil pakek namanya aja kok," jawab Anggita lembut.
Tampaknya belum ada perubahan pada wajah Abimana membuat Anggita terkekeh gemas. Di raihnya kedua pipi Abimana karena terlampau gemas. "Mas ... kenapa hm? Mas marah aku panggil Keanu dengan sebutan Mas?" tanya Anggita.
Abimana membuang muka karena malu. Keanu yang mentap hal itu merasa senang dan mual disaat yang bersamaan. Bagaimana mungkin temannya yang kaku ini bisa malu-malu seperti kucing kecing di depan indungnya? Aoakah Anggita benar-benar pawang yang di cari oleh Abimana selama ini?
"Udah-udah bro." Keanu menepuk pundak sahabat kecilnya tersebut, "Gue ngga ngapa-ngapain sama pacar lo ini, lo tenang aja ya. Gue pamit dulu bentar lagi ada rapat yang harus gue pimpin karena boss gue sibuk sama selingkuhannya," kata Keanu sambil melempar senyum ke arah Anggita.
"Saya atasan kamu ya Keanu."
"Atasan kan kalau di kantor nah ini kan kita lagi di luar, ya ngga Git?" tanya Keanu pada Anggita sambil menaik turunkan alisnya.
Abimana pun hanya mendengus pelan, "Sudah sana pergi jangan menggodanya di depan mata saya. Jangan lupa kirimkan hasil rapatnya di email saya, nanti akan saya cek saat saya senggang," ujarnya.
"Mas kenapa ngga ke kantor saja?"
"Loh? Saya kan harus menemani kamu disini? kalau ada apa-apa bagaimana?"
"Mas, ini rumah sakit loh. Memangnya apa yang akan terjadi disini? Di depan pasti juga ada penjaga kan? Jadi Mas ngga perlu khawatir sama aku."
Abimana diam sejenak ia hanya memikirkan perkataan Anggita. Apa yang di katakan Anggita memang ada benarnya. Hari ini ada pembahasan proyek dengan koleganya yang dari luar negeri. Akan tampak tidak sopan jika Keanu menemui mereka tanpa dirinya. Maka dengan berat hati pada akhirnya ia menyetujui ucapan Anggita dan kembali ke kantor bersama dengan Keanu.
Disinilah Abimana saat ini terduduk kaku di dalam ruang rapat bersama 3 orang asing dan Keanu di sebelahnya serta beberapa berkas yang mulai berceceran. Namun tercetak jelas pada wajahnya jika ia sedang tidak terlalu fokus pada apa yang di sampaikan oleh rekannya itu.
"Tuan Abimana, anda baik-baik saja kan?" tanya Mister Nakashini. Dari namanya tampaknya rekan kerja Abimana kali ini adalah orang Jepang, negeri matahari terbit.
"Maaf maaf maaf, saya hanya sedikit kurang fokus mari kita mulai lagi rapatnya."
Setelah rapat yang memakan waktu kurang lebih selama 3 jam itu akhirnya menemukan titik tujuan dan persetujuan bersama.
"Senang bekerja sama dengan anda tuan Abimana." ucap Tuan Nakashini sambil mengayunkan tangan untuk berjabat tangan dengan Abimana.
"Kami pun senang bekerja sama dengan anda tuan Nakashini." Kini keduanya tengah berjabat tangan dengan damai. Hal itu pun selalu di perhatikan oleh seorang gadis cantik berambut pendek sebahu dengan mata sipit dan bibir mungil. Gadis manis itu selalu memperhatikan Abimana dari saat ia masuk ruangan sampai selesai presentasi.
Gadis itu pun menyenggol tangan tuan Nakashini sehingga membuat tuan Nakashini melepaskan jabat tangannya dengan Abimana.
"Siapa ini tuan Nakashini? Sekretaris baru kah?"
"Bukan Tuan, ini anak saya perkenalkan." Tuan Nakashini pun menyenggol lengan anaknya yang tengah menikmati ketampanan Abimana. Tersadar dari lamunannya dengan tergesa ia mengulurkan tangan berharap Abimana menyambut uluran tangannya, "N - nama saya Fumiko Tuan," dengan tergagapan Fumiko menyebutkan namanya.
Abimana terkekeh melihat ekspresi terkejut Fumiko. Disambutnya uluran tangan gadis itu dengan baik, "Nama saya Abimana, salam kenal ya Fumiko." Fumiko hanya menganggu malu.
"Baiklah tuan Abimana kami pamit undur diri dulu karena pembahasan kita sudah terselesaikan," pamit tuan Nakashini.
"Baik tuan Nakashini mohon maaf jika kami banyak menyita waktu anda selama disini."
"Tidak ada hal seperti itu Tuan."
Setelah sedikit berbasa-basi akhirnya tuan Nakashini benar benar pergi meninggalkan kantor Abimana. Namun sebelum mereka pergi Fumiko berbalik dan untuk menemui Abimana.
"Tuan Abimana, bolehkah saya meminta nomor ponsel anda? Saya ingin menanyakan beberapa hal mengenai proyek ini."
"Sure."
Abimana pun menyebutkan sebuah nomor dengan sangat lancar tanpa kendala sedikitpun, Namun di belakang Abimana ada Keanu yang tampak tengah memicingkan mata dengan raut wajah kebingungan.
"Apa pula si bangst ini? Kenapa nomor whatsapp ku yang di kasihkan?"* batin Keanu.
******