Dirty Marriage

Dirty Marriage
11



*Banyak adegan dewasa dan kata-kata kasar. Harap pembaca lebih bijak.*


Keanu lari mencari sosok sahabatnya itu, ia lalu berteriak saat melihat punggung tegap Abimana di depan lift pribadinya. "Abimana!!" panggil Keanu dengan suara yang cukup lantang. Hal itu membuat beberapa kariyawan yang ada disana menoleh terkejut karena teriakan Keanu.


"Maaf maaf, " ucap Keanu sambil membungkukkan badan kearah kariyawan di depannya. Ia kembali melanjutkan langkah kakinya untuk menghampiri Abimana.


"Abim!! Maksud lo tadi apa anj*r?" Tanya Keanu. Pemuda itu merasa bingung dengan apa yang baru saja ia dengar. Pasalnya ia tak pernah melihat sahabatnya itu dekat dengan wanita manapun. Memang ada beberapa koleganya yang menawarkan wanita bayaran untuk Abimana sebagai tanda terima kasih atas kerjasama yang mereka lakukan. Namun Abimana selalu menolaknya dengan dalih bahwa ia sudah menikah dan tidak ingin menyakiti hati istrinya dengan bermain belakang. Ya, walau saat itu Keanu tau bahwa Shela tengah bermain belakang dengan temannya di Singapura. Dulu Keanu mengira Abimana ini sungguh sosok laki-laki yang sangat naif karena masih menjaga perasaan istrinya saat istrinya saja sibuk bercinta dengan laki-laki lain.


Itu sebabnya ia sangat amat terkejut saat Abimana dengan gamblang menyebutkan kata 'selingkuhannya' di depannya. Ia sungguh bertanya-tanya wanita mana yang mampu meluluhkan sahabatnya itu setelah sekian lama. Mendengar namanya di panggil sekali lagi maka Abimana lantas menoleh pada asal panggilannya tersebut.


"Kamu berisik sekali Keanu," tegur Abimana.


"Ya lagian lo bikin gue sekarang jantungan anj*r. Sejak kapan lo punya selingkuhan?" tanya Keanu pada Abimana.


Ting !!


Dentingan pintu lift yang baru saja terbuka membuat Abimana mengurungkan jawabannya. Di langkahkan kakinya dan di ikuti oleh Keanu dari belakang. Di dalam lift Abimana kembali melanjutkan ucapannya, "Baru kemarin sore, kenapa? Mau kasih hadiahkah?" tanya Abimana.


"Lah kok gue yang kasih hadiah? Harusnya lo ngga sih yang kasih pajak selingkuh ke gue?" ucap Keanu membalas pertanyaan Abimana dengan sebuah pertanyaan lainnya.


"Atur saja kamu mau apa," jawab Abimana.


Keanu kembali terperajat, "Lo serius mau kasih gue traktiran?" Keanu kembali bertanya.


Pintu lift kembali terbuka membuat Abimana melangkahkan tungkainya dengan tergesa menuju alamat Anggita. "Kamu sudah mengirim dokter keluarga saya ke alamat tadi kan?" tanya Abimana pada Keanu.


Keanu mengangguk sebagai jawaban 'iya' atas pertanyaan yang di lontarkan oleh sahabat sekali atasannya itu. Keanu masih saja mengikuti langkah dari sosok di depannya. "Gue boleh ikut ngga sih ketemu selingkuhan lo?" tanya Keanu dengan hati-hati.


Abimana menghentikan langkahnya dan menatap tajam kearah Keanu. Keanu yang di tatapan setajam silet itu mendadak menjadi gugup, bahkan keringat dingin melihat tatapan tajam itu. Baru saja ingin membuka mulutnya untuk meminta maaf pada Abimana, tapi ia kembali di kejutkan dengan jawaban kawannya itu.


"Boleh, asal kamu bisa menutup mulutmu soal perselingkuhan saya," kata Abimana.


Di karenakan terlalu terkejut Keanu hanya mampu menganggukan kepala.


Keduanya bergegas berjalan menuju lobi untuk mengambil mobil. Sesampainya di lobi keduanya langsung memasuki mobil Abimana dengan Keanu sebagai supirnya. Belum saja mereka meninggalkan kawasan kantor megah nan mewah itu. Tiba-tiba ponsel Abimana berdering menampilkan nama 'dokter Ibram' Dengan tergesa di jawabnya panggilan tersebut.


"Ada apa Dok?" tanya Abimana saat mengangkat sambungan telfon tersebut.


"Maaf tuan Abimana, ini saya sudah bergegas menuju alamat yang di kirimkan oleh Keanu karena memang tidak jauh dari tempat saya."


"Langsung pada intinya saja Dok," ucap Abimana memotong ucapan dari dokter pribadinya tersebut.


"M-maaf Tuan. Saya sudah di depan rumah yang di maksud tapi ini gerbangnya terkunci," jawab dokter Ibram dengan nada bergetar.


Agak terkejut sang dokter saat mendengar perintah sang atasannya. Namun setelah ingat siapa tuannya itu maka ia kembali yakin dan langsung menuruti perintahnya. Di pikiran si dokter orang yang akan ia tolong ini mungkin saja kerabat dari pemilik perusahaan termansyur di Indonesia. Maka tidak ada lagi keraguan, di jebolnya gembok gerbang rumah di depannya dan bergegas masuk.


Di perjalanan Abimana tidak henti hentinya menelfon nomor Anggita tapi yang di dengar adalah suara operator yang mengatakan bahwa ponsel Anggita sedang tidak aktif. Di saat seperti ini ia lebih memilih mendengarkan suara operator yang mengatakan bahwa nomor yang di tuju sedang berada dalam panggilan lain seperti kemarin malam. Karena setidaknya Anggita sedang baik-baik saja. Tapi jika seperti ini pikirannya tersiksa dengan hal-hal negatif yang mungkin saja menimpa Anggita, dan tentu saja hal itu sangat tidak di inginkan oleh Abimana.


Setelah beberapa saat akhirnya ia sampai di kediaman Anggita. Disana ia melihat mobil dokter Ibram. Saat turun dari mobil Abimana melihat gembok yang sudah tergeletak di tanah, pikirannya semakin tidak karuan. Tanpa memperdulikan keberadaan Keanu. Berbeda dengan Abimana yang melupakan keberadaan Keanu, justru Keanu yang terheran-heran karena melihat Abimana yang berlari bak kesetan memasuki rumah yang masih asaing bagi Keanu.


"Segitu berharganya kah wanita itu buat lo Bim? Gue ngga pernah lihat lo sepanik ini selain waktu bokap lo pergi," batin Keanu. Tak ingin berlarut-larut dengan pikirannya Keanu bergegas menyusul Abimana.


Betapa terkejutnya Abimana melihat keadaan Anggita yang tergeletak lemas di atas ranjang di temani dokter Ibram yang sedang mengukur tekanan darah Anggita. "Bagaimana keadaannya?" tanya Abrimana. Mendengar suara orang lain membuat dokter itu terlonjak kaget. Apalagi saat ia menengok sosok yang sedang berdiri di belakangnya dengan jas kebanggannya dan tatapan yang sangat mengintimidasi.


"Tuan, maaf nona ini sedang mengalami pada sistem pencernaannya. Lebih baik nona ini di bawah ke rumah sakit untuk memperoleh cairan infus sampai keadaannya stabil," saran dokter Ibram.


Tanpa menjawab saran dari Ibram ia lantas berjalaan mendekati ranjang Anggita. Menundukan tubuh dan tanpa ragu menyelipkan kedua tangannya di antara lutut dan punggung Anggita. Di angkatnya tubuh Anggita dalam sekali ayun. Karena pergerakan Abimana yang tiba-tiba membuat Anggita lmau tak mau harus membuka matanya. Menatap rahang tegas Abimana dengan mata sayunya.


"M -mas," lirih Anggita.


Mendengar suara lirih Anggita, ia pun langsung menunduk untuk menatap wanita cantik yang tengah di gendongnya ala brydal style tersebut.


"Kamu tidur saja ya. Kita ke rumah sakit dulu, kamu harus di rawat," katanya.


Karena sakit kepala yang menderanya Anggita hanya mampu tmengangguk dan kembali menutup kedua matanya. Namun kali ini ada yang berbeda dari wajahnya. Jika tadi ia tertidur dengan wajah datar kali ini ia tertidur dengan senyuman di wajahnya.


Beruntuk jalanan tidaklah ramai saat Abimana mencoba membawa tubuh lemah Anggita ke rumah sakit sehingga dengan cepat ia bisa sampai di rumah sakit yang di keluarga oleh Bramantyo.


"Dokter!!" teriak Abimana dari pintu masuk sambil menggendong Anggita. Resepsioner yang melihat Abimana masuk dengan tergopoh-gopoh membuatnya panik. Dengan cepat sang resepsionis mencari dokter senior untuk menyambut Abimana. Abimana pun di arahkan di ruangan UGD untuk penangan intensif.


"Kenapa saya di bawa ke UDG?" tanya Abimana.


Sang resepsionis pun terkejut di tatapnya Abimana yang ada di belakangnya, "Bukannya pasien ini sedang sekarat?" tanyanya.


"Kurang ajar!! Saya ini hanya butuh ruang rawat yang VVIP," protes Abimana.


"Astaga."


"Cepat siapkan ruanganya!"


Sang resepsionis pun berlari tunggang langgang meninggalkan Abimana yang tampak kesal setengah mati.


*****