Can I Love You?

Can I Love You?
Episode 4



Selamat membaca <3 <3


Chapter 4


Fylin membuat eldira sangat dekat dengannya, mata mereka


bertemu beberapa detik kemudian fylin menyadarkan diri nya dan eldira dengan


berkata


 “Jika kau terus


melihatku, kau akan terpesona dalam beberapa detik” canda fylin, yang dibarengi


tawa dari eldira.


“PD sekali anda” kemudian eldira memalingkan wajahnya dan


mundur memberi jarak


Fylin tersenyum dan menunjuk objek yang ingin ia perlihatkan


ke eldira


“Lihatlah!” serunya, eldira mengikuti tangan fylin


“wowww” mereka diam beberapa saat, memberikan kesempatan


angir berdesir dan mengacak rambutnya.


“cantik”


“iyaa, sangat cantik” kata eldira, fylin menatap eldira


intens membuat eldira salah tingkah


“ke.. kenapa? Apa ada yang salah dengan wajahku atau


rambutku?”  fylin kembali tersenyum


“aku tidak sedang membicarakan tempat ini” jawab fylin sambil


meninggalkan eldira, membuat dahi eldira mengernyit


“ma.. maksud kamu apa! Fylin tunggu!”


**


Disisi lain


“kenapa kamu kesini? Bukankah papa sudah bilang jangan


pernah main kesini kalau nggak papa suruh!” suaranya meninggi, terlihat seorang


paruh baya ini kesal dengan remaja laki-laki yang ada didepannya


“tapi Kyza takut di rumah sendirian pa, fylin nggak ada


dirumah” dia membiarkan air matanya mengalir membasahi pipinya


“jadi minta bu guru anter kesini” tambahnya


“udahlah pa, lagian kenapa sih kalau tamu papa liat”


“Aku malu! Lagian bisa mencemari reputasiku!” bentaknya


sambil berlalu meninggalkan anak dan ibu yang bersimpuh di lantai menenangkan


anaknya yang masih tersedu sesenggukan.


“sudah ayo ke kamar, nanti fylin pasti kesini”


“mama aku mau eskrim” ibunya hanya tersenyum dan mengelus


puncak kepala remaja itu dan mengangguk dan menuntun remaja tadi kekamarnya.


***


Fylin dan eldira masih menyusuri jalan, menatap keindahan


bintang yang tertutupi daun-daun pohon, membelah tumpukan daun yang kering.


“Rumah kamu mana? Apa nggak seharusnya kamu cari taksi?”


entah itu pertanyaan di tujukan khawatir atau ajang cari kesempatan fylin agar


tau dimana eldira tinggal


“kaya’nya udah deket deh dari sini, kamu nggak cari taksi


juga”


“nggak, bentar lagi nyampek”


“ah.. emang kamu tinggal dimana?” tanya eldira


“Apartemen Qypt”


“wah, serius?” eldira melotot terkejut dan menutupi mulutnya


dengan satu tangannya, Fylin hanya mengangguk menghiraukan kelakuan eldira


“aku juga tinggal di apartemen itu” tegas eldira, fylin


sedikit terkejut dan menoleh ke eldira mencari kebenaran di wajah wanita


disampingnya dan eldira mengangguk meyakinkannya.


“di blok apa?” tanya Fylin


“aku di menara Y, kamu?”  Fylin menahan rasa bahagianya yang memberontak keluar, dia hanya


tersenyum dan menyembunyikannya dari eldira, beberapa kali ia berpaling dari


eldira. Eldira terus mengikuti kemana wajah wajah fylin berpaling


“ah aku lupa, tadi vio telpon katanya minta sampein


terimakasih ke kamu”


“ah iya”


“tapi aku nggak tau terimakasih buat apa”


“nggak masalah”


“emang terimakasih buat apa?” tanya eldira hati-hati


“kamu bayarin mereka? Eeeiii nggak kan? Hahahah” dia


menyadari fylin terdiam kemudian menengok pria itu dan memastikan


“beneran?”


“udah pulang sana, besok kelas pagi kan”


malam yang sangat-sangat bagus dan juga.. “ eldira memotong kalimatnya kemudian


menunduk malu


“ah nggak, terimakasih pokoknya, byeee” fylin membeku


melihat eldira berjalan menjauh dari tempat ia berdiri saat ini malam ini ia


bahagia menghabiskan waktu dengan wanita itu, melihat kecantikan paras wanita


yang selama ini jarang ia lihat, saat dia malu, tersenyum maupun saat ia


terlihat penasaran ia begitu cantik.


“bisakah aku mencintaimu... eldira?”ucapnya pelan, getar hp


fylin mengembalikan kewarasann ya


“mama” ucapnya melihat nama yang terpamppang di layar hpnya


“kenapa telpon malam-malam begini?”


“Halo mama ada apa?”


“Fylin kamu belum pulang? Kyza ada disini, apa kamu bisa


jemput dia sekarang? Katanya dia pengen ketemu kamu” jawab seseorang disebrang


sana


“kyza ada disana? Oke aku jemput sekarang” fylin berlari


mengambil kunci mobilnya di apartemennya dan mengendarai mobilnya dengan


kecepatan tinggi menyusul adiknya.


***


Eldira sampai di apartemennya, ia segera merebahkan tubuhnya


di kasur dengan mata tertutup, mengingat apa yang dikatakan fylin kepadanya di


pemandangan kota A tadi membuat ia tersemu dan malu. Ia segera menutup wajahnya


dan memukul-mukul kasur dengan kedua kakinya


“ah.. malu sekaliiiiii” teriaknya


Dia lepas kendali mengingat perjalanan tadi dengan fylin,


banyak sifat-sifat fylin yang mulai diketahui oleh eldira. Tidak hanya itu


wajah dan tubuh atletisnya itu sangat menggoda eldira, ketika didekatnya ia


tidak tahan untk menyentuhnya, uppss.


Eldira memukul-mukul kepalanya, membiarkan pikiran kotornya


sadar dan kembali mengingat bahwa fylin hanya teman satu kelompoknya, bahkan


saat ini nomor handphone-nya aja dia nggak tau


“sadar el.. sadar”


“hanya karena punya teman baru kamu nggak perlu se-gila ini


kan?” akhir-akhir ini eldira hanya menghabiskan waktu dengan vio dan gia, jika


saja eldira nggak kerja sama dengan mereka berdua mungkin mereka juga sudah


hilang kontak, karena eldira sangat susah diajak hangout, sekedar makan bareng


atau main ke kawasan kemarin. Itu yang membuat dia kehilangan sebagian besar


kawannya. Waktunya hanya untuk toko, kuliah dan berbaring memainkan hp, wajar


saja ia sangat senang mempunyai teman baru seperti fylin.


Dia kini bangkit melihat isi kulkasnya, mengambil beberapa


roti cokelat dan soda kaleng untuk menemaninya duduk menonton tv. Acara tv


masih belum menarik minatnya, ia terus mengganti chanel sampai ia berhenti di


sebuah chanel acara traveling. Ia mengamati pemandangan yang disajikan oleh


program itu


“wah.. hutannya bagus banget, kaya’nya nggak jauh juga deh


dari sini, jadiin latar foto merk baju baru ah”


“harus kasih tau dua serigala nih” dia meraih hpnya dinakas


dan mengirim sms kepada dua sahabatnya itu, vio dan gia.


Dia fokus lagi dengan pemandangan yang disajikan serasa ia


ikut dalam petualangan itu, sampai tak sadar sodanya habis. Ia beranjak untuk mengambil


beberpa lagi tapi melihat kotak sampahnya sudah sangat penuh, ia meraihnya dan


segera membuangnya diluar apartemen.


“apa sekalian ke toko aja ya, beli beberpa roti lagi”


katanya, segera ia meraih jaket dan tasnya. Menekan lift dan turun untuk keluar


dari apartemennya. Sesampainya ia didepan pembuangan sampah warga apartemen


Qypt ia menaruh sampahnya dan pergi ke toko yang biasa ia kunjungi untuk


membeli beberapa makanan atau camilan, di samping toko itu ia melihat seseorang


yang tampak dikenalnya.


 “Fylin?” Eldira


terkejut dan tubuhnya spontan mundur


Entah apa yang terjadi, fylin memiliki beberapa luka


diwajahnya. Dan membiarkan orang yang ada didepannya menyeka beberapa luka tersebut,


dan tampak beberapa kali tersenyum dan memberikan suapan eskrim. Eldira


berbalik badan dan kembali ke apartemennya, ia tidak tau kenapa ia tidak jadi


ke toko tersebut. Ia masih mencerna apa yang terjadi dibalik pintu


apartemennya, dan kembali bertanya kepada dirinya sendiri “apa aku salah liat?”.