
Mentari tampak malu malu untuk menampakan dirinya pada dunia. Awan hitam yang menghalanginya tentu saja membuat suasana pagi ini menjadi sangat dingin. Membuat Alin semakin menarik selimutnya dan sangat malas untuk bangun.
"Ros! ini sudah jam 6, nanti kau terlambat" seru sang kakak sambil menyibakan kain gorden dan membuka jendela agar udara dapat masuk.
"mmm hari ini kan aku libur" sahutnya tanpa membuka selimut yang membungkus tubuhnya.
"loh kok libur? hari ini kan hari jum'at!" tuturnya
Demi mendengar hal itu, Alin langsung terperanjat dan melompat dari kasur.
"jadi hari ini bukan hari Sabtu?"
Roshela menggelang
"kenapa tidak membangunkanku dari tadi?, aku jadi telat kak.. apalagi hari ini pelajarannya pak Subroto😂...aku pasti bisa mati walau terlambat semenit saja" ocehnya buru buru masuk ke kamar mandi.
Roshela hanya menggelang gelang kepalanya sambil tepuk jidat. Kelakuan adiknya itu memang terkadang sangatlah ceroboh.
15 menit setelah bersiap, Alin sudah terlanjur terlambat dan akhirnya santai santai saja dan sempat sarapan bersama.
"santai sekali kau ini...katanya bisa mati kalau terlambat pelajaran pak Subroto...jangan jangan kamu mau mati ya?" goda Roshela sukses membuat Alin mengembungkan pipinya kesal.
"masalahnya aku sudah terlambat 5 menit kak, belum lagi naik bus 15 menit, 30 menit baru sampai di sekolah, tetap saja kan di hukum, ya sudah daripada repot repot nikmati saja ya kan?" ucapnya enteng.
"huuh dasar tidak konsisten" cibir Roshela sambil melahap rotinya.
TIIIDD TIIID
Suara klakson mobil silih bersahutan. Membuat keduanya bingung dan langsung keluar rumah.
Dilihatnya dua mobil mewah terparkir didepan rumah mereka. Setelah beberapa saat keluarlah seorang pria ber jaz hitam dan dasi yang rapi. Lalu keluar seorang siswa SMA yang tak kalah rapi.
Mereka adalah Tuan Agatha dan Adrien.
"Loh, kakak?" seru Adrien saat baru menyadari kalau yang sedari tadi dia ikuti adalah mobil milik kakaknya
"Adrien? kau mengikutiku?" tanya Agatha yang sama sama heran. Sementara Alin dan Roshela hanya diam memperhatikan.
"Aku mau menjemput Linda...Dia kan pacarku" jawabnya langsung membuat Alin melotot karna tidak setuju dengan ucapannya.
"b b bukan kok, Kami baru saja berteman seminggu yang lalu...kami hanya kenal nama saja" sahut Alin gelagapan.
"teman apa temaaannn" seringai Roshela lagi lagi menggoda
"ish kakak kenapa sih? dia memang teman kok" Jawabnya dengan wajah yang semakin memerah karna kesal.
"wah wah wah...Bahkan dia tidak mengakuinya" Adrien menggelangkan kepalanya.
"wahai kakak iparku yang cantik, tolong ajari adik kecilmu untuk bersyukur...Semua gadis menginginkan diriku...Tapi dia begitu angkuh dan berani menolaku 123 kali dalam seminggu ini" lanjutnya
Cih, Alin menjulurkan lidahnya tanda mengejek.
"sudahlah kalian sana pergi!" usir Agatha mulai panas telinga saat mendengar ocehan adiknya.
Dan merekapun segera pergi.
Disepanjang perjalanan, Alin hanya memasang wajah cemberut, sementara Adrien fokus menyetir dan sesekali meperhatikan wajah Alin.
"mmm...pantas saja pagi ini mendung ya...mentarinya sedang cemberut seperti babi"
Plok!
Alin segera membanting wajah Adrien dengan tas sekolahnya.
"kau yang babi"
"ahahaha...kau cantik sekali kalau marah"
"diam kau!" ucapnya galak.
"kita sudah terlambat 30 menit nona aduhaiku, apakah kita alihkan tujuan saja?" tanya Adrien sambil melirik ke jam tangan yang tersemat di pergelangan tangannya.
"hey jangan mengajaku menjadi tidak waras sepertimu ya, antarkan aku sampai sekolah dulu...setelah itu kau bisa pergi kemanapun sesukamu!" ocehnya.
"Baiklah kalau begitu tidak jadi bolos, kita akan dihukum bersama sama biar romantis" senyumnya membuat Alin menjadi sebal dan semakin membenci pria itu.