Because You Love Me

Because You Love Me
15. Odette dan odelle



Alin sudah siap dengan Dress hitamnya yang sebatas lutut, entah kenapa Roshela memaksanya untuk memakai pakaian ini, tapi dia menurut saja hanya untuk hari ini.


saat hendak pergi tiba-tiba si bodoh Adrien itu sudah memasang senyum jahilnya di sebrang jalan sana.


"halo everybody! boleh aku membawa pacarku?"


Seperti biasa, pasangan yang elegan itu cepat mengizinkan pergi. Memberi kesempatan pada Alin yang ingin meluruskan kejadian kemarin sore. Dia tidak ingin menjatuhkan harga dirinya dengan mengakui kalau mereka benar benar pacaran.


Meski cuacanya mendung dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan, Adrien tetap membawa Alin ke tempat terbuka. Dimana saat ini mereka sedang berada di kebun binatang, dan sesekali memberi makan beberapa hewan dengan bimbingan petugas.


Sejak beberapa menit yang lalu Adrien tak ada disampingnya, entah kemana perginya pria itu, namun Alin sama sekali tidak peduli, ia masih betah disini sambil memberi makan beberapa burung merpati.


"Hey, kau harus lihat ini!" tiba tiba saja ia muncul dan langsung menarik tangan Alin. Sampai gadis itu berjalan tergopoh gopoh karna diseretnya.


"apa sih?!"sentaknya merasa kesal karna kenyamanannya terganggu.


Namun saat dihadapkan oleh sesuatu yang indah di hadapannya, kekesalannya berubah jadi rasa kagum yang luar biasa.


Angsa angsa menari dan berputar diatas kolam yang jernih, mereka tampak seperti penari handal yang sudah terlatih, Sesekali mereka terbang, mengepakan sayap indahnya yang putih bersih, lalu menyatukan kedua paruh mereka sehingga terbentuklah lambang cinta.


"Wah, cantik sekali!" ucap Alin berdecak kagum.


"apa kau tau kisah Odette dan odelle?"


Siapa yang tidak tahu kisah mereka, Odelle dam Odette, dua tokoh utama dalam drama Swan lake. Sang ratu angsa yang dikutuk oleh penyihir jahat bernama Von Rothbart. Kutukan Odette hanya akan hilang saat ada seorang pria yang mau mengikrarkan janji cinta sejati abadi, dan seorang pangeran telah jatuh cinta padanya, Namun saat Von Rothbart mengetahui kalau pangeran jatuh cinta padanya, ia murka dan menyandera Odette dalam sangkar besi, lalu ia menyihir putrinya Odelle menjadi seperti Odette, sehingga sang pangeran terpesona dengan kecantikan Odelle.


Pangeran yang termakan tipu daya Von Rothbart pun mengira Odile adalah Odette-terlanjur bersumpah menikahi Odile.


Pengkhianatan ini mengunci nasib Sang Ratu Angsa, Odette yang melemah tubuhnya karena sihir Von Rothbart pergi ke danau angsa dengan kesedihan yang mendalam.


Pangeran yang akhirnya sadar termakan tipu daya Von Rothbart pun menyusul Odette ke danau angsa dan meminta maaf kepada Odette.


Odette berkata, dia tidak punya pilihan selain bunuh diri karena pada akhirnya dia pasti akan mati karena mantra Von Rothbart. Pangeran pun menyatakan ia akan ikut mati bersama Odette.


Von Rothbart pun muncul untuk mencegah pangeran bersatu dengan Odette namun dua sejoli itu telanjur menceburkan diri ke danau.


Mantra Von Rothbart pun patah, kekuasaannya hancur. Dia juga menjadi saksi roh Pangeran Siegfried dan Odette naik ke langit, bersatu dalam kehidupan setelah kematian.


"Aku tahu gerakan tarinya!" ucap Alin langsung saja memulai pergerakan dihadapan Adrien, membuat pria itu terkejut sekaligus tidak menyangka dengan sikapnya.


Namun yang Alin lakukan adalah pada saat Odelle , sang angsa hitam sedang gembira karna berhasil memperdaya pangeran, gerakan tarian yang melambangkan kemenangannya, gerakan tarian yang begitu anggun, dinamis, dan kuat dengan lompatan lompatan tinggi yang memukau. Di iringi oleh angsa angsa yang ikut menari disekitarnya.


Tak peduli jika Hujan mulai turun dan membasahi dirinya, namun kedua insan itu tidak menghindar dari hujan, bahkan saat Alin membungkukan badannya menandakan tarian itu sudah usai, Adrien berlari, memangkunya penuh rasa cinta, berputar dibawah guyuran hujan sambil tertawa penuh kebahagiaan.


PROK! PROK! PROK!


...--------SKIP--------...


"Tadi itu luar biasa, tari apa namanya?" tanya Adrien yang saat ini mereka sedang duduk istirahat di atas mobil.


"Ballet, aku pernah memainkan peran Odelle saat ada kompetisi tari di sekolah Dasar dulu" ucapnya sambil tersenyum penuh makna. "dan ibu yang mengajarinya" lanjutnya langsung saja menunduk.


Sudah lama sekali, ia melupakan masa itu, saat keluarganya masih utuh, saat dia masih bisa berpeluk manja pada mereka dan selalu menceritakan kisahnya di sekolah. Rasanya sekarang dia merindukan mereka.


"jangan menangis, kau harus kuat!" Adrien memegang pundaknya untuk menguatkan.


"aku tidak pernah menangis bodoh!" ketusnya langsung menyingkirkan tangan Adrien yang menempel dipundaknya.


"Massa? ku fikir semua gadis itu suka sekali menangis"


Alin mendongak, melihat wajah Adrien yang terlihat lebih bahagia hari ini, rambutnya masih basah karna hujan tadi, dan tanpa sadar tangan Alin bergerak untuk menyentuh rambutnya yang sedikit kasar.


Srek!


dalam sekali tarikan ia menjambak rambut Adrien sampai beberapa helai terlepas dari akarnya.


"aww...kamu galak banget sih, aku kan tidak berbuat apa apa" ringisnya.


"ini karna kekurang ajaranmu! kau fikir kau ini siapa berani menggendongku seperti itu didepan umum tadi? dasar mesum!" ocehnya masih sibuk menjambak rambut lelaki itu.


" aduhh aku benar benar kesakitan, tolong lepaskan aku Linda!" pintanya.


Setelah puas menjambak rambutnya Alin pun melepaskannya, dia duduk dibagian depan mobil dan menatap wajah lelaki itu yang masih tampak kesakitan, dia mengaduh meminta perhatiannya.


"tadi itu hanya spontan, aku sangat suka melihat tarianmu, apalagi saat dibawah guyuran hujan, hujan itu kesukaanku, dan aku bahagia bisa menari bersama dengan orang yang kusuka saat hujan" jelasnya sambil menenggelamkan wajahnya dibahu Alin.


"dasar kau ini!" Meski sedikit kesal, entah kenapa Alin mulai memeluk pria itu, mengelus rambutnya dan mencium aroma sampo yang masih melekat dirambutnya, Perlahan, tangan pria itu pun melingkar dipinggang rampingnya.


"aku mencintaimu...."


dua kata itu, hari ini terdengar sangat berarti.


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...