Because You Love Me

Because You Love Me
17. Tak bisa tanpamu



Kini, Adrien sudah dibawa ke UGD dan ditangani para dokter, sememtara Alin sudah menelpon Kakanya dan Juga Agatha 10 menit yang lalu.


Dan mereka datang bersama orang tua Adrien.


kedatangan mereka yang tak ramah, menjadi hujaman menyakitkan bagi Alin.


"gara gara kamu, anak saya kecelakaan" ucap wanita muda berusia sekitar 30 tahunan sambil menunjuk wajah Alin penuh amarah.


Gadis itu hanya tertunduk penuh rasa bersalah. "maaf Bu, ini memang salah saya"


"Kamu siapa?, dan punya apa kamu berani mendekati anak saya?, sebaiknya kamu pulang dan bercermin"


Kepala Alin semakin tertunduk dalam, tak menyangka jika artis yang kata orang baik dan tidak sombong itu telah memakinya, Yah, mungkin sikap itu berlaku saat berada di khalayak ramai dan tersorot lensa kamera, sementara beginilah wujud aslinya.


melihat adiknya terintimidasi, Roshela langsung menghampirinya.


"permisi, kami memang bukan dari keluarga terpandang, tapi kami punya harga diri, dan tolong, yang mengemis cinta itu bukan adik saya, tapi anak Anda sendiri Nyonya"


percekcokan hampir saja terjadi, jika ayahnya Adrien tak mencegah dan menengahi perdebatan mereka. Sampai keadaan menjadi hening dengan emosi yang terpendam.


Tiba tiba seorang Dokter datang dan menjelaskan keadaan Adrien.


"Boleh saya melihatnya dokter?" tanya wanita itu penuh harap.


"silahkan!" ucap Dokter langsung saja pergi.


Semua berinisatif masuk ke dalam, namun tangan Alin dicegah wanita itu.


"pulang dan bercermin!" tiga kata yang langsung menghentikan Niat Alin untuk masuk. Tangannya ditarik Roshela dan membawanya jauh dari sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam semakin larut, Alin masih tidak berbuat apa apa, dia hanya diam merenung dibalik jendela kamarnya.


"ini makananmu!" Roshela datang membawa sepiring makan malam untuknya.


"aku tidak lapar kak"


Mengerti jika sang adik tengah galau, Roshela mengelus rambutnya penuh sayang.


"maaf kalau aku tidak adil" ucapnya setelah beberapa saat.


"maksud kakak?"


"aku tidak ingin kau berhubungan lagi dengan Adrien, setelah keadaannya membaik nanti, kau bisa bicarakan ini lagi, minta maaf pada Adrien dan keluarganya, setelah itu jangan terlibat apapun lagi, aku tidak ingin kalau nanti namamu dikenal buruk oleh banyak orang "


Alin tak bereaksi apapun setelah mendengar ucapan Roshela, dia masih fokus menatap hujan dibalik jendela sana.


"maafkan aku Dik, aku salah mengambil keputusan dengan membiarkanmu dekat dengan Adrien, mungkin sekarang yang aku inginkan hanyalah dirimu yang lebih sukses dariku, Karna itu pacarannya di tunda dulu" Roshela masih menasihatinya. Sementara fikiran Alin sekarang entah kemana.


"Jangan fikir aku buruk dalam mengambil keputusan, aku hanya ingin yang terbaik untukmu, kau adikku, satu satunya alasan untuk aku tidak menyerah, rela melakukan apapun demi dirimu, sungguh, aku tidak akan menikah sebelum melihat kesuksesanmu"


Kalimat terakhir Roshela langsung di tutup dengan tangan Alin yang menempel dibibirnya.


"Jangan begitu kak, Jangan buat aku tidak bisa tanpamu, Kita tidak tahu kapan takdir akan memisahkan kita, yang jelas itu pasti akan terjadi, Kita tidak perlu kesuksesan yang maksimal sampai harus mengorbankan Semua yang kita sayangi, Dengan kita selalu bersama saja aku sudah bahagia"


kali ini Alin yang mengoceh. Entah siapa yang bijak, entah siapa yang pandai merangkai kata, yang jelas rasa sayang satu sama lain, tidak cukup disampaikan dengan rangkaian kata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


......................


...----------------...


...****************...