Because You Love Me

Because You Love Me
16. hujan merampas dia dariku



Diantara ribuan hari yang Alin lewati, hari ini adalah hari yang tak kan pernah terlupakan, Meski nanti Adrien tak lagi bersamanya, meski takdir mereka tidak untuk bersama, tapi hujan akan selalu mengingatkan semua tentang dirinya.


Sejauh ini, Alin perlahan bisa menyingkirkan rasa sukanya terhadap Rainan, dan semua itu berkat Adrien, kini dia akan menyetujui hubungan Rainan dengan Natasya.


Ting!


Ting!


ting!


deretan pesan yang ditunggu Alin pun kini berdenting di ponselnya, dia langsung membaca hangat pesan itu sampai dirinya berani melakukan panggilan.


"Hai, belum tidur?" sapa Adrien.


"di luar hujan, aku tidak bisa tidur"


"em, mau ku peluk agar tidur mu nyaman?"


"tidak, kakakku belum pulang!"


"justru bagus kan? aku akan segera ke sana!"


"tapi-"


Tuut!


Adrien memutuskan sambungan telponnya, pasti detik itu juga ia langsung bergegas menuju kemari.


Sambil menunggunya, Alin membuka gorden jendela, melihat kacanya yang berembun karna hujan.


"kenapa aku bisa sebahagia ini? apa aku terlalu menyukai si bodoh itu?" gumamnya dengan senyum mereka dibibirnya.


Entah sudah berapa lama Alin larut dalam fikirannya, namun Adrien tak kunjung datang, biasanya dalam waktu 15 menit dirinya sudah tiba. Namun sudah satu jam Alin tak mendapat tanda tanda kedatangan Adrien.


"apa dia tidak jadi datang?" gumamnya merasa kecewa.


DRRT! DRRT! DRRRT!


Ponsel Alin kembali bergetar, dia langsung saja mengangkat sambungan telpon dari Adrien.


"hallo? kamu dimana?" tanya Alin.


Namun Adrien tak menjawab, hanya terdengar riuh hujan disana.


"Adrien kau dengar aku tidak?"


Masih tak menjawab, membuat Alin langsung dilanda khawatir.


"katakan sesuatu!"


Alin mengerutkan Alisnya, ada keanehan disana, suara Adrien sangat lemah diantara guyuran hujan yang deras.


"Suaramu...Adrien kau kenapa? apa yang terjadi? katakan kau dimana sekarang?"


"aku mencintaimu...aku mencintaimu.."dia terus saja mengucapkan kalimat yang sama hingga suaranya terdengar samar samar lalu menghilang bersama derasnya hujan.


"Hallo..Hallo..Adrien!"


Perasaan Alin jadi tak tenang, gelisah? sangat, kenapa fikirannya buruk sekarang?


Diapun memutuskan untuk pergi dan mencari Adrien, telponnya masih tersambung tapi dia tetap tak mengatakan apapun, sampai samar samar seseorang berteriak.


"Tolong! ada yang kecelakaan!" teriak suara di ponsel itu.


"Kecelakaan?" teriak Alin semakin mempercepat larinya.


Ternyata benar, sejauh Alin berlari, Mobil yang dikendarai Adrien sudah ringsek dan hancur, tubuh itu jauh terpental beberapa meter dari mobil. Kini tubuh Adrien hendak di gotong oleh dua pemuda yang kebetulan lewat sana.


"tidak!"


Alin langsung saja berlari menghampirinya, meraih tubuh yang sudah berlumuran darah itu.


"Adrien..apa yang terjadi?"


Perlahan, kelopak mata Adrien terbuka, bibirnya yang pecah itu memaksakan untuk tersenyum.


"peluk aku"


Grep!


Langsung saja dipeluknya tubuh itu dengan erat.


"Aku mencintaimu" bisiknya.


Alin tertegun sekaligus terharu, hatinya merasa tersayat, bahkan dia tak bisa menitikan air mata melihat semua ini.


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


Ciri ciri Author nulis ga punya tujuan😂Sampe lupa dah sama alur ceritanya, bahkan nama tokohnya pun lupa😂, Ini gak usah dibaca lagi lah, anggap aja ini cerita gabut aku untuk diri aku sendiri, tidak begitu memerlukan Like, komen, atopun favorit, Di Up Di sini sebenernya biar gak ilang gitu, kalo gabut bisa di cari dibaca lagi, buat kenangan masa Tua nanti awokawok😆