Because You Love Me

Because You Love Me
14. First kiss



Masih ditempat yang sama, mereka belum beranjak dari sana. sampai matahari kembali ke peraduannya. dan langit mulai memperlihatkan malam penuh bintang. Namun Alin harus segera balik jika tidak ingin dimarahi Roshela.


"aku harus pergi!" ucap Alin langsung saja beranjak tanpa mempedulikan Adrien yang mulai mengoceh.


"hey kau salah jalan! mobilku ada disana!" sahutnya sambil menunjuk ke arah yang berlawanan.


"aku tidak perlu tumpangan mobilmu, aku bisa naik taxi!" Alin terus berjalan tanpa meliriknya sama sekali.


"merepotkan!"


BRUK!


Tiba tiba saja Adrien berlari dan langsung memanggulnya bagai karung beras,membuat Alin berteriak refleks sambil memukul mukul punggungnya.


"bodoh! menyebalkan! tidak tahu diri! turunkan aku!" ucapnya galak.


Adrien tak mendengarkan dan memaksanya masuk ke mobil, memakaikan Alin sabuk pengaman , sampai membuat wajah mereka begitu dekat.


"Adrien singkirkan wajahmu, ini terlalu dekat!" oceh Aliin berusaha mendorong Adrien.


Adrien malah tersenyum miring, memperlihatkan wajah tampannya yang semakin sempurna jika dilihat dari dekat. Membuat gadis itu menahan nafasnya sesaat.


"kalau begini?" tanyanya malah semakin mendekatkan wajah.


"menjauh dari- empp..!" Kalimat Alin terpotong saat bibir tipis Adrien membungkam mulutnya.


Alin membatu, tak bisa menolak perlakuan Adrien dan membiarkan posisinya seperti itu dalam jangka waktu yang cukup lama sampai Adrien kembali menarik bibirnya.


Melihat Alin yang hanya diam mematung dengan tatapan kosong, memberikan kesempatan bagi Adrien untuk mengulangi ciumannya.


Ia hempaskan rambut yang menghalangi daerah wajahnya, kembali mendaratkan ciuman diatas bibir Alin dengan sempurna, sampai gadis itu terbuai dan memejamkan mata merasakan sensasi yang pertama kali ia rasakan.


"kau melakukannya dengan sadar kan?" tanya Adrien begitu ia selesai. Namun masih tak merubah posisinya.


Alin mengerjapkan matanya berkali kali, memastikan kalau ini bukanlah mimpi. "menyebalkan sekali!" umpatnya.


"lupakan semua yang kau katakan, mulai sekarang kita pacaran, oke?!" tanyanya terdengar sebagai perintah.


"Terserah!" Alin memalingkan wajahnya dengan rona merah dipipinya.


"aaaa....kau sangat menggemaskan! Muah..muah...muah...muah...😙" Adrien menciumi seluruh wajah Alin dengan gemas.


(dah dah skip...)


...****************...


Pagi hari yang mendung, membuat libur sekolah ini mendukung untuk tidur kembali. Namun saat Alin hendak menarik selimutnya, Seseorang sudah berdiri diambang pintu kamarnya.


"Aaaa T tuan A Aghata?!" teriaknya histeris Pasalnya, dia hanya menggunakan short pendek dan baju yang sedikit transparan. Berharap dia tidak akan tergoda melihatnya.


"berapa ukuran pantatmu?" tanyanya tiba tiba.


"hah?"


"ukuran pantatmu?"


Ukuran? pantat? kenapa rasanya itu terdengar mesum dan melenceng!


"untuk apa Anda tanyakan itu?"tanyanya penuh selidilk.


"aku pernah bilang untuk menulis tentangmu di salah satu karyaku, untuk itu aku menanyakannya"


Tidak adik tidak kakak, keduanya sama sama mesum. Alin mendadak tidak mengidolakannya lagi dalam sekejap.


"itukan Novel, cerita karangan, buat saja ukurannya sesukamu!"


"oh baiklah!" ucapnya simpel. Dan pergi begitu saja.


"huh nyebelin banget sih!" dengusnya kesal.


"Ros kamu mau ikut?" tanya Roshela yang datang beberapa saat setelah kepergian Tuan Agatha.


"kemana?"


"kemana saja, hari ini libur kan? akan terasa jenuh kalau seharian di rumah!"


ah benar juga, belum lagi kalau hanya berdiam diri dia pasti akan gila dan terus memikirkan ciuman pertamanya semalam.


Semoga saja hari ini sedikit membantunya....


...----------------...


...****************...


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa like, komen, saran dan kritik yang membangun....