Azur Lane: Silent Service

Azur Lane: Silent Service
Chapter 32 - Dua Fraksi Bendera Merah



Satu hari setelah kejadian yang tidak terduga itu berlalu, pangkalan militer Azur Lane membatasi pergerakan kapal-kapal fraksi lain dan berfokus untuk memperbaiki kerusakan kapal Royal Navy di galangan perbaikan. Insiden mengenai ledakan kapal milik Royal Navy menjadi pembicaraan yang hangat untuk semua gadis kapal. Tak terkecuali dengan tuduhan yang tidak mendasar ke arahku.


Ehm.. Mereka tidak salah sih..


Karena memang aku pelakunya.


Tetapi.. Ayolah.. Gunakan logika kapal untuk menuduhnya!


Demi menjalankan keadilan dan keamanan di pangkalan militer Azur Lane, Admirality Code membentuk unit Polisi Militer untuk menyelidiki insiden meledaknya kapal-kapal yang berasal dari fraksi Royal Navy. Polisi Militer yang dibentuk oleh Admirality Code merupakan kombinasi dari semua fraksi Azur Lane yang memegang teguh aturan militer dan pedoman aliansi Azur Lane.


Untuk kasusku? Erm.. Mereka hanya datang ke ruang pribadiku dan bertanya mengenai kegiatanku di malam sebelumnya.


Bagaimana caraku untuk meloloskan diri dari interogasi dadakan seperti ini?


Jawabannya sederhana..


Aku dan Sofia memperkenalkan anggota Seawolf yang menyusup ke pangkalan militer Azur Lane. Kejadian buruk yang menimpa fraksi Royal Navy akan tertutupi dengan kebohongan kecil dan masalah lain yang akan terjadi.


Setelah insiden kecil itu, Siren Converter yang menampung Arbiter Temperance XIV berhasil mengubah siren menjadi gadis kapal yang normal. Ingatan tentang dirinya yang menjadi siren tersimpan dengan sempurna dan kekalahan yang menimpanya membuat diriku sebagai Master barunya. Hukum dan aturan yang digunakan oleh siren sangat sederhana, mereka hidup menjalani aturan berdasarkan status kekuatan. Kekalahan yang dialami Arbiter Temperance dan mengubah bentuk tubuhnya menjadi gadis kapal merupakan dominasi kekuasaan yang terjadi secara paksa.


Layaknya anak ayam yang terpisah dari induknya, Arbiter Temperance memahami situasinya dan mengikuti permainan yang sedang kami jalani.


“USS Jimmy Carter? Ini pertama kalinya aku mendengar nama itu,” ucap Roon.


“Apa kau mengenalnya, Baltimore?” tanya Mikasa.


Unit Polisi Militer yang mengunjungiku merupakan kapal-kapal yang berpengaruh secara emosional dan penalaran yang luar biasa. Menipu mereka dengan sandiwara yang berantakan sangat tidak direkomendasi terutama untuk fraksi Royal Navy yang ikut masuk ke unit Polisi Militer.


Seseorang yang kumaksud itu adalah Warspite. Tangan kanan dari Queen Elizabeth yang secara sadar menatapku dengan sorotan mata yang tajam. Tatapan yang diliputi api amarah itu sangat terasa dengan tangannya yang memegang pedang besar.


“USS Jimmy Carter? Aku pernah mendengarnya. Bukankah itu kapal selam yang masih satu kelas dengan USS Seawolf?” jawab Baltimore sembari melirikku.


“Yep, jika melihat dari garis keluarga. Dia adalah sister-ship dari kelas kapal selam yang sama sepertiku. Lihat ini.. Bukankah dia sangat imut dan manis?” ucapku untuk mencairkan suasana yang terasa berat.


Untuk satu tujuan yang jelas. Aku, Sofia, dan Arbiter Temperance memiliki identitas yang sama sebagai kapal selam dari unit Seawolf. Informasi yang sangat rahasia itu akan memakan banyak waktu untuk proses validasi. Bahkan untuk kapal yang berasal dari fraksi Eagle Union, status mengenai kapal selam Seawolf berada di rahasia tertinggi yang dijaga Admirality Code. Namun, kondisiku yang mendekati hari kematian memberi sandiwara baru setelah menggagalkan rencana sebelumnya.


Rencana yang telah aku persiapkan sebelumnya akan memanfaatkan taktik busuk Royal Navy dengan seni Blackmail. Kehadiran Arbiter Temperance yang terlepas dari Siren Converter mengubah rencana utama menjadi rencana cadangan dan menciptakan skenario baru beserta panggung sandiwaranya.


Sekarang..


Waktunya menekan bom waktu untuk sandiwara ini..


“Well.. Sebelum aku mencari USS Jimmy Carter yang melarikan diri. Aku sempat berkunjung ke wilayah Royal Navy untuk menghadiri undangan makan malam. Lebih tepatnya ke Istana Buckingham. Jika tidak percaya, tolong tanyakan kepada Warspite. Kami sempat bertemu di dalam ruang singgasana.”


“Hmm..” gumam Roon.


“Huuh..” gumam Mikasa.


“Eh.. Kau sempat makan malam bersama fraksi Royal Navy? Apakah itu benar, Warspite?” tanya Baltimore dengan lirikan kecilnya yang mengarah ke Warspite.


“Ark! I-Itu benar. Kami mengundangnya karena rasa penasaran akan kapal selam misterius yang dimiliki Eagle Union” Warspite menjawabnya dengan nada yang gugup dan perlahan mempertahankan intonasi nadanya menjadi tegas.


Aku tersenyum ke arah Warspite dan melambaikan tanganku ke arahnya.


Itu hanyalah peringatan kecil dan pemberitahuan publik terhadap insiden yang terjadi di dalam Istana Buckingham memiliki hubungan yang erat dengan penyerangan kapal-kapal Royal Navy yang berlabuh di pangkalan militer Azur Lane.


Sekilas, aku melihat ekspresi rumit yang terukir di wajah Warspite. Rasa terkejutnya menjadi hiburan tersendiri untuk diriku.


“Uhm.. Baltimore.. Tolong jangan laporkan situasi ini kepada Admirality Code. Jika keberadaan USS Jimmy Carter diketahui oleh mereka, pangkalan militer ini akan kesulitan menghadapi politik rumit yang diciptakan umat manusia dan Arthur tidak ingin aliansi Azur Lane hancur karena masalah politik umat manusia.”


“Sepertinya keadaan menjadi lebih rumit dari sekadar mencari pelaku perusakan kapal-kapal Royal Navy.”


“Ugh, maaf. Jika rahasia mengenai USS Jimmy Carter diketahui Admirality Code. Aku hanya memiliki beberapa pilihan buruk untuk mengurusnya.”


“USS Seawolf, aku tidak akan melaporkan masalah kalian kepada Admirality Code. Tetapi, mereka mungkin akan melaporkannya.”


Perkataan Baltimore tertuju kepada fraksi lain yang tergabung ke dalam unit Polisi Militer. Warspite, Roon, dan Mikasa tertimpa tatapan sinis yang berasal dari Baltimore.


“Hmm.. Mereka? Well.. Aku telah membuka kotak pandora di wilayah Royal Navy. Menambahkan Iron Blood atau Sakura Empire ke dalam daftar masalah pribadiku bukanlah hal yang buruk. Aku bisa mengurusnya,” jawabku dengan penuh percaya diri.


“Jadi itu jawabanmu? Masalah pribadi. Kalau begitu.. Aku akan mengundurkan diri dari kasus ini,” ucap Baltimore sembari pergi meninggalkan ruangan pribadiku..


“B-Baltimore?” sebelum Baltimore menutup pintu ruang pribadiku, Mikasa yang kebingungan dengan situasi ini bergegas menghampirinya. Meninggalkan Roon dan Warspite yang terdiam mengamatiku.


“Heh, begitu rupanya. Sakura Empire tidak mengetahui kejadian ini dan Eagle Union tidak ingin terlibat dengan masalah pribadiku. Tetapi.. Royal Navy dan Iron Blood.. Kalian telah bekerjasama?”


“Kuh!”


Warspite dan Roon terkejut dengan pernyataanku. Ekspresi wajah mereka tidak mampu menutupi kenyataan yang telah terjadi. Royal Navy dan Iron Blood telah bekerjasama di balik aliansi Azur Lane. Aku tidak mengetahui tujuan mereka bekerjasama, hanya saja..


Jika dua fraksi yang saling bermusuhan menjalin kerja sama, sesuatu yang mengerikan telah terjadi di bawah kendali aliansi Azur Lane.


“Hmm.. Menarik..” Roon memanggapi pernyataanku dengan senyuman sinisnya. Sebagai kapal yang memiliki kepribadian Yandere, dia sangat sulit untuk ditebak pola pikirnya.


“Keberanianmu untuk menggertak Iron Blood sangat menjanjikan, apa kau mampu melakukannya?” tatapan tajam dari Roon tertuju kepadaku dan penekanan dari ucapannya menunjukkan sikap permusuhan kepadaku.


Ahh.. Roon mencoba untuk memprovokasi tindakanku.


Untuk membalas provokasinya yang terlalu biasa, aku memberi kode kecil berupa tatapan dingin ke arah Arbiter Temperance atau yang telah berganti nama menjadi USS Jimmy Carter.


“Ung??” merespon tatapan dinginku yang terjadi secara tiba-tiba, USS Jimmy Carter berpikir keras untuk mengartikan kode kecilku hingga Sofia memberi gerakan kecil yang mempertegas tatapan dinginku.


“AH!” dengan seruan kecilnya, dia mengeluarkan sebuah foto dari seragam militernya dan memperlihatkan foto Bismarck yang mengenakan seragam pelayan serta kerusakan kapal perangnya setelah berduel melawanku.


“I-Ini..” Roon mengamati foto itu dari jarak yang cukup dekat.


“Ya, itulah jawabanku. Menambah Iron Blood ke dalam daftar musuh bukanlah masalah bagi kami,” ucapku dengan membangkitkan Wisdom Cuber imitasi yang melayang di tangan kananku.


Mengikuti gertakan kecilku, Sofia dan Jimmy Carter mengeluarkan Wisdom Cube di tangan kanan mereka.


“Oh, satu hal lagi. Yang menyerang Royal Navy bukanlah aku tetapi..”


“Dia..”


Tatapan Roon dan Warspite tertuju kepada Jimmy Carter. Dengan ukuran tubuhnya yang seperti anak kecil, mereka tidak akan menyangka jika serangan yang terjadi secara tiba-tiba itu berasal dari kapal selam.


“H-Huh? M-Maksudmu.. S-Serangan itu berasal dari luar?” tanya Warspite.


“Yap, berkat kejadian itu. Aku bisa menemukan kapal selam nakal ini” balasku dengan mengelus rambut Jimmy Carter.


“...” Jimmy Carter hanya terdiam dan menerima elusan lembutku di rambutnya.


“Roon, aku memberimu dua pilihan.. Ah! Tidak.. Aku memberi fraksi Iron Blood dua pilihan. Kalian akan menjadi musuhku atau musuh anak kecil menakutkan ini..”


“...”


“...”


Setelah ucapan terakhirku itu, ruangan pribadiku dilahap oleh keheningan yang berlangsung cukup lama. Kekalahan Bismarck sebagai Flagship Iron Blood menjadi bukti mengenai kekuatan kami. Roon yang menyadari ini hanya terdiam dan berpikir keras untuk masa depan fraksi Iron Blood.


“Kau tahu, ini akan menyudutkan fraksi Eagle Union,” ucap Warspite.


“Tenang saja, unit Seawolf telah dibuang oleh Eagle Union. Berterima kasihlah kepada Enterprise karena tindakannya itu.. Ini hanyalah peperangan kecil antara sisa-sisa unit Seawolf melawan dua fraksi besar. Kurasa.. Itu sangat menyenangkan,” ucapku dengan tersenyum kecil.


“T-Tidak mungkin..” balas Warspite dengan ekspresi rumit di wajahnya.


“Well.. Itulah yang sudah menimpa kepada fraksi kalian. Sekarang.. Tolong keluar dari kamarku sebelum aku menendang kalian secara kasar.. Oh! Satu hal lagi.. Jika kalian tidak menjawabnya dalam tiga hari ke depan, aku akan menganggap kita berada di zona konflik perang pribadi.”


“Sofia.. Jimmy Carter..”


Merespon panggilanku, Sofia dan Jimmy Carter mendorong tamu tak diundang itu keluar.


*Claaaak..


*Daaagg..


Itu terdengar sangat kasar tetapi.. Aku bisa melihat senyum puas di wajah Sofia dan Jimmy Carter.


“Anoo.. Ini hanya perasaanku saja atau aku terlibat pada konflik yang tidak penting?” tanya Jimmy Carter.


“Oh, selamat datang di konflik tidak berguna kami yang cuma ingin bersenang-senang..” sahut Sofia.


“Dan.. Sejak kapan aku memiliki Wisdom Cube tingkat atas seperti ini?” lanjut pertanyaan Jimmy Carter sembari memperlihatkan Wisdom Cube imitasinya.


“Tenang saja, Jimmy. Semua bergerak sesuai rencana..” ucapku untuk menenangkan rasa keingintahuan Arbiter Temperance, perbedaan kultur siren dan manusia membuatnya sedikit krisis identitas. Terutama dengan masalah yang selalu menghampiri pemilik tubuh ini.


Aku juga heran..


Mengapa tubuh ini memiliki banyak masalah yang muncul setiap harinya?



...(Arbiter Temperance \= USS Jimmy Carter Mode)...