
Pangkalan utama Azur Lane dipenuhi asap tebal berwarna putih. Asap yang menyebar itu menelan bentuk pulau dengan sempurna. Dari balik asap tebal itu, sebuah torpedo kecil yang terbang tinggi menembus asap tebal dan mengelilingi pulau untuk mengamati keadaan.
Itu adalah Hunter Killer Drone yang digunakan USS Seawolf untuk melihat keadaan sekitar tanpa keluar dari permukaan air. Benda kecil itu terbang membentuk formasi melingkar yang mengelilingi pulau.
“Tsk! Seawolf!” ucap sosok gadis misterius dari balik lautan yang gelap.
Perlahan... Sang gadis misterius membuka matanya yang berwarna biru keputihan dan tubuh tentakel penyengatnya yang merangkak ke permukaan air.
*Splaaaash...
Tubuh sang gadis yang tertutupi tentakel berwarna putih mulai membesar dan mengeluarkan senjata siren berupa meriam kapal penjelajah ringan. Perlengkapan siren yang dikenakan dirinya memancarkan gelombang misterius berwarna biru keputihan dan menciptakan gelombang radio acak yang merusak saluran komunikasi di sekitarnya.
“Kau tahu, itu tidak berguna untuk diriku.”
“H-Huh?!”
Saluran komunikasi siren yang tersembunyi mendeteksi adanya penyusup tak dikenal yang bergabung ke jaringan komunikasi siren.
Sang gadis misterius sangat terkejut setelah mendengar suara itu. Sebuah suara yang berat dan memberi teror rasa takut di setiap ucapannya.
“Arbiter? Antiochus? Atau Arbiter Temperance XIV? Bagaimana caraku memanggilmu?”
“...”
“...”
“Aku tahu kau mendengar suaraku, perlukah aku mengirimkan sapaan hangat ke posisimu?”
“Tsk! Mengapa aku harus bertemu monster sepertimu di sini?” balas sang gadis misterius.
“Oh, kau menyerang pangkalan utama Azur Lane dan berharap tidak bertemu monster lain selain diriku?”
“Cih!” balas sang gadis dengan mengumpat kecil.
“Operasi dibatalkan! Semua unit kembali!” tanpa membuang waktu dan mengorbankan siren produksi massal yang sia-sia, sang gadis misterius membuka portal hitam yang secara perlahan menghisap siren produksi massal.
Saat tubuhnya memasuki portal hitam yang tercipta, tiba-tiba saja terdengar suara sonar akitf yang bergerak di bawah tentakelnya.
“Hum?” pancaran sonar aktif yang mendekati tentakelnya terdengar makin mendekat dan buih-buih udara yang bergerak ke permukaan air laut terlihat dengan jelas.
“Huh?! Torpedo!” sang gadis misterius terlihat panik dan menggerakkan tubuhnya menjauhi portal hitam untuk menghindari serangan torpedo.
*Pingggg... Pinggg... Pinngg...
*Ping...Ping...
*Weeeeerrrrrrr...
*Kaboooomm...
Serpihan serangan torpedo dan tekanan air laut yang meledak itu menghancurkan sebagian tentakel gadis misterius serta perlengkapan siren miliknya.
“Seawolf!!” ekspresi wajahnya menjadi panik setelah tentakel dan senjata sirennya rusak. Cahaya berwarna biru muda mulai bersinar di tubuhnya dan memperbaiki kerusakan yang dialami tubuhnya. Tentakel dan peralatan siren yang hancur itu perlahan tumbuh kembali di tubuhnya.
“Hmm... Begitu rupanya. Armor Overdrive milikmu tidak bereaksi terhadap serangan di bawah air. Informasi yang cukup bagus untuk siren tingkat atas sepertimu.”
“Bagaimana dengan Shield Module Damage Deflection yang kau gunakan?”
Sebuah suara yang bergema terbang menuju ke gadis misterius. Suara itu berasal dari pembakaran peluru kendali UGM-84 Harpoon yang terbang menuju sosok gadis misterius.
*Swiiiiiinggggg!!
*Kaboooooomm!!
Suara ledakan yang besar terdengar jelas. Sang gadis misterius tidak bisa menghindari serangan kejutan itu dan menerima hadiah istimewa dari sosok yang menyusup di jaringan komunikasi sirennya.
Luka kecil di tubuhnya yang telah sembuh kembali terbuka. Kali ini, tetesan darah kecil yang berwarna biru muda menghiasi wajah kecilnnya.
“Kuuuh!!”
Napas sang gadis misterius terlihat berat dan perlengkapan siren miliknya kembali hancur berantakan. Tentakel dan tubuhnya yang terluka terlihat sangat lemah bagaikan gadis kecil yang dipermainkan orang dewasa.
“Hey, aku pernah mendengar informasi menarik tentangmu.”
“Berdasarkan informasi yang kudengar, kau mengacaukan radio komunikasi armada kedua Eagle Union dan menyusup ke jaringan komunikasi radio dan memerintahkan mereka untuk menyerah.”
“Kau tidak bekerjasama dengan siren dan memandang mereka sebagai serangga tetapi menerima perintah langsung dari Arbiter The Hermit IX. Bukankah itu artinya kau menerima perintah dari serangga tingkat atas?”
“Kau tahu, aku akan melakukannya dengan cara yang pernah kau lakukan.”
“Arbiter Temperance XIV, menyerahlah dan aku akan mengurus kebutuhanmu selama menjadi tawanan perangku.”
Tawaran menyerah itu terasa sangat menggiurkan untuk gadis kecil tak berdaya. Ekspresi wajah datarnya merespon tawaran menggiurkan itu dengan kedutan kecil.
“Urgh... A-Aku...” sang gadis misterius terlihat bimbang dengan keputusannya.
Sosok kapal yang tidak terlihat, sulit ditebak, dan misterius.
Sosok legendaris yang menjadi mimpi buruk siren berada di depannya. Kemampuan menyerang bagaikan serigala kelaparan dan menghilang bagaikan hantu lautan. Sosok itu dikenal dengan Seawolf. Karena serangan Seawolf sangat efektif dan menakutkan, kelompok produksi massal siren menghindari rute laut yang dihuni Seawolf.
Luka berat yang dialami sang gadis menjadi mimpi buruk yang membekas diingatannya.
Serangan yang terjadi secara tiba-tiba itu melukai tubuhnya dan memberi rasa sakit yang tidak pernah dialaminya.
“A-Aku...”
“Menyerah...”
Dengan nada lembut itu, sang gadis memperbaiki tubuhnya tanpa senjata siren. Tubuh kecilnya berbalut armor siren yang didominasi warna biru muda dan hitam kini berdiri tegak tanpa perlawanan.
“Bukankah menyerah sangat mudah, kau tidak perlu merasakan rasa sakit.”
Sosok suara yang lembut itu bergema dibelakangnya dan usapan lembut yang hangat menyentuh kepalanya.
Dari pantulan permukaan air laut yang tenang, sang gadis melihat sosok laki-laki misterius mengenakan seragam militer Eagle Union berdiri dibelakangnya dan mengusap kepalanya.
Wajah tanpa ekspresi itu perlahan berubah menjadi rasa takut mengenai kematian. Keberadaan sosok misterius yang menyerang tubuhnya dan muncul secara tiba-tiba memberi serangan psikologis yang kuat terhadap dirinya.
“Tenanglah, aku tidak akan membunuh siren yang telah menyerah.”
“Well, kebanyakan siren yang menyerah berusaha kabur dariku. Jadi, aku sedikit menuntaskan pekerjaanku yang tertunda.”
“Jika kau mengerti ucapanku, jangan membuatku kerepotan.”
Sosok laki-laki misterius itu tersenyum dan melepas usapan lembut dari kepala sang gadis.
“Jadilah tawanan perangku...” ucap sosok misterius sembari mengulurkan tangannya.
Sang gadis yang ketakutan itu menggerakkan tangannya dan meraih uluran tangan sosok misterius.
*Byuuuuuuurrr!!
*Bssssssttttt!!
Tiba-tiba saja, saluran komunikasi siren sang gadis terputus. Sosok misterius itu memberi kode kecil dengan jari telunjuk di bibirnya untuk tetap diam.
“Ssssstttt... Aku telah menepati ucapanku.”
“Sekarang, waktunya kembali ke pangkalan utama Azur Lane.”
“Sebelum itu, tolong jangan terkejut dengan apa yang akan aku lakukan kedepannya.”
Sosok misterius itu mengelurkan pistol kecil dari pakaian militernya dan menembak kepala sang gadis.
Tidak ada suara tembakan.
Hanya ada suara angin yang tenang dan suara ombak kecil di lautan lepas.
Pistol itu berisi jarum penenang yang membuat sang gadis merasa mengantuk dan tertidur lelap. Sosok misterius itu mengangkat tubuhnya dan menyelam ke dalam lautan menuju kapal selam yang bersandar di lantai lumpur.
Sosok misterius itu secara perlahan memasuki lubang palka kapal selamnya sebagai pintu masuk.
“Selamat datang kembali, Master.”
“Aku kembali, Sofia.”
“Apakah anak itu baik-baik saja?”
“Yap, jika saja gadis-gadis kapal tidak mempedulikan bentuk siren. Anak kecil ini mungkin telah tenggelam ke dalam lautan yang dingin. Tetapi, disinilah aku. Menyelamatkan siren yang seharusnya menjadi musuh mereka.”
“Tetapi, berkat anak kecil ini. Master mendapatkan petunjuk baru mengenai itu, bukan?”
“Yep, anak kecil ini adalah investasi yang besar untuk teknologi siren buatanku.”
“Fufufu... Master. Itu terdengar sangat kejam untuk menjadikan anak kecil sebagai investasi.”
“Tidak apa-apa, bukan? Ini demi kepentingan umat manusia, gadis kapal, dan siren.”
“Tidak, lebih tepatnya ini karena Quest yang memaksaku untuk melindunginya demi mendapatkan teknologi Siren Converter” gumam sosok misterius secara halus.
...(Arbiter Temperance XIV) ...