
Mencari Sofia merupakan hal yang mudah. Tubuhnya yang tercipta dari kecerdasan buatan dan Wisdom Cube telah masuk ke daftar senjata aktifku. Aku hanya perlu mencarinya dari sistem kapal selamku dan mengikuti koordinat posisinya.
Yap, Sofia adalah senjata biologis yang tercipta dari skill Weapons From Another World.
Masalahnya adalah dia berada di tempat yang sangat menarik perhatian. Sebuah rumah makan yang dihuni oleh gadis kapal Sakura Empire dan menyajikan makanan Jepang yang sedikit di luar nalar.
Ugh... Apa itu? Torpedo teriyaki?
Sekilas aku melihat gadis kapal yang memakan torpedo panjang berbalut tepung krispi.
Eh, itu tempura!
Torpedo tempura!
Hah?! Mereka memakan makanan yang unik ternyata.
Ah, aku hampir lupa jika dunia ini memang aneh. Kesampingkan makanan aneh itu, aku mempersiapkan diriku menuju medan pertempuran antara satu gadis kapal dengan Admiral fraksi lain.
*Tiiiing.. Kacling...
Suara lonceng berbunyi ketika aku membuka pintu masuk dan sorotan mata gadis kapal yang berada di dalam rumah makan teralihkan kepadaku.
Sofia yang sedang berbicara dengan salah satu Admiral pun menatapku dan melambaikan tangannya.
“Maaaasssteeerr!!” seru Sofia.
Seruan Sofia yang satu itu sangat menarik perhatian.
Terlebih ... Master? Itu membuat sebagian rambut halus tubuhku bergetar menghadapi sorotan tatapan tajam dari gadis kapal di sekitarku. Sebagai catatan kecil, gadis kapal yang ada di sekitarku merupakan fraksi Sakura Empire, Iron Blood, Royal Navy, dan Sardegna Empire.
“Bagaimana? Apakah urusan yang penting itu sudah selesai?” tanya Sofia dari kejauhan.
“Ah, tugas kita bertambah lagi kali ini?” lanjut pertanyaan Sofia sembari menatap benda di tanganku.
Aku bergegas mendekatinya dan meletakkan benda di tanganku ke atas meja. Sofia dan Admiral yang duduk di depannya tampak telah selesai menikmati makan siang.
“Oh, kau tidak memesan makan siang untukku?” tanyaku.
“Maaf, Master. Sebelum aku memesan makan siang kita. Mereka mengundangku untuk makan siang bersama” ucap Sofia sembari melirik Admiral di depannya.
“Oh? Begitukah?” jawab singkatku.
“Un, mengapa kita tidak memesan makan siang sekali lagi?” ucap Sofia.
Sofia berdiri dari kursinya dan berjalan menuju meja pemesanan tetapi sebuah papan kecil yang menandakan pemesanan makan siang telah berakhir membuatnya kembali.
“Maaf, Master. Sepertinya mereka membatasi pemesanan hidangan makan siang.”
“Well, setidaknya kita masih memiliki makanan cadangan berupa daging kaleng dan ... Ugh! Mengapa aku harus memakan makanan kaleng di pangkalan militer?” gerutuku sembari menatap tajam Admiral di depanku.
Tingkah laku Sofia sangat berbeda dari biasanya. Dengan kedipan kecil matanya, aku berusaha mengikuti sandiwara yang dia buat. Instingku berkata jika Sofia mendapatkan informasi penting dari Admiral fraksi lain. Hanya masalah waktu bagi Sofia untuk memberikan informasi itu kepadaku.
“Sofia...”
“Perintah dari Admirality Code.”
Aku menyerahkan kertas perintah dan piringan hitam kepada Sofia.
Sofia perlahan membaca kertas perintah dan meletakkan piringan hitam di atas tangan kirinya.
“Eh? Decommissioned Seawolf-class? Ini sangat lucu. Mengapa mereka ingin menghentikan program Seawolf yang sukses?” tanya Sofia.
“Ah! Jawaban itu ada di piringan hitam. Perlukah kita mendengarnya sekarang?” lanjut ucapan Sofia sembari mengeluarkan wujud Wisdom Cube di tangannya.
“Ide yang bagus, Sofia” aku membalas ucapan Sofia dengan mengeluarkan Wisdom Cube tiruan di atas tanganku.
Saat kami mengeluarkan Wisdom Cube di waktu yang bersamaan, Admiral yang ada di depanku terkejut. Respons yang sama terlihat dari gadis kapal di sekitarku. Laki-laki yang mampu menggunakan Wisdom Cube adalah hal yang langka di dunia Azur Lane.
Mengapa?
Jawabannya sangat sederhana. Setiap kapal memiliki Wisdom Cube dan setiap kapal adalah gadis. Menurut logika sederhana itu, gadis kapal merupakan satu-satunya yang memiliki Wisdom Cube. Jadi, jika ada seorang laki-laki yang mampu menggunakan Wisdom Cube. Itu adalah hal langka di dunia ini. Hanya saja, Wisdom Cube milikku memiliki ukuran yang lebih kecil dan mengeluarkan aura misterius yang mencekam.
Piringan hitam yang berada di tangan Sofia mulai bersinar, melayang, dan berputar. Sebuah alunan lagu yang terasa nostalgia terdengar di telingaku. Itu adalah musik yang sering diputar oleh salah satu negara besar yang berperang demi kebebasan dan minyak.
When Johny Comes Marching Home.
Hanya dari namanya, seharusnya itu sudah cukup untuk menjelaskan negara itu. Sebuah negara yang dikenal sebagai Eagle Union.
Makar? Tidak! Ini bukan makar terhadap fraksi sendiri.
Pada dasarnya, fraksiku yang sekarang adalah fraksi X. Dengan kata lain, aku tidak bergabung dengan fraksi mana pun!
Alunan lagu itu berputar hingga Sofia menghentikannya.
“Sepertinya pesan ini ditujukan kepada Master” Sofia memberikan piringan hitam itu kepadaku.
Eh?
Heeeh?!
Apa ini? T-Tubuh ini memiliki sejarah mengerikan seperti ini?
Aku hidup di tubuh yang mengerikan!
Apa ini? Menghancurkan konvoi elite siren di patroli pertamanya?
Ucapan terima kasih dari pemimpin Eagle Union dan pencetus ide untuk pembuatan ulang kapal Eagle Union dengan kelas khusus?
Urgh... Apa ini?
Yorktown II?
Hornet II?
Northampton II?
Hammann II?
Langley II?
Itu semua adalah ide dari pemilik tubuh ini? Dan mereka telah selesai dibangun? Eh? Mereka menunggu persetujuanku untuk bergabung ke pangkalan utama Azur Lane.
Kesampingkan teman masa kecilku yang genius, ternyata pemilik tubuh ini tidak kalah genius dengan pertempuran kapal selamnya yang selalu kembali membawa kabar baik.
Alasan mengenai pemberhentian program Seawolf adalah keuangan Eagle Union yang menipis untuk membangun kapal-kapal itu.
Perlengkapan mereka tidak terlalu buruk untuk kapal baru.
Setelah piringan hitam itu berhenti berputar. Aku mendapatkan saluran komunikasi baru dan perintah baru dari Admirality Code yang tersembunyi dari balik piringan hitam.
“Kuh! Ini sangat merepotkan! Mengapa aku harus menjadi Admiral of the Navy untuk operasi kapal selam Azur Lane!”
Aku membanting piringan hitam itu hingga hancur berkeping-keping. Tindakanku ini memancing perhatian yang tidak seharusnya kulakukan.
“Ah! Mau tidak mau aku harus melakukannya, bukan?” ucapku dengan penuh rasa kesal.
“Master, pekerjaan ini makin merepotkan. Sudah saatnya kita berkhianat!” ucap Sofia.
“Un! Ide yang bagus! Saatnya kita mengkhianati Eagle Union!”
Ini hanyalah candaan belaka untuk Sofia dan diriku. Tetapi, ekspresi gadis kapal di sekitarku berubah menjadi heboh.
Dengan anggukan kecil dari Sofia, aku berjalan keluar dari tempat ini menuju kamar yang telah dipersiapkan oleh teman masa kecilku.
Di perjalanan kecil ini, Sofia menahan tawa kecilnya yang perlahan terlepas.
“Ahahaha!! Apa-apaan itu tadi! Mereka sangat lucu untuk dipermainkan!” seru Sofia.
Dari sudut pandang mereka, itu merupakan ucapan yang sangat berani. Mengkhianati fraksi besar seperti Eagle Union hanya bisa dilakukan oleh golongan tertentu dan aku adalah salah satunya!
Ehehe...
Aku sudah pantas menjadi Main Villain, bukan?
“Master, aku mendapatkan informasi sensitif dari fraksi lain.”
“Mereka telah mengetahui program Seawolf yang dirahasiakan Eagle Union dan melayangkan protes melalui perwakilan Azur Lane. Salah satu perwakilan yang mereka gunakan adalah-“
“Enterprise?” ucapku yang memotong penjelasan Sofia.
“Tepat sekali! Eh? Master telah mengetahuinya?” tanya Sofia.
“Melihat kekacauan yang terjadi di Eagle Union dan perintah Admirality Code yang menjadikanku Admiral of the Navy. Akan sangat bodoh jika tidak menyadari keterlibatan Enterprise. Sebagai kapal induk yang menjadi senjata terdepan melawan siren. Dia cukup berpengaruh untuk mengubah keputusan Eagle Union. Pembuatan ulang kapal saudarinya yaitu Yorktown II adalah ideku. Dengan memperbaiki saudarinya, program Seawolf dapat berkembang di bawah radar Azur Lane. Tentu saja, aku akan menghancurkan kapal selam kita untuk menjalankan program kapal selam yang baru.”
“Jadi begitu...” sahut Sofia.
“Mengembangkan kapal selam yang menggunakan teknologi Siren dan META. Bukankah itu terdengar menyenangkan?” ucapku sembari tersenyum kecil.
“Fufufu ... Master ... Kau ingin melangkah ke jalan kegelapan?”
“Mungkin...” jawabku.
Perbincangan ini berhenti setelah kami sampai di asrama Eagle Union.
Untuk sementara waktu, aku dan Sofia akan tidur di dalam kamar yang nyaman.
Aku hanya bisa berharap jika Sofia tidak terlalu berisik di malam hari dengan aktivitas yang dipenuhi adrenali.