Azur Lane: Silent Service

Azur Lane: Silent Service
Chapter 20 - Dua Istri Rindu Suami



Di dermaga kering pangkalan militer Gibraltar, Bismarck menatap bagian depan kapalnya yang hancur. Pikirannya terbang mencari penyebab kekalahannya dari USS Seawolf dan mendapatkan pertanyaan tanpa jawaban. Kerusakan yang dialami oleh tubuh kapalnya bukan dari serangan torpedo melainkan serangan lain yang tidak Bismarck ketahui, itu karena bagian bawah kapalnya terlihat sehat tanpa luka.


“Ini sangat aneh” gumam Bismarck.


Tepat di samping tubuh kapalnya, Bismarck melihat kapal selam U-30 yang nyaris tenggelam ke dasar lautan. Kerusakan yang dialaminya berasal dari serangan torpedo yang meninggalkan bekas luka lebar menusuk ke dalam lambung kapal.


“Berbeda denganku, U-30 mengalami serangan torpedo karena posisinya berada di kedalaman periskop.”


“Hng!”


Dengan pemikiran sempit itu, Bismarck mendapatkan petunjuk baru mengenai serangan torpedo yang mengenai U-30. Posisinya yang menyelam di kedalaman periskop seharusnya sangat sulit untuk dideteksi dengan radar permukaan. Menyadari keanehan itu, Bismarck menyimpulkan satu hal.


“Tunggu! Sejak awal USS Seawolf telah menyadari kehadiran U-30 yang mengikutinya?”


“Apakah sejak awal USS Seawolf telah memenangkan duel?”


“Itu sangat mustahil! Mendeteksi kehadiran kapal selam di bawah air? Apakah U-30 mengeluarkan suara keras yang tertangkap hydrophone USS Seawolf?”


“Tidak mungkin! Kapal selam yang berjalan 2 knot menggunakan tenaga baterai tidak seberisik itu.”


“Bagaimana caranya USS Seawolf mengetahui keberadaan U-30?”


“Guh! Ini sangat memalukan!”


Sebagai Flagship dari Iron Blood, Bismarck menjadi kapal yang dipenuhi harapan dan kebanggaan. Rasa percaya diri dan ego besarnya menjadi besi dingin yang berjalan di lautan. Kekalahan kecilnya dari kapal selam merupakan hinaan dan penutup ego tingginya. Kini, dia mulai menyadari kelemahannya sebagai Flagship Iron Blood.


“Aku harus berlatih lebih keras lagi, huh?” gumam kecil Bismarck sembari menatap tubuh kapalnya.


...


...


...


“Bis-”


“-Marck?”


“Bis ... Marck ...”


“Bismarck? Hey! Kau mendengarku?”


“Huh?!” Bismarck terbangun dari lamunan kecilnya. Di sampingnya, Hood membawa minuman ringan untuk Bismarck.


“Admiral memintaku untuk melihat kondisi kapalmu” ucap Hood sembari memberi Bismarck minuman ringan.


“Apakah kau dan tubuh kapalmu baik-baik saja?” lanjut tanya Hood.


“...” Bismarck hanya terdiam dan mengambil minuman yang digengam Hood. Dia kembali melihat kondisi kapalnya yang melakukan perbaikan darurat dan meminum minuman ringan pemberian Hood.


“Seperti yang kau lihat, kondisi kapalku seperti ini dan U-30 untuk sementara waktu akan melakukan perbaikan penuh” ucap Bismarck untuk menjelaskan situasinya.


“Kerusakan yang cukup parah untuk Battleship imut” balas Hood.


“Imut? Apa maksumu?” jawaban dari Hood membuat Bismarck kebingungan.


“Ini maksudku” Hood memperlihatkan sebuah foto mengenai Bismarck yang mengenakan seragam pelayan.


“Ah! Hey! Berikan kepadaku!” Bismarck bergerak cepat untuk mengambil foto memalukan itu dari Hood.


Hood menghindar dengan cepat dan memasukkan foto berharga itu ke dalam sakunya.


“Tenang saja, foto ini telah beredar di seluruh pangkalan militer Gibraltar bahkan Tirpitz mengakui keimutan Bismarck yang satu ini” puji Hood.


“Kuuuuhuuu...” Bismarck menyembunyikan ekspresi malu wajahnya dengan topinya.


“Berbicara tentang imut, aku mendapatkan informasi yang menarik tentang USS Seawolf.”


Mendengar ucapan Hood, Bismarck kembali memasang wajah seriusnya dan melupakan foto memalukannya.


“Uhuh, informasi apa itu?” tanya Bismarck dengan nada serius.


“Jadi, dia merupakan kapal selam veteran, huh? Pantas saja aku kalah. Itu menjelaskan semuanya. Taktik dan serangannya tidak biasa” ucap Bismarck dengan nada dingin.


“Veteran? Ah! Benar juga! Kami menemukan satu catatan penting tentang dirinya. Saat USS Seawolf kembali setelah melakukan patroli pertamanya di perairan Atlantik, dia kembali dengan mengikat spatula di periskopnya.”


“Huh?” mendengar ucapan Hood yang aneh, ekspresi Bismarck dipenuhi dengan pertanyaan.


“Aku juga memasang ekspresi seperti itu saat pertama kali membaca laporannya. Tetapi, dalam tradisi kapal selam Eagle Union. Mengikat spatula di periskop kapal selam menandakan Clean Sweep atau pembersihan yang merata. Untuk pertama kalinya, satu kapal selam berhasil meratakan konvoi siren yang beroperasi di perairan Atlantik.”


“Huh?!” Bismarck terkejut setelah mendengarnya.


“Kalah dari laki-laki sehebat itu, bukankah itu merupakan kebanggaan tersendiri?” ucap Hood dengan senyuman lebar.


“...” Bismarck termenung setelah menyadari informasi ini. Serangan kejutan yang dialaminya bukanlah tanpa alasan. Laki-laki itu atau USS Seawolf merupakan veteran yang mengacaukan konvoi siren di perairan Atlantik. Dia pernah mendengar rumor mengenai siren yang melewati perairan Atlantik dari Tirpitz. Tetapi, untuk memastikan rumor itu. Dia harus mendapatkan sumber yang sesuai dan itu sudah tepat. Luka yang Bismarck dapatkan perlahan menjadi kebanggaan tersendiri baginya, dia sudah lama tidak mendapatkan musuh yang layak. Sebagai sesama Flagship, kekalahan ini adalah kehormatan untuknya.


“Satu hal lagi, Bismarck. Kami akan kembali ke pangkalan utama besok. Apakah kau mau ikut pulang bersama kami?” tanya Hood.


“Mungkin tidak. Kapalku masih belum laik laut” balas Bismarck.


Mendengar jawaban Bismarck, Hood hanya tersenyum sinis.


“Mengapa kau tersenyum seperti itu?” insting Bismarck berjalan dengan cepat. Dia merasakan adanya informasi lain yang disembunyikan Hood.


“Tidak apa-apa, hanya saja ... Ah! Uupss...” Hood dengan cepat menutup mulutnya.


“Hood, kau sengaja melakukannya untuk membuatku penasaran, bukan?” ucap Bismarck sembari mendekati Hood.


“T-Tidak, ini hanyalah informasi tambahan. Eagle Union akan melakukan latihan anti kapal selam melawan USS Seawolf.”


Mata Bismarck terbuka lebar dan telinganya berkedut setelah mendengar informasi yang menarik itu.


“Mengapa mereka melakukan itu? Terlebih melawan USS Seawolf? Bukankah itu terasa aneh?” desak Bismarck.


“B-Bismarck ... Tolong jangan memaksaku mengatakan lebih jauh mengenai keputusan Admirality Code untuk menghentikan program Seawolf.”


“Dengan kata lain, itu adalah perpisahan terakhir untuk USS Seawolf.”


Bismarck terdiam dan memikirkan sesuatu.


“Hood, aku akan kembali bersama kalian dan meninggalkan tubuh kapalku di sini!” seru Bismarck sembari menekan Hood.


“A-Aku mengerti.”


Hood menerima permintaan Bismarck. Aliansi kecil mereka untuk mencari informasi mengenai USS Seawolf telah membuahkan hasil. Azur Lane dan Crimson Axis mungkin telah berdamai menjadi satu kesatuan tetapi pola pikir mereka yang terbatas dan campur tangan manusia membuat pihak lain bermain di belakangnya. Kelahiran unit Seawolf yang bermain di belakang pengawasan Azur Lane menjadi bukti nyata mengenai usaha manusia untuk melawan siren dengan mengorbankan nilai moral dan hukum.


“Tetapi, semua itu dibayar dengan hati manusia yang hilang. Manusia cukup menarik untuk beberapa hal. Pemikiran mereka yang unik sangat sulit ditebak. Hood, di antara semua manusia. Siapa yang membuatmu tertarik untuk mendapatkan kesetiaanmu?” tanya Bismarck dengan nada serius.


“Entahlah, aku hanya berhubungan dengan manusia untuk sementara waktu. Semua perintah dari Royal Navy memerlukan persetujuan Queen Elizabeth. Jadi, kesetiaanku masih berada di bawah pimpinan Ratu. Namun, kami memerlukan bantuan manusia untuk tujuan yang lain.”


Bismarck tersenyum kecut setelah mendengarnya. Kondisi Royal Navy dan Iron Blood sangat mirip. Mereka menaruh kesetiaan pada satu hal tetapi memerlukan manusia untuk mengurusi keperluan lainnya. Pada akhirnya, mereka memerlukan manusia untuk memenuhi satu tujuan.


“Kurasa, aku perlu mengenal laki-laki itu lebih dekat lagi” ucap Bismarck.


“Heh, itu sangat menarik. Apa yang akan kau lakukan?” tanya Hood.


“Bukankah sudah jelas? Aku akan menyerahkan tubuhku yang ini untuknya” balas Bismarck.


“Eh? Eeeeh?! Jangan seperti itu Bismarck! Manusia terlalu lemah untuk yang satu itu!” seru Hood.


Keributan kecil terjadi di dermaga kering pangkalan militer Gibraltar. Perseteruan antara Bismarck dan Hood berjalan rumit dan tegang. Mereka memperebutkan norma dan etika manusia dengan kebutuhan laki-laki yang sulit ditahan. Mereka memperdebatkan masalah yang belum terjadi hingga menghasilkan satu keputusan yang adil untuk kedua belah pihak.


“Baiklah, aku memegang kendali sisi kanannya sedangkan Bismarck memegang kendali sisi kirinya” ucap Hood.


“Deal!” seru Bismarck sebagai tanda persetujuan.


Di sisi lain, seorang laki-laki yang sedang berjalan santai menikmati pemandangan terserang rasa geli di hidungnya dan bersin.


“Hacyuu! Apakah ada seseorang yang membicarakanku?” ucapnya.