
“Altair, apa yang sedang kau lakukan?”
Setelah invasi siren berakhir, teman masa kecilku mengujungi kamar pribadiku.
Well.. Semua orang akan mempertanyakan hal itu setelah melihat perlengkapan aneh di dalam kamar pribadiku. Perlengkapan aneh yang ditanyakan oleh teman masa kecilku adalah Siren Converter dengan bentuk kapsul besar memanjang seperti kasur tidur.
“Admiral? Kau tidak mengetuk pintu dan menunggu jawabanku untuk memasuki zona pribadiku?” ucapku untuk menyindir kelancangan teman masa kecilku.
Tubuh yang kugunakan mungkin teman masa kecilnya tetapi jiwa di dalamnya bukanlah teman masa kecil yang dia kenal. Kami hanyalah orang asing yang mencoba mengenal satu sama lain.
“Uh, kau masih menyimpan dendam itu?” balas teman masa kecilku.
“Menurutmu?” membalas pertanyaan dengan pertanyaan merupakan pertahanan yang efektif.
“Kau tahu, aku menyesali keputusanku waktu itu. Aku tidak tahu jika keputusan itu membawamu ke tempat yang salah.”
“Yap, itu sudah terjadi. Aku tidak cukup bodoh untuk menerima mantan teman yang menjualku dari belakang demi kepentingan umat manusia.”
“...” teman masa kecilku terdiam.
“Katakan kepadaku, Admiral. Apakah perjuangan kami sia-sia? Setelah perintah dari Admirality Code yang menghentikan program Seawolf. Apakah kami memiliki rumah untuk pulang setelah mendedikasikan hidup kami di lautan dan berperang melawan siren?”
“...”
“Mungkin, beberapa di antara kami menemukan jawaban itu. Tetapi, aku cukup kesulitan untuk menemukan jawaban itu hingga aku bertemu dengan anak ini” ucapku sembari menatap Arbiter Temperance yang tertidur di dalam Siren Converter.
“...”
“Aku akan menuntaskan tugasku sebagai Flagship Seawolf dan menempuh jalan lain untuk mencapai tujuanku. Ah! Tenang saja! Bukan berarti aku akan memusuhi pihak Azur Lane. Hanya saja, aku akan melakukannya dengan lembut tanpa menarik perhatian kalian.”
“Altair, maafkan aku. Setidaknya aku telah mencoba menghubungi Admirality Eagle Union mengenai program Seawolf yang terlalu terburu-buru.”
“Program yang terlalu terburu-buru tetapi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi di medan pertempuran?” ucapku untuk menepis omong kosong teman masa kecilku.
“Urgh! I-Itu... Aku tidak bisa menyangkalnya. Kalian terlalu efektif untuk menghancurkan konvoi siren.”
“...”
“...”
Kami saling terdiam.
“Setidaknya, aku memerlukan beberapa peralatan khusus untuk pemakamanku. Jika kau bisa membantuku untuk membuatnya, mungkin aku akan menerima permintaan maafmu” ucapku untuk memecah keheningan.
“Entah mengapa, aku memiliki firasat ‘itu’ akan menjadi peralatan yang melebihi anggaran militer Eagle Union” jawab teman masa kecilku dengan cepat.
“Huum? Itu hanya firasatmu saja. Yang kubutuhkan hanyalah sebuah bangunan untuk membuat torpedo ringan dan gadis kapal yang bisa membunuh kapal selamku tanpa ragu.”
“H-Huh?! Kau pikir ada seseorang yang bisa membunuh ujung tombak Eagle Union tanpa keraguan?”
“Itulah masalahnya! Perintah Admirality Code mengharuskanku untuk mati!”
Sebenarnya, perintah yang diberikan oleh Admirality Code adalah pembersihan program Seawolf. Segala teknologi, pengetahuan, rancangan, catatan fisik, bukti fisik, dan segala hal yang menyentuh program Seawolf harus dihancurkan. Termasuk dengan kondisi tubuh fisikku yang diharuskan memasuki mode MIA atau KIA.
“Apakah tidak ada cara lain?” tanya teman masa kecilku dengan nada serius.
“Ada satu cara yang bisa dilakukan. Tetapi, apa kau yakin bisa melakukannya?” balasku dengan nada serius juga.
“Perasaan tidak enak ini, kau ingin melakukan hal gila lagi?”
“Kau mengetahui isi kepalaku ternyata.”
“Altair!” teman masa kecilku memanggil namaku dengan nada tinggi.
“Missing In Action atau Killing In Action? Kau memilih yang mana?” ucapku sembari memberi dua pilihan kepada teman masa kecilku.
“Tunggu! Tunggu! Apa maksudnya ini?” tanya teman masa kecilku dengan ekspresi kebingungan.
“Aku hanya ingin melepas ikatan antara Eagle Union dan program Seawolf. Menenggelamkan kapal selam Seawolf hanyalah permulaan untuk program kapal selam berikutnya. Mereka telah memiliki data yang cukup untuk kapal selam yang murah dan bisa diproduksi massal yaitu program Nautilus-N.”
“Mereka membuat program baru lagi?!” teman masa kecilku terkejut setelah mendengarnya.
“Ah, kau tidak tahu? Salah satu ilmuwan Eagle Union menemukan sumber energi baru selain bahan bakar cair.”
“Argh! Mereka membuatku muak! Mengapa mereka selalu bermain di belakang kebijakan ketat Azur Lane!” seru teman masa kecilku dengan mengacak-acak rambutnya.
Jika berbicara mengenai sejarah dan kenyataan dunia Azur Lane. Seawolf dan Nautilus di era ini merupakan kapal yang baru saja dikembangkan oleh pihak Eagle Union. Seawolf seharusnya menggunakan turbin uap untuk tenaga pendorongnya sedangkan kapal selam milikku terlalu muda untuk teknologi era sekarang. Perbedaan antara Seawolf nuklir dan Seawolf turbin uap seperti hubungan Kakek-Cucu yang saling berinteraksi. Sedangkan Nautilus di era sekarang telah memasuki tahap teknologi nuklir sebagai sumber tenaganya.
Uhm, aku bisa merasakan adanya kejadian buruk akan menimpa kapal itu sebelum dibuat dan diluncurkan.
Teknologi nuklir di era ini sangat tidak stabil. Nautilus akan menjadi batu loncatan setelah program Seawolf yang dihentikan dan aku bisa merasakan adanya seseorang yang mencatat namaku ke dalam program Nautilus.
Firasat buruk ini makin menjadi-jadi.
Baiklah, keputusanku sudah bulat!
Candaan kecilku di hari sebelumnya akan menjadi kode keras untuk fraksi lain.
Bergabung ke fraksi lain atau membuat fraksi tersendiri? Setidaknya aku ingin memiliki rumah untuk kembali dan beristirahat dengan tenang tanpa mempedulikan koflik global.
“Admiral...” aku memanggil teman masa kecilku dan menyerahkan kertas bertuliskan bahan mentah untuk membuat torpedo spesial.
“Hmm... Apa ini?” tanya teman masa kecilku.
“Hey, bukankah ini?” lanjut ucapan teman masa kecilku setelah membaca isi kertas itu.
“Apa kau bisa mengaturnya?” tanyaku untuk memastikan.
“Ini sedikit sulit dilakukan. Tetapi, dengan event yang akan terjadi. Menyelundupkan bahan-bahan ini akan sangat mudah dilakukan. Ngomong-ngomong... Aku memiliki ide tambahan untuk menjamin keberhasilan rencanamu.”
“Hmm... Tidak biasanya kau memiliki ide lain.”
“Bagaimana jika kita mengajak fraksi lain untuk memburumu?”
“Membuat mereka menjadi saksi mata atas tragedi yang menimpa Flagship Seawolf? Ide yang cukup bagus, tetapi...”
“Eh? Apakah itu masih kurang?”
“Tidak, bukan itu. Sebelumnya aku memikirkan rencana yang lebih baik lagi dari itu. Seperti menjadi penjual senjata dan hidup tenang setelah pensiun di koloni manusia.”
“Koloni, huh? Kau masih menggunakan istilah kata itu? Oh! Senjata! Benar juga! Itulah alasan utamaku datang ke sini!”
“Admiral, sudah berapa lama kau tidak tidur? Ingatanmu makin memburuk akhir-akhir ini.”
“Eh? Apa maksudmu?”
“...” aku tidak membalas pertanyaan itu dan berpaling menatap Helena yang duduk terdiam di samping teman masa kecilku. Helena duduk dengan tenang dan tersenyum manis yang diselimuti amarah terpendam. Kertas kecil ditangannya berisi jadwal suaminya yang dipenuhi coretan tinta hitam.
“Helena, boleh aku melihat itu?” tanyaku secara halus ke Helena.
“Helena? Ehh? EEEHH?! Sejak kapan Helena ada di sampingku?” teman masa kecilku sangat terkejut dengan kemunculan Helena tepat di sampingnya.
“...” tanpa menjawab pertanyaanku, Helena menyerahkan jadwal keseharian teman masa kecilku sebagai Admiral yang bertanggung jawab atas kepentingan fraksi Eagle Union.
Kertas kecil itu tertulis kata-kata “Date” dan tertimpa oleh coretan tinta hitam karena jadwal yang telah terlewat.
“Dengan segala hormat, Admiral-“
“Master, aku juga akan marah jika Master melupakan janji pentingnya untuk urusanku” ucap Sofia.
Sebelum aku menyelesaikan kalimatku, Sofia memotong kalimatku dengan senyum yang sama seperti Helena.
“Aahh...” aku berusaha memahami situasi yang berlandaskan perasaan wanita ini.
“Uhm... Uh...”
“Admiral, semoga kau baik-baik saja.”
Aku hanya bisa mengucapkan kalimat sederhana itu untuk keselamatan teman masa kecilku.
“Eh??” teman masa kecilku memandangku dengan tatapan bertanya-tanya.
Jika dipikirkan kembali, teman masa kecilku datang berkunjung sendirian sebelum Helena menemukan posisinya lalu duduk di sampingnya tanpa dia sadari.
“Mereka tidak akan cerai dalam waktu dekat, kan?” bisik kecilku kepada Sofia.
“Mungkin” balas singkat Sofia.