
Ruang makan malam milik Royal Navy terletak di pulau utama. Berbentuk seperti istana kecil dengan ukiran unik abad pertengahan. Suasana di sekitarku terasa sangat berat dan canggung karena seragam militer Eagle Union yang terasa mencolok di tempat elegan seperti ini.
Dengan kedipan kecil dari kelopak mataku, aku memerintahkan Sofia untuk memperhatikan kondisi di sekitar kami. Pergerakanku sangat terbatas di tempat ini dan informasi sekecil apa pun akan sangat berguna untuk rencana cadangan.
“Tuan Altair, kita telah tiba di Istana Buckingham. Yang Mulia Ratu Elizabeth telah menunggu bersama pengawal-pengawalnya” ucap Belfast yang memasuki Mode Perfect Maidnya.
Belfast membuka pintu masuk Istana Buckingham dan gulungan karpet panjang berwarna merah telah menyambut kedatanganku. Barisan Maid milik Royal Navy telah menanti kedatanganku dan membungkuk seperti menyambut tamu spesial.
“Selamat datang di Istana Buckingham, Tuan Altair!” seru barisan Maid.
Aku dan Sofia saling bertatapan. Kedipan dan sorot mata kami tertuju ke salah satu seragam Maid Royal Navy. Mereka menanam alat perekam suara yang tertutupi kain dan meninggalkan jejak aneh di proporsi pundak mereka.
“Bodoh!” kritikan yang dilontarkan oleh Sofia bergerak secara natural di sotoran tajam matanya dan terbaca olehku.
Tanpa komunikasi verbal, sorotan mata Sofia memiliki arti tersendiri yang merendahkan Maid Royal Navy.
“Apakah ini yang kalian lakukan untuk menyambut kedatangan seseorang?” ucapku untuk mencari informasi seputar kebiasaan Maid Royal Navy.
“Benar, Tuan Altair. Kami melakukan pelayanan spesial hanya untuk tamu istimewa. Seseorang yang bisa bertemu Ratu Elizabeth secara langsung merupakan sosok penting yang berhak mendapatkan pelayanan penuh dari Kesatuan Maid Royal Navy” balas Belfast.
“Tentu saja, anda berhak memilih salah satu dari mereka sebagai pendamping melewati malam yang panjang di Istana Buckingham” lanjut perkataan Belfast dengan senyuman manis di wajahnya.
“Aku mengerti” balas singkatku.
Melakukan hal semacam itu di sarang lebah? Aku tidak sebodoh itu untuk melakukannya.
“Hmm.. Mengapa hanya satu?” tanyaku.
Secara teknis, melakukan hal itu bersama dua Maid lain merupakan kondisi yang ideal untuk bekerjasama dengan fraksi Royal Navy. Sebagai laki-laki yang sehat, kondisi itu jauh lebih menggiurkan daripada memilih salah satu di antara mereka dan taktik Honey Trap akan berjalan efektif.
“A-Aaah, benar juga. Jika Tuan Altair belum cukup puas, kami bisa melakukannya secara bergantian. Kami hanya menyediakan satu Maid karena Maid yang bertugas di Istana Buckingham memiliki jadwal ketat untuk menjaga kebersihan dan kerapihan tempat tinggal Ratu Elizabeth.”
Ah, begitu rupanya. Jaringan mata-mata yang menyamar sebagai Maid lebih tepatnya.
Queen Elizabeth, huh? Secara lore dan story game Azur Lane, HMS Queen Elizabeth merupakan sosok yang paling berpengaruh di fraksi Royal Navy. Ucapan yang keluar dari mulutnya bagaikan perintah mutlak yang harus dilaksanakan oleh kapal-kapal Royal Navy. Kesampingkan karakternya yang terlalu manja dan pemaksa, faktanya.. HMS Queen Elizabeth merupakan kapal tua yang memiliki desain lambung kapal dari era super-dreadnought dan menjadi komando utama pergerakan kapal Royal Navy. Sehingga ucapan dari Queen Elizabeth adalah perintah yang harus dilaksanakan oleh fraksi Royal Navy.
Fakta kecil yang cukup mengejutkan, bukan?
Ya, aku memahami fakta itu sebagai hal wajar karena bentuk tubuh HMS Queen Elizabeth di dunia Azur Lane adalah Loli Legal!
Uwaaaaah!!
Looooli!
Aaaarrrrgh!
Tenanglah diriku!
Ya, aku harus bersikap tenang untuk menghadapi kenyataan mengerikan ini.
Loli yang memiliki sifat manja dan pemaksa seperti itu akan sangat merepotkan!
“Belfast, beritahu aku bagaimana cara untuk bersikap formal setelah bertemu dengan Ratu Elizabeth?” pintaku kepada Belfast.
“Tuan Altair, seorang pria seharusnya mampu bersikap sesuai dengan keadaan tempat. Hal semacam itu tidak perlu diajarkan melainkan tertanam di dalam tubuh dan pikiran untuk berperilaku sopan.”
J-Jawaban puitis macam apa itu?
Itu artinya.. Aku harus melakukan adaptasi lingkungan saat bertemu Ratu Elizabeth?
“Tenang saja, Tuan Altair. Ratu Elizabeth adalah sosok pemimpin yang mudah dimengerti jika memiliki satu tujuan yang sama” ucap Belfast.
“...”
“...”
Aku dan Sofia terdiam setelah mendengar deklarasi itu. Ucapan Belfast yang memberi petunjuk dan ancaman merupakan bendera perang yang telah dikibarkan fraksi Royal Navy. Makna dibalik ucapan itu adalah persiapan fraksi Royal Navy untuk memanfaatkan teknologi rahasia Eagle Union sebagai bagian dari teknologi mereka. Hanya ada satu langkah kecil yang harus dilakukan yaitu memastikan tujuanku sejalan dengan tujuan Royal Navy.
“Itu sangat membantuku” balasku dengan tersenyum kecil.
“Kalau begitu, aku membutuhkan catatan jadwal Maid yang bertugas di Istana Buckingham sehingga aku bisa datang tepat waktu untuk mendapatkan pelayanan spesial mereka” lanjut ucapanku.
“Hanya itu?” balas Belfast dengan ekspresi terkejut.
“Ya, hanya itu. Memang apalagi?” balasku dengan pertanyaan.
Satu tujuan kecilku telah bertambah lagi..
Alasan mengapa aku mengucapkan kalimat itu adalah untuk memanfaatkan tata letak Istana Buckingham sebagai lahan berburu informasi sensitif melalui jaringan mata-mata Royal Navy. Menanam alat perekam dan kamera tersembunyi akan menjadi hobi kecilku untuk mengawasi pergerakan Royal Navy dari balik layar.
Ekhem! Bukan berarti aku ingin mengintip ya!
Ini hanyalah kegiatan spionase dengan memanfaatkan kecerobohan Maid Royal Navy yang tersebar di Istana Buckingham.
“Humm.. Apa itu?” pandangan mataku teralihkan kepada sosok misterius yang berdiri di pojok ruangan.
“Mengapa ada anak kecil di tempat seperti ini? Terlebih-”
“Itu anakmu?”
Pertanyaanku menimbulkan keheningan kecil yang menyebar secara luas.
“Tuan Altair, mereka adalah Novice Maid yang sedang menjalani pendidikan sebagai Maid Royal Navy. Mengenai penampilan mereka yang mirip denganku, bisa dikatakan jika dia adalah adik kecil manisku bernama Little Bel.”
“Lalu.. Di sampingnya adalah Little Chesire yang sedang mempelajari penyambutan tamu khusus untuk acara penting seperti ini” ucap Belfast yang memperkenalkan kedua anak kecil itu.
Little Bel dan Little Chesire berjalan ke arahku dan memberi hormat kepadaku sebagai etika perkenalan Maid Royal Navy.
“S-Selamat malam, Tuan Seawolf..” ucap mereka berdua.
“Seawolf, huh?” aku bergumam kecil setelah mendengar salam mereka. Bahkan untuk Novice Maid sekalipun, identitasku sebagai USS Seawolf telah diketahui. Seperti yang diharapkan dari jaringan mata-mata Royal Navy.
Itu artinya Royal Navy telah melakukan persiapan yang sangat matang untuk menyeretku ke dalam fraksi Royal Navy.
“Selamat malam.. Little Bel.. Little Chesire” ucapku untuk membalas sapaan mereka.
“Bukankah kalian bekerja terlalu larut untuk ukuran anak kecil?” lanjut ucapanku.
Little Bel dan Little Chesire bangkit dari posisi hormat mereka lalu menatapku dengan senyuman lebar yang polos.
“Kuuuhu!” Sofia menerima serangan manis itu dan memegang dadanya.
“Boleh aku menculiknya?” tanpa ucapan yang keluar dari mulutnya, tatapan Sofia yang memperhatikan mereka dan beralih ke arahku telah menjelaskan semuanya.
Dengan tatapan sinisku yang menyangkal ide buruk itu, aku menolak permintaan Sofia demi masa depan kedua Maid kecil itu.
Maksudku, secara bentuk penampilan dan kondisi fisik. Kedua Maid ini adalah versi anak kecil dari HMS Belfast dan HMS Chesire. Status mereka adalah kapal subclass dari objek kapal yang telah dibuat.
Jadi, sebagai bentuk penghomatan untuk Belfast dan Chesire. Aku mencoba untuk menahan diriku dari sentuhan fisik yang mungkin merusak masa depan mereka.
Y-Ya.. Bertahanlah diriku!
Umur hanyalah angka!
Penjara hanyalah ruang!
Namun harga diri itu sangat mahal!
“Tuan Altair, sudah saatnya kita menuju ruang singgasana Ratu Elizabeth” ucap Belfast yang mengingatkanku tentang tujuanku ke tempat ini.
Aku hampir lupa untuk yang satu itu karena keimutan loli-loli ini.
Sebelum aku pergi.. Dan sebagai pria dewasa yang bijak. Aku memberi Little Bel dan Little Chesire sebuah belaian lembut di rambut kepala mereka.
“Hnnngg~”
“Muuunyaa~”
Little Bel dan Little Chesire menikmati belaian lembut itu dengan memejamkan matanya.
Sial!
Bagaimana caraku untuk menghindari keimutan ini?!
Dengan berat hati dan penuh rasa penyesalan, aku dengan terpaksa melepas stressku dengan keimutan ini.
Parameter Loli telah memuncak dan hasrat terpendamku yang dipenuhi ide buruk telah bangkit!
Aku melepas belaian lembut itu dan bergegas menuju singgasana Ratu Elizabeth bersama Belfast.
Dengan kode kedipan mataku, aku memberi tahu Sofia mengenai rencana rahasia untuk menangkis permintaan tak masuk akal milik Royal Navy.
Entah itu kapal atau manusia, keserakahan akan tetap ada.
Dan aku akan menghadapinya setelah melewati pintu singgasana.
“Tuan Altair, tolong tunggu sebentar di sini. Saya akan memberitahukan kedatangan Tuan Altair kepada Ratu Elizabeth” ucap Belfast sembari pergi meninggalkanku.
“...” aku hanya terdiam dan mengamati kondisi sekelilingku.
“Permainan sudah dimulai, Master?” tanya Sofia.
“Ya, Sofia. Mari kita lihat seberapa liciknya kemampuan Royal Navy untuk memanfaatkan keadaan” balasku dengan tersenyum sinis.
...(Little Bel & Little Chesire)...