
[Akashi Shop]
“Nyaaa~! Aku datang nyaaaa~”
Di toko kecil yang menjual perlengkapan kapal dan amunisi. Terlihat sosok gadis kucing yang sibuk membawa kotak bertuliskan “Eagle Union Tech Box” dengan angka 4 di lapisan luarnya. Itu adalah kotak yang berisi peralatan kapal Eagle Union dengan rarity Elite atau Super Rare. Kesibukan itu terjadi karena Admiral fraksi Eagle Union memberi undangan terbuka kepada fraksi lain untuk melakukan latihan perburuan kapal selam milik Eagle Union.
Kapal selam yang dimaksud adalah USS Seawolf yang misterius. Operasi militer yang dilakukan USS Seawolf merupakan tindakan yang melanggar protokol keamanan Azur Lane. Secara resmi, USS Seawolf tidak terdaftar di fraksi Eagle Union atau aliansi Azur Lane. Karena konflik antara gadis kapal dan umat manusia pernah terjadi dan memanas, informasi mengenai program illegal Seawolf telah diketahui oleh aliansi Azur Lane dan memaksa Eagle Union untuk menghentikan program Seawolf. Pihak Eagle Union mengetahui seberapa besar konflik itu terhadap keselamatan umat manusia dan menghentikan program Seawolf untuk meredam konflik yang sia-sia.
Sebagai penghormatan terakhir dan permintaan maaf dari fraksi Eagle Union, sebuah operasi militer perburuan kapal selam akan dilakukan. Papan peringatan dan surat undangan telah disebar ke berbagai fraksi untuk memburu USS Seawolf di laut lepas.
Sebelumnya, pangkalan militer Azur Lane mendapat serangan kejutan dari unit siren tetapi berhasil dikendalikan oleh tabir asap misterius dan serangan kapal selam misterius milik Eagle Union. Reaksi yang diberikan fraksi lain adalah terkejut dan rasa penasaran dengan tabir asap yang merusak perlengkapan kapal mereka. Kejadian aneh seperti jammer dan booster signal membuat mereka bertanya-tanya tentang teknologi yang sedang dikembangkan oleh fraksi Eagle Union. Untuk menjawab rasa penasaran mereka, beberapa fraksi mengikuti operasi militer perburuan kapal selam Eagle Union untuk mengukur tingkat kekuatan kapal mereka dengan fraksi Eagle Union.
“Akashi, apakah kau memiliki suku cadang PBY-5A Catalina?”
“Ey! Akashi! Aku ingin membeli peralatan Hedgehog!”
“Akashi! Kami ingin membeli amunisi Depth Charge!”
“Akashi! Sonar!”
“Akashi!!”
“Sabar Nyaaa~ tangan kucing ini hanya ada dua..”
Dari kejauhan, Helena menyadari keramaian toko kecil Akashi dan bergerak ke sosok hantu yang berdiri di pintu gudang sembari mencatat peralatan yang keluar dari pintu gudang.
“Selama pagi, Shiranui. Apa kau sedang sibuk?”
Helena menyapa sosok yang diikuti oleh dua bola api berwarna ungu yang terbang mengikuti sosok di depannya. Sosok itu adalah IJN Shiranui, kapal perusak dari Sakura Empire yang bekerja mengurus bagian logistik aliansi Azur Lane bersama Akashi.
“Helena? Tidak biasanya kau datang ke tempat ini. Apakah ini berhubungan dengan acara besar yang akan kalian lakukan?”
“Ah, Itu.. Rumornya sudah sampai ke telinga kalian?”
“Tentu saja, dengan penyerangan siren yang bisa dihentikan dengan cepat itu. Fraksi lain sangat tertarik untuk melihat kekuatan kapal selam misterius kalian.”
“Kalau begitu, mungkin ini akan membantu kalian” Helena menyerahkan sebuah kertas proposal yang berisi permintaan untuk menjual senjata khusus Eagle Union. Senjata khusus yang dimaksud adalah torpedo kecil yang dilengkapi sonar aktif untuk mencari target sasarannya.
“Torpedo? Bukankah itu terlalu kecil untuk peluncur torpedo konvensional kapal perusak?” tanya Shiranui.
“Benar, ini adalah torpedo ringan yang sedang dikembangkan oleh Eagle Union untuk berburu kapal selam siren. Sistem peluncurannya menggunakan tabung torpedo yang mudah dipasang dan dilepas. Kami akan menggunakan torpedo ini sebagai uji coba lapangan melawan USS Seawolf.”
“Aku mengerti. Apa yang harus kulakukan?” balas Shiranui.
“Admiral hanya memberi pesan singkat kepadaku untuk menjual dan merekomendasikan torpedo baru ini ke kapal yang berasal dari fraksi Eagle Union.”
“Teknologi baru dari Eagle Union, huh? Boleh aku melihatnya?” Shiranui menghentikan aktivitas kecilnya dan menatap mata Helena dengan serius. Sebuah kalimat sihir yang dikeluarkan Helena telah memancing perhatian Shiranui.
“I-Itu...” Helena berusaha mengganti topik pembicaraan mengenai teknologi baru milik Eagle Union yang sensitif.
“Apakah torpedo itu masih menjadi rahasia perusahaan?” tanya Shiranui.
“Un!” Helena hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Shiranui.
“Kami juga tidak tahu apakah itu akan berhasil atau gagal” ucap Helena.
“Kalau begitu, aku akan menunggu versi yang sudah stabil dan aman. Gudang nomor dua belas baru saja kosong dan siap digunakan. Aku akan menyiapkan laporan penggunaannya ke pihak Azur Lane.”
“Terima kasih, Shiranui. Kami sangat terbantu oleh laporan itu.”
Helena dan Shiranui mengawasi pekerjaan Manjuu dengan teliti. Kesalahan sedikit saja akan menghancurkan gudang penyimpanan yang dipenuhi amunisi aktif.
“Helena, kalian membuat pabrik senjata baru? Logo perusahaan ini tampak berbeda dari biasanya” ucap Shiranui.
“Ah, itu karena kami membuat anak perusahaan baru dari mantan petinggi militer yang telah pensiun. Dedikasi hidupnya untuk keselamatan umat manusia membuatnya untuk tetap berada di garis depan tanpa terlibat secara langsung dengan mendirikan pabrik itu.”
“Dengan membuat rantai logistik untuk kapal Eagle Union?”
“Tepat sekali.”
“Torpedo Mark-50? Selain ukuran dan bentuk yang berbeda. Kalian masih menggunakan format yang sama untuk penamaan senjata? Apakah ini perkembangan dari torpedo Mark-28?”
“Tidak, itu sangat berbeda dari torpedo sebelumnya. Torpedo ini memiliki desain yang memungkinkan untuk menyerang target yang berada di bawah permukaan laut seperti kapal selam siren.”
“Memungkinkan? Itu terdengar seperti keraguan untuk menggunakannya?”
“Itu memang benar, torpedo ini masih dalam tahap pengujian seperti tabir asap yang digunakan sebelumnya.”
“Eh? Tabir asap itu punya kalian? Seperti biasa, kalian selalu mengembangkan senjata aneh setiap harinya.”
“Bagaimana dengan Sakura Empire? Apakah kalian berhasil mengembangkan senjata itu?” tanya Helena.
“Senjata itu? Ah.. Triple 460mm Type 94 milik Yamato-class?” balas Shiranui.
“Un! Senjata utama Battleship terbesar yang pernah dibuat untuk saat ini. Bukankah fraksi Iron Blood memiliki ide yang sama untuk membuat versi tiruannya.”
“Senjata itu mungkin sangat besar, tetapi jarang digunakan pada pertempuran nyata. Lebih tepatnya, Musashi dan Yamato tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan meriam utamanya.”
“Kebetulan sekali, torpedo ini juga sama. Mark-50 baru saja dibuat dan akan melakukan debut pertamanya untuk mencari target di kedalaman laut. Dengan ukuran yang besar atau kecil, sebuah senjata akan menjadi tidak berguna jika tidak digunakan, bukan?” ucap Helena dengan senyuman manis.
“Benar sekali, sebagai kapal perusak Sakura Empire yang bertugas mengurus persenjataan dan amunisi aliansi Azur Lane. Aku sempat berpikir untuk membuang senjata tak terpakai untuk mainan anak-anak Sakura Empire.”
“S-Shiranui, itu terdengar mengerikan untuk seseorang yang mengurus kebutuhan logistik kami.”
“Tenang saja, aku hanya membuang senjata dan amunisi yang melewati batas waktu penggunaan.”
Tanpa terasa, manjuu yang sedang bertugas telah menyelesaikan pekerjaan mereka. Gudang yang semula kosong perlahan terisi dengan kotak-kotak kayu milik Eagle Union.
“Terima kasih, Shiranui. Bantuanmu sangat membantu fraksi kami. Ah! Sebelum aku melupakannya. Ada seseorang yang menawarkan retrofit kapal kepadamu.”
“Eh? Retrofit?” balas Shiranui.
“Ini kartu namanya, jika kau membutuhkan fasilitas retrofit. Silakan hubungin nomor yang tertera di kartu nama ini” Helena memberi Shiranui sebuah kartu nama yang memiliki logo perusahaan.
“Bukankah ini perusahaan yang sama dengan pembuat torpedo Mark-50?” tanya Shiranui.
“Y-Ya, ini hanyalah undangan untuk saling bekerjasama di masa mendatang, kurasa...”
“T-Terima kasih, aku akan menggunakannya jika ada kesempatan.”
“Seharusnya kami yang berterima kasih atas bantuanmu, Shiranui.”
Helena dan Shiranui melanjutkan percakapan mereka mengenai biaya sewa dan administrasi yang perlu dilaporkan kepada pihak Azur lane.
Di hari itu juga, penjualan torpedo Mark-50 menjadi pembicaraan hangat untuk kapal-kapal yang berasal dari fraksi Eagle Union. Torpedo yang menggunakan atribut Acoustic Homing merupakan hal yang biasa untuk kapal selam. Tetapi, teknologi yang mampu menggunakan torpedo hingga kedalaman 1.900 kaki merupakan mainan baru bagi gadis-gadis kapal. Terlebih, Acoustic Homing yang digunakan torpedo Mark-50 memakai sistem sonar aktif untuk mengejar targetnya.
Dengan begitu, perburuan kapal selam siren akan menjadi sangat menyenangkan.