Azur Lane: Silent Service

Azur Lane: Silent Service
Chapter 24 - Promosi Produk



Dampak dari suara peringatan serangan udara yang bergema di pangkalan utama Azur Lane membuat kapal perusak yang berlabuh membakar tungku utama mereka. Asap hitam yang keluar dari cerobong kapal mulai menyebar untuk memberi perlindungan visual sementara.


Sepertinya pangkalan utama Azur Lane sering mendapat serangan kejutan dari pihak tidak dikenal. Kemampuan deteksi kapal selamku yang dibantu oleh skill telah mendeteksi dua divisi siren yang terpisah dalam serangan singkat ini. Melihat pergerakan mereka yang terfokus pada satu serangan dan membelakangi pangkalan utama Azur lane menandakan adanya Elite Siren yang memimpin penyerangan.


Aku dan Sofia berjalan dengan santai tanpa kepanikan menyusuri jalanan utama.


Bisa dikatakan jika aku memercayai kemampuan Admiral yang bertugas di tempat ini. Sebagai pangkalan utama yang terletak di garis depan untuk melawan siren, seharusnya mereka telah memahami pola serangan ini dan merancang strategi untuk membalas serangan.


Untuk berjaga-jaga, radar dan esm milikku terus memantau pergerakan siren beserta serangan yang mungkin mengancam kapal selamku.


Beruntungnya, asrama Eagle Union terletak tidak jauh dari bangunan utama Azur Lane dan jalur keluar pangkalan utama Azur Lane. Membawa Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers ke tempat terbuka terasa menarik perhatian terutama dengan gadis fraksi lain yang bersiap menggunakan mode gadis kapal.


“Master, apakah kita akan menguji senjata itu di situasi seperti ini?” tanya Sofia yang melirik Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers.


Aku hanya tersenyum kecil untuk menjawab pertanyaan Sofia dan mengeluarkan Wisdom Cube kapal selamku. Aku membuat frekuensi radio kecil yang memasuki jaringan komunikasi seluruh kapal yang berada di pangkalan militer Azur Lane.


“Ekhem.. Teeest.. Apakah kalian mendengarku?”


“Butuh bantuan?”


Dengan ucapan singkat itu, aku bersiap meluncurkan serangan dukungan berupa hujan tabir asap yang menutupi pangkalan utama Azur Lane. Untuk mempromosikan produk dan menciptakan permintaan pasar, aku dengan sengaja membuat fraksi lain mendengar promosi gratis ini.


“Ekhem! Aku tidak ingin membantu terlalu banyak. Hanya ada satu bantuan yang bisa kuberikan yaitu perlindungan udara menggunakan tabir asap.”


“Ini bukanlah tabir asap biasa. Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers yang sedang aku uji coba ini adalah buah manis dari ide kecilku yang tertolak oleh Eagle Union dan menggunakan uang simpananku untuk membuatnya.”


“Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers ini akan mengacaukan jaringan radar, malfungsi sistem, dan mengacak komunikasi. Tetapi..”


“Ekhem! Kalian akan merasakan efeknya setelah Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers melakukan debut utamanya.”


Presentasi singkatku di jaringan komunikasi radio telah selesai. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba dari rangkaian prototype nyata.


“Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers akan dilepas dalam waktu tiga detik.”


“Satu...”


“Dua...”


“Tiga...”


“Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers diluncurkan!”


*Buuuuuuufffff.. Pooooof!!


*Biiiiiinggg... Poooooof!!


*Swwiiirrrlll... Poooooof!!


Setelah kontak radioku sebagai promosi selesai, Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers melakukan debut pertamanya. Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers memiliki jangkauan penyebaran asap hingga satu kilometer dan menyebar dengan cepat di udara. Dalam sekejap, sebagian pangkalan militer Azur Lane tertutupi oleh tabir asap yang berwarna putih.


Dari kejauhan, radar dan esm kapal selamku terkena efek dari Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers. Radar dan esm kapal selamku terkena gangguan sistem yang sulit mendeteksi kondisi sekitar.


Ugh... Senjata makan tuan ini namanya!


Aku mulai menggunakan Wisdom Cube untuk menggerakkan kapal selamku ke dalam radius tabir asap. Jarak antara pulau utama dan dermaga kapal selamku terlalu jauh. Itu akan memakan banyak waktu terlebih kondisi pangkalan utama Azur Lane yang dipenuhi kapal permukaan. Jadi, aku mengurungkan niatku dan berserah diri pada keadaan.


“Master, tampaknya beberapa kapal di luar jangkauan tabir asap memiliki gangguan aneh pada perlengkapan mereka” seru Sofia sembari menunjuk salah satu kapal yang mengedipkan lampu sorot ke arah bangunan komando Azur Lane.


“O-Oh, Uuuppss...” aku bergumam kecil.


Sofia...


Kapal selamku juga terkena efeknya.


B-Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?


Haruskah aku menggunakan Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers variasi lain dan melancarkan serangan tabir asap yang menyelimuti seluruh pangkalan militer Azur Lane demi meredam efek friendly-fire?


Hmmm... Ide gila seperti itu terasa sangat bagus.


Aku suka ide gila itu!


Aku segera mengeluarkan variasi lain dari Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers menggunakan skill Weapons From Another World.


*Braaaaaak!!


*Daaaang!!


*Taaaaaak!!


Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers variasi lain telah menumpuk di belakangku. Sistem yang digunakan masih sama yaitu tabir asap jammer dengan menggunakan sistem peluncuran mortir dan roket.


“Sofia, bantu aku!” perintahku kepada Sofia.


“Siap! Master!” merespon perintahku, Sofia membantuku mendirikan sistem roket yang memuat tabir asap jammer.


Mungkin, aku akan menyebutnya Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers Mk.II atau Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers Mk.III?


Entahlah, itu akan menambah variasi barang di penjualanku nanti... Fufufu... Hahaha!!


Instruksi pemasangan yang sederhana dapat dipelajari Sofia dengan cepat. Kecepatan penalaran dari mantan kecerdasan buatan sistem kapal selamku ternyata sangat cepat.


Ah, dia memasuki mode bertempur saat berada di dalam kapal selam. Tidak buruk juga, aku sangat bangga kepadamu, Sofia!


“Set Solution, bearing 19!” lanjut perintahku.


“Un! Bearing 19! Set Ready!” balas Sofia.


“Fire Solution!”


*Brooooossshhhh... Sraaaakkk.. Swiiiiiishh!!


*Poooooofff!!!


Sebuah roket kecil meluncur di udara dan meledak secara tiba-tiba. Dentuman dari ledakan roket kecil itu menyebarkan partikel-partikel putih di udara dan berubah menjadi asap putih yang tebal.


“Master! Solution Ready!” Sofia telah selesai memuat roket untuk serangan selanjutnya.


“Set Solution, bearing 171!”


“Un! Set Target Ready!”


“Fire!!”


*Brooooossshhhh... Sraaaakkk.. Swiiiiiishh!!


*Poooooofff!!!


Aku dan Sofia mengulang beberapa serangan roket asap jammer yang menyebar di udara. Dalam sekejap, seluruh pangkalan militer Azur Lane tertutupi oleh awan buatan yang berwarna putih dan menyembunyikan bentuk pulau seraca optimal.


“Hnng?!!” setelah radar dan esm kapal selamku kembali normal. Aku menyadari efek tambahan dari tabir asap ini.


Efeknya terlalu luas!


Apa ini?! Aku bisa melihat pantulan radar dari kapal lain yang berada di pelabuhan pulau lain.


Tunggu! Bukankah jarak pangkalan militer Azur Lane dan pulau lain sangat jauh?


Eh?! Mengapa efek tambahan ini sangat luas?!


Urm... B-Bagaimana ini? Jika efeknya sebesar ini. Bukankah sudah sangat wajar jika Eagle Union menolak ide senjata ini?


Uppss... Aku menambah cerita aneh di sejarah hidupku.


Maafkan aku, seharusnya aku memikirkan efek ini lebih detail lagi. Aku telah mengalami dua kegagalan di uji coba pertama.


Kegagalan pertama, efek Prototype Smoke-Ship Grenade Launchers hanya berlaku di dalam jangkauan tabir asap dan akan melumpuhkan apa saja di sekitarnya.


Kedua, efek yang terlalu luas ini bagaikan cheat legal untuk melakukan mata-mata dari jarak jauh. Mendeteksi kapal antar pulau akan menjadi cheat legal yang sulit dibantah.


Ugh, aku harus memperbaiki kegagalan ini sebelum menjualnya ke pihak Azur Lane.


Sekali lagi, aku membuat radio komunikasi sederhana untuk seluruh kapal yang berada di pangkalan militer Azur Lane.


“Halo.. Teeest.. Kalian sudah menyadari efeknya, bukan?”


“Yep, senjata ini masih berupa prototype yang perlu disempurnakan.”


“Seperti yang kalian sadari, terdapat satu divisi siren yang membelakangi pulau dan serangan pengecoh untuk memecah jumlah pasukan.”


“Aku hanya membantu sampai tahap ini. Untuk selanjutnya, aku serahkan keputusan penyerangan kepada Admiral kalian!”


“Oh! Perintah yang terakhir itu berlaku ke seluruh anggota Eagle Union. Untuk fraksi lain? Well.. Bukankah kalian punya Admiral tersendiri?”


*Bzzzttt!!


*Nguuuiiinnnggg!!


“Altair! Apa yang baru saja kau lakukan!” sebuah suara pengeras radio bergema di belakang tubuhku.


Secara refleks, aku menolehnya dan menyadari keberadaan pengeras suara yang tersebar di jalanan utama Azur Lane.


“Kau juga harus ikut membantu! Sebentar! Bukan itu!”


“Senjata apa itu? Aku tidak pernah mendengar kau membuat senjata seperti itu sebelumnya!”


“Kau butuh dana berapa untuk menyempurnakannya?”


Suara yang bergema itu berasal dari teman masa kecilku.


Dengan senyuman lembut yang dipenuhi kemenangan, aku menatap Sofia yang ikut tersenyum ke arahku.


“Kukuku... Semua bergerak sesuai rencana!” ucapku dan Sofia secara bersamaan.


Untuk membalas niat baik dari teman masa kecilku, aku membalas suara itu dengan kalimat penutup melalui kontak radio yang terhubung ke seluruh kapal.


“Aku sudah membantu.”


Jawaban singkat itu bergema di saluran radio dan menjadi penutup dari bantuan kecilku.