Azur Lane: Silent Service

Azur Lane: Silent Service
Chapter 19 - Dendam dan Emosi



Suasana ruangan terasa sangat canggung. Aku dan teman masa kecilku saling bertukar tatapan tajam yang mengintimidasi.


“Kapan terakhir kali kita bertemu?” tanya teman masa kecilku.


“Entahlah, mungkin sembilan tahun yang lalu?” jawab singkatku.


“Kau masih mengingatnya?”


“Kau pikir siapa yang memiliki ide untuk membentuk neraka pribadiku?”


“Ah... Maaf...”


Aku mengingat semuanya. Tidak, lebih tepatnya tubuh ini mengingat semuanya.


Pada awalnya, program Seawolf hanyalah rancangan kasar yang tidak disetujui oleh Eagle Union. Tetapi semua berubah ketika seorang anak genius dari panti asuhan rahasia membobol enkripsi keamanan Wisdom Cube. Dengan membuka keamanan Wisdom Cube, sebuah metode keji yang mengikat kapal dengan subjek manusia dapat dilakukan.


Secara teori, gadis kapal terlahir secara alami dari Wisdom Cube yang membentuk subjek manusia. Tetapi dengan keamanan Wisdom Cube yang telah dirusak, membuat hubungan subjek manusia dengan tubuh kapal dapat dilakukan secara paksa. Menciptakan kapal dan mempersiapkan cangkang untuk Wisdom Cube dapat dilakukan secara bersamaan.


Di hari itu, sebuah neraka dunia tercipta oleh umat manusia. Eksperiment subjek manusia dan pelatihan tak bermoral telah kujalani. Semua itu kulakukan demi mengeluarkan adik kecilku dari program pelatihan Seawolf.


Ingatan yang tertinggal di tubuh ini terasa sangat jelas. Tubuh ini telah terlatih untuk menyelam hingga kedalaman seratus meter, memiliki ketahanan yang tinggi terhadap racun makanan, kemampuan untuk membagi fokus, menahan rasa lapar hingga dua minggu, kemampuan taktik penyerangan, dan teknik menghilang layaknya hantu.


Semua pelatihan yang brutal itu berhasil kujalani dan melahirkan Flagship Seawolf. Hanya diriku yang memiliki ingatan normal sedangkan subjek lain dilatih untuk mengikuti perintah melalui sugesti dan hipnotis setelah tubuh mereka menyerah.


Seluruh subjek Seawolf adalah anak-anak yang terdaftar di panti asuhan rahasia dengan kriteria khusus.


Bagaimana dengan diriku?


Yah, keberuntungan tidak memihak diriku dan menerima nasib yang telah diberikan.


Di hari itu, seseorang datang kepadaku dengan wajah tersenyum dan menunjuk diriku sebagai subjek Seawolf.


Sedikit menyedihkan untuk mengingatnya karena seseorang itu adalah teman masa kecilku yang sangat genius. Membobol Wisdom Cube dan menyempurnakan program Seawolf. Melihat kenyataan pahit ini, aku merasakan sebuah dendam dan emosi yang tersimpan ditubuh ini.


Sesuatu yang bersifat pribadi dan dipendam oleh tubuh ini.


Maafkan aku, sudah saatnya aku melepas dendam dan emosi yang menumpuk ini.


“Kau tahu, Arthur.”


“Aku membencimu dan semua subjek Seawolf-class membenci tindakanmu.”


“Pengkhianatanmu...”


“Tindakanmu yang menjual kami...”


“Pemikiran egoismu...”


“Semua bagaikan neraka untuk kami...”


“Di titik itu, mati adalah hadiah yang indah bagi kami...”


“Arthur, terima kasih telah memberikan neraka indah di dunia ini.”


“...”


Itu adalah luapan dendam dan emosi yang dimiliki tubuh ini. Aku ingin memukulnya tetapi itu akan melukai harga dirinya di depan istrinya. Ucapanku ini sudah lebih dari cukup. Masa lalu tentang dirinya bagaikan sejarah gelap yang ingin dilupakan.


“Kau tidak pantas memiliki ini, Arthur.”


Aku mengambil foto lama yang berisi anak-anak panti asuhan. Bingkai foto yang berdebu itu adalah dosa masa lalu yang tersimpan dengan baik.


“Beruntungnya, aku bukanlah seorang pendendam seperti mereka” ucapku sembari menyeka bingkai foto untuk menghilangkan debu yang menempel.


“Tetapi... Demi masa lalu kita yang tertusuk dari belakang.”


“Anggap saja ini adalah pertama kalinya kita bertemu.”


Aku berdiri menghadap teman masa kecilku dan memberi hormat.


“USS Seawolf, SSN-21, Flagship dari Seawolf-class, memberi perintah kepada Admiral Eagle Union untuk menjalankan perintah terakhirnya dari Admirality Code.”


“Sungguh ironi melihat program ciptaanmu berakhir di sini, bukan?”


Aku tersenyum untuk memecah suasana dan mengakhiri hormatku.


“Altair... Aku sangat menyesali-“


“Aku memberi perintah kepada seluruh armada Eagle Union untuk menenggelamkan kapalku dalam pertempuran anti kapal selam.”


Aku memotong ucapan teman masa kecilku dan memberi perintah sebagai Flagship Seawolf. Quest yang berjalan saat ini adalah menghancurkan Seawolf-class atau menjual setiap bagiannya.


Nah, aku lebih memilih menghancurkan kapal selamku demi berganti ke SSBN atau SSGN. Dua tipe kapal itu memiliki Vertical Launching System yang sangat kuinginkan dan kerusakan yang dibutuhkan untuk menghancurkan siren dalam satu kali serang.


Well... SSN, SSBN, dan SSGN memiliki senjata yang menyesuaikan peran mereka.


Statusku telah berubah dari SSN menjadi SSBN. Jadi, kapal selam Seawolf-class milikku sudah tidak berguna. Menghancurkannya dan membuat kapal selam baru menjadi tujuan utamaku.


Sekarang...


Kapal selam SSBN negara mana yang akan aku buat?


Yah, aku akan memikirkannya setelah kapal selamku hancur.


Teknologi Siren dan Meta yang telah kudapatkan menjadi senjata yang cocok untuk SSBN atau SSGN. Itu akan menjadi rumah baru untuk teknologi Siren Nuke.


Teman masa kecilku tertunduk lesu ketika mendapat perintah dariku. Tatapan yang dipenuhi rasa bersalah itu menjadi mimpi buruk bagi dirinya.


“Kesampingkan dendam pribadi kita. Aku datang untuk menjalankan perintah terakhir dari Admirality Code.”


“...”


Terjadi keheningan yang cukup lama.


“Ugh, jadi itu pilihanmu?” ucapnya.


“Apakah aku memiliki jawaban lain selain mengikuti perintah Admirality Code? Jika aku mengabaikan perintah itu. Entahlah... Mungkin aku selangkah lebih cepat darimu menuju kematian” jawabku.


Aku tersenyum setelah mengucapkan kalimat itu. Luapan emosi yang tersimpan di tubuh ini bagaikan bom waktu yang meledak setiap saat.


Ini seperti aku menyampaikan pesan terakhir dari pemilik tubuh ini.


“Kau ini...”


Teman masa kecilku menyerah dan berjalan melewatiku menuju meja kerjanya.


“Altair, ini adalah transmisi terakhir dari Admirality Code kepada unit Seawolf.”


Teman masa kecilku menyerahkan sebuah kertas yang berisi kode huruf dan angka. Sebuah pesan enkripsi yang hanya bisa dimengerti oleh pemegang kunci dekripsinya.


“Bersama transmisi terakhir itu, sebuah paket kecil datang kepadaku.”


Teman masa kecilku menyerahkan piringan hitam kepadaku.


“Sebuah lagu klasik yang populer saat ini. Aku tidak tahu mengapa Admirality Code mengirimkan ini kepadaku. Admirality Code hanya menambahkan pesan kecil untuk memberikannya kepada seseorang yang mengerti tentang lagu itu. Apakah kau tahu sesuatu?”


Aku tersenyum mendengar pertanyaan teman masa kecilku.


“Itu milikku” jawab singkatku.


Teman masa kecilku menyerahkan piringan hitam yang dimaksud. Ingatan kecil mengenai pesan rahasia dari unit Seawolf berputar dengan jelas dikepalaku. Sesuatu seperti pesan rahasia yang tersimpan dari balik suara yang berputar di atas air. Dengan kata lain, untuk melihat isi pesan yang disampaikan Admirality Code, aku harus mendengar pantulan suara itu dari dalam air menggunakan sistem sonar kapal selamku.


“Ini membuatku penasaran tentang isi pesan Admirality Code. Bentuk piringannya terlalu besar untuk pesan kecil. Setidaknya, aku membutuhkan bantuan kapal kecil untuk memutar piringan hitam ini di atas permukaan air” ucapku.


“Aku bisa membantumu” ucap Arthur.


“Nah, memutar piringan hitam tidaklah sulit. Aku bisa melakukannya sendiri” jawab cepatku.


Untuk suatu alasan dari pemilik tubuh sebelumnya, aku ingin menghindari kontak komunikasi dengan orang ini. Aku dengan cepat mengambil piringan hitam itu dan transmisi terakhir yang dikeluarkan oleh Admirality Code lalu bergegas keluar mencari Sofia.


Tujuanku yang sekarang adalah menjalani Quest dan menghancurkan kapal selamku untuk berganti ke kapal selam SSBN.