Azur Lane: Silent Service

Azur Lane: Silent Service
*Bukan Update*



Ini hanyalah inspirasi utama mengenai inti cerita. Seperti yang kalian tahu, sudut pandang cerita ini terfokus pada kapal selam. Semua itu bukan tanpa alasan karena author sendiri menyukai game dengan tema submarine simulator.





Inspirasi utama adalah game ini, sebuah game dengan tema submarine simulator yang mengusung sistem real-time battle. Gameplay utama dari game itu adalah real world operation submarine di era perang dingin.



Amerika dan Rusia melakukan pertempuran bawah laut yang membosankan.


Mengapa membosankan?


Well... Kalian harus mengejar target di dalam laut tanpa menyentuh kapal tidak bersalah. Contohnya seperti ini...



Terlalu banyak kontak yang memakai kode nama Siera yang disingkat menjadi S1, S2, dst...


Untuk menjaga status "Stealth" haram hukumnya seekor submarine menyalakan sonar yang memberitahukan posisinya. Bagaimana untuk identifikasi kapal? Sangat mudah... Hanya perlu membaca pantulan sonar pasif dengan database kapal.




Permukaan dan kedalaman air laut menjadi kunci utama, permukaan yang tenang atau bergelombang menjadi pendengaran utama kapal selam. Setelah satu per satu kontak dikenali. Tentu saja, pertempuran bawah laut dimulai!





Contohnya seperti ini, setelah melakukan serangan pertama dengan torpedo yang dikendalikan. Siera 1 atau Akula-class membalasnya dengan 4 torpedo. Memang membagongkan sekali kapal selam rusia. Nyerang satu kali dibalas 4!! Yap, bisa dilihat kontak dan arah torpedo berbeda... Seperti yang sudah dikatakan... Sonar pasif sedikit tidak akurat.



Selanjutnya adalah gelembung kavitasi. Singkatnya, itu adalah gelembung udara yang tercipta dari perputaran baling-baling kapal. Makin cepat baling-baling berputar, tingkat kebisingan kapal makin terdengar. Biasanya, kapal selam melakukan kecepatan penuh dan manuver menyelam untuk menghindari serangan torpedo.



Yap, manuver seperti itu tidak berguna untuk torpedo yang dikendalikan melalui kabel fiber optik. Mampooos!!



Kerusakan tambahan seperti penghancuran kapal kargo akan berpengaruh ke moral, cukup realistis. Kapal tidak bersalah yang menjadi korban, sangat mengerikan.



Dalam penyerangan yang menimbulkan kebisingan di bawah air, pancaran sonar aktif dari kapal lain memberitahukan posisi kapal mereka (garis kuning). Untuk itulah sonar aktif sangat haram untuk digunakan kecuali sudah frustasi mencari target yang sulit ditemukan.



Setelah satu misi selesai akan ada misi lainnya. Karena kapal selam modern hanya terbatasi amunisi dan kerusakan. Cerita novel ini akan sedikit realistis dan SEEEGS!!