Azur Lane: Silent Service

Azur Lane: Silent Service
Chapter 22 - Pertempuran Malam



“Kamar yang cukup bagus, aku tidak salah lihat, bukan?”


Itulah kata yang pertama kali aku ucapkan setelah memasuki kamar pribadiku. Sebuah kamar yang mirip dengan apartemen sederhana untuk satu orang.


“Aku tidak menyangka jika anggaran militer Azur Lane bisa membangun kamar seperti ini” gumam kecilku.


Bagian dalam kamar pribadiku sangat sederhana. Setelah memasuki pintu masuk, sebuah pemandangan ruang tamu dan dapur kecil akan menyambutmu. Sebagai kamar kecil, itu adalah kemewahan yang sangat sulit didapatkan di kota asalku. Umumnya, asrama hanya memiliki kasur dan lemari untuk kebutuhan sehari-hari. Sangat berbeda dengan kamar ini. Di samping itu, terdapat dua ruangan tambahan di dalam kamar untuk tempat tidur dan kamar mandi.


Bukankah ini terlalu mewah untuk tempat tinggal satu orang?


Tidak, Sofia ada di sini. Apakah teman masa kecilku menyadari kehadiran Sofia dan mempersiapkan kamar ini untuk tempat tinggal sementara kami?


Aku dan Sofia berkeliling untuk mengamati fasilitas ruang kamar yang telah dipersiapkan. Tempat tinggal sementara ini memiliki aura yang cukup menguncang ingatan tubuh ini. Entah mengapa, aku bisa merasakan adanya seseorang yang mengawasiku saat ini.


“Master, tempat ini cukup luas untuk tempat tinggal sementara. Apakah mereka mengharapkan sesuatu dari kita? Seperti informasi penting yang keluar dari perbincangan kita?” tanya Sofia yang sibuk menarik alat penyadap suara dari balik dinding ruang tamu.


“Uhm, mereka telah berusaha yang terbaik” balasku sembari mengamati keadaan di sekitarku.


Insting tubuh ini benar-benar bekerja!


Rasa tidak enak itu telah terjawab oleh tindakan Sofia.


Jika dilihat dengan saksama, bagian dinding di kamar ini memiliki warna yang berbeda. Itu seperti warna dari dinding yang baru saja di cat ulang untuk menutupi sesuatu.


Huh! Ini hanyalah permainan kecil untuk menebak pemiliknya. Untuk itu, aku menaikkan radar dan esm kapal selamku untuk mendeteksi sinyal kecil yang tersebar di pangkalan militer Azur Lane.


Hasilnya? Hanya ada satu sinyal kecil yang terhubung ke salah satu kapal dengan pesan kecil mengenai operasi rahasia yang gagal.


“Ugh ... itu memalukan” sindir kecilku.


“Ung, ada apa, Master? Apakah ada sinyal aneh yang berhasil terdeteksi dari pemilik benda ini?” ucap Sofia sembari melempar benda-benda kecil di atas lantai.


Sepertinya Sofia melakukan perburuan kecil untuk melepas alat penyadap di ruangan ini.


“Sofia, kau bisa menemukannya secepat itu?” tanyaku.


“Fufufu ... Jangan meremehkan insting wanita, Master. Wanita sangat sensitif dengan hal seperti ini. Terutama untuk wilayah pribadinya” ucap Sofia dengan bangga.


“Uh-Huh?” aku memandangi wajah Sofia yang dipenuhi senyuman manis atas keberhasilannya menemukan alat penyadap.


Berdasarkan pengalamanku, itu adalah senyuman kecil yang mengawali malam panjang penuh cinta dan kasih sayang.


“Sofia, kerja yang bagus!” pujiku.


“Master, bukankah aku sudah layak mendapatkan hadiah? Umm ... Seperti kelembutan dan kasih sayang dari Master tercinta?” ucap Sofia.


Uwaaah ... sepertinya Sofia telah mendapatkan kebutuhan yang baru untuk kesehariannya.


“Well, setidaknya kita melakukan itu di tempat yang seharusnya tertutup tanpa diketahui orang lain.”


“Hmm? Ah! Begitu rupanya! Kalau begitu...” Sofia tiba-tiba menarik tubuhku ke dalam kamar tempat tidur dan menguncinya.


*Cklek...


“Fufufu ... Bukankah ini sudah aman?” ucap Sofia dengan senyuman menggoda.


“Ah! Master, sebelum itu. Perlukah kita memakai ini?” Sofia memberikan bingkisan kecil berbentuk kotak bertuliskan “Safety First” pada plastik pembungkusnya.


Hey! Bukankah ini alat karet pengaman!


Sofia! Kau mencurinya di mana!


Tunggu! Apakah ada alat seperti ini di dalam game Azur Lane?


Eh? Huh? Mengapa ada alat seperti ini di tempat yang menjadi titik terdepan melawan siren?


Tenanglah diriku! Penemuan ini membantumu terbebas dari penyakit yang mungkin saja menular jika melakukannya sembarangan.


“Sofia, apa kau tahu alat itu?” tanyaku untuk memastikan kepolosan Sofia.


“Bukankah ini alat untuk mencegah penyakit dan fertilisasi?” balas Sofia dengan tersenyum bahagia.


“Aaaahh...” aku hanya bisa terdiam dan menyeka keringat dingin di dahiku.


Sofiaku yang manis telah terjun ke jurang yang salah. Apakah aku perlu melakukan reset ulang ke setelan pabrik?


Sebagai laki-laki yang sehat, tidak mungkin aku menolak permintaan manis ini. Hanya saja...


“Sofia, kau tahu ukuranku, bukan? Itu terlalu kecil untuk dipakai.”


“Eh? Benarkah? Bagaimana dengan ini?” Sofia kini mengeluarkan bungkusan plastik yang lain.


Eh, ada tiga!


Wooy! Itu sih satu lusin!


Tidak! Tidak!


Serius dah! Kau dapat dari mana, Sofia!


“Sofia, ini hanya pertanyaan kecilku. Dari mana kau mendapatkannya?” tanyaku.


“Gadis-gadis dari fraksi Eagle Union memberikannya saat makan siang” jawab Sofia.


“Mereka juga memintaku untuk melaporkan ukuran yang sesuai setelah mencobanya” lanjut jawaban Sofia.


Apa ini?


Aku masuk ke cerita harem dengan karet pengaman?


Bukankah rute harem melakukannya dengan cinta dan kasih sayang? Mengapa aku harus menggunakan karet pengaman di rute harem?


Ini menodai kehormatanku sebagai pecinta Krim dan Pie!


“Sofia, kau tahu seberapa mengerikan monster yang tertidur ini, bukan?” ucapku sembari menunjuk monster lautan yang tertidur di tubuhku.


“Ya, monster mengerikan yang membuatku tidak bisa hidup tanpa gigitan taringnya” balas cepat Sofia.


“Lupakan tentang ini, aku akan bilang ukurannya terlalu besar untuk standar Admiral tempat ini” lanjut ucapan Sofia sembari membuang bingkisan kecil dari tangannya.


“Kau ini ... Sebagai penciptamu. Kurasa aku perlu mendidik ulang sifatmu” aku bergerak menuju Sofia dan menggendongnya dalam posisi Princess Carry.


“Nyaaaa~ Apakah sifat yang ingin dicintai ini terlalu buruk, Master?”


“Ya, ini sangat buruk. Sifat yang seperti ini akan menjadi contoh buruk untuk ciptaanku selanjutnya.”


“Eh? Aku akan memiliki sister-ship?”


“Nah, aku akan merancangnya sembari mendidik ulang sifat burukmu.”


Aku membawa Sofia ke atas tempat tidur dan membaringkannya. Tanpa alat penyadap, tempat tidur ini menjadi zona pribadi yang bebas untuk bercengkerama.


“Sofia...” aku mencium bibir Sofia secara lembut dan melepas armor pelindung Sofia. Hiasan dari bagian dalam rangka kapalnya yang berhias jaring-jaring tipis dapat terlihat dengan jelas.


Itu berwarna hitam dan sedikit transparan dengan lapisan kulitnya.


“Master...” Sofia membalas ciuman lembutku dengan kecupan yang mengigit bibir bawahku.


Aku melepas ciuman kecil itu dan berbisik kecil, “Bukankah ini terlalu cepat untuk pertempuran malam?”


Yap, hari masih cerah dan panas. Untuk ruangan ini, tingkat panas yang ada di dalamnya makin bertambah seiring senyuman menggoda Sofia yang terbang mengudara.


“Ehhh...” Sofia sedikit cemberut dan memeluk erat tubuhku dengan cengkraman tangannya.


“Bukankah monster yang satu ini telah menunjukkan eksistensinya melalui radar permukaan?” tangan Sofia menyentuh bagian radar yang muncul dari permukaan air. Sebagai kapal selam yang sehat, itu adalah tanda untuk melakukan kontak permukaan pada target di dekatnya.


Sementara itu, target di depan radarku adalah kapal kargo yang terlindungi oleh besi tebal yang siap dihancurkan oleh serangan torpedo.


*Gleeek...


Aku menelan air liurku dan melanjutkan kontak permukaan dengan Sofia. Dengan belaian kecil dari serangan torpedo-torpedoku. Lapisan dinding kapal milik Sofia secara perlahan-lahan berhasil dihancurkan dan menyisakan rangka kapal yang bersih tanpa kotoran.


“Master, tolong serang aku dengan lembut seperti biasanya, Ehehe~” goda Sofia.


Kapal selamku segera meluncurkan torpedo panjang yang menembus rangka kapal Sofia dan mengenai titik citadel kapalnya.


“Kuuuh!! Mppph!!” dengan teriakan kecil itu. Aku hanya bisa berharap dinding kamar ini cukup tebal untuk meredam pertempuran malam kami.


Sebuah pertempuran malam yang terjadi lebih awal telah dimulai.


Maksudku, jam makan siang baru saja berakhir dan pertempuran malam dimulai?


Ah, lupakan itu!


Aku harus fokus pada pertempuran malam ini!


Atau pertempuran siang hari?


Yah, intinya itu!