
hari pertama bersekolah di academy avalor.
lena memasuki ruangan kelasnya.
pintu kelas secara otomatis bergeser membukakan jalan bagi lena.
lena mencari tempat duduk yang nyaman baginya untuk belajar,ia heran apakah ada perbedaan antara sihir dunianya dengan dunia ini.
setelah di putuskan ia memilih duduk di kursi terdepan.
selang beberapa menit....
para murid pun mulai berdatangan,mereka mulai melirik lena terutama kaum adam.
yahh,tempat duduk lena di kerumuni oleh beberapa cowok yang lumayan tampan.
tapi lena tetap mempertahankan kesetiaannya bahwa sang pahlawanlah yang jauh lebih tampan.
bel sekolah berbunyi.
lena keluar kelas,raut wajahnya berkerut,mata memandang ke bawah.
"ternyata,pelajaran sihir di academy ini jauh ketinggalan zaman dari saat aku berada di academy sihir di sekolahku"kecewa lena,ditambah.
"kenapa semua sihir yang di ajarkan disini itu sihir dasar semua!!!"batin lena.
lena memikirkan sebuah teori bahwa perkembangan sihir di dunia ini jauh tertinggal dari sihir yang ada di dunianya,walaupun dalam sihir tertinggal tapi teknologi yang ada di dunia ini jauh lebih canggih.bahkan ada yang tidak sama sekali menggunakan energi sihir.
lena tanpa sadar berada di depan canteen academy,ia memasuki pintu dan seperti biasa.
ia di sambut oleh pandangan orang lain,ada yang matanya membelak,bahkan ada gadis juga dengan rona merah di wajahnya.
ya,kalian tahulah kenapa?
lena hanya mencoba mengabaikannya,ia baru sadar bahwa ialah satu-satunya gadis berambut perak di academy ini atau kota ini.
tapi lena senang bahwa ia adalah gadis terunik di kota ini.
lena menghampiri sebuah kios makan.
"permisi aku mau minta bqq boleh gk?"melas lena,matanya berbinar-binar.berusaha mendapatkan barang gratis untuk ke dua kalinya.
yahhh,gk semuanya bisa terulang kembali sih.
sayangnya,yang melayani itu ibu kios yang kelihatan galak.ia melotot kepada lena"GK BISA LAH!!! KALO MAU MAKAN ITU HARUS BAYAR PAKE DUIT!!! BUKAN MELAS² KAYA PENGEMIS!!!"galak nya ibu kios membuat lena merinding.
murid lain hanya tertawa kecil melihat kelaukan anak baru,tapi banyak juga laki² mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk menarik hati lena,mentraktirnya makan.
'aku harap ada seseorang yang mentraktirku"
tak butuh waktu lama,lena langsung kerumuni laki².
"lena,mau aku ajak ke restoran makan gk? kudengar makanan di sana enak² loh"
"lena,aku akan berikan susu ku untuk kau minum,lumayan buat kesehatan bukan?"
lena di dempet dari segala arah,ia tak bisa berbuat apa².
"dewa,aku menarik perkataan ku tadi"batin lena.
lena memikirkan alasan untuk bisa kabur dari kerumunan siswa-siswi.
"ahhh,setelah ku pikir² mungkin aku tak usah saja deh.aku baru ingat bahwa aku baru saja makan"
seketika semua orang membatu,"begitu"satu kata dari bibir mereka masing².mereka pergi dengan penuh rasa kekecewaan.
"sayang sekali,padahal aku ingin sekali mencoba berpanas bersamamnya"ujar seorang wanita.ia mengenakan seragam sekolah dengan bagian kerah terbuka.memperlihatkan lekukan dada yang mampu membuat para laki² melepas segelnya.
lena berjalan ke belakang academy,lebih tepatnya hutan kecil.
ia duduk di atas bongkahan batu,memandang refleksi dirinya di kolam.
"ternyata jadi siswi satu-satunya berambut yang berbeda merepotkan"lena hanya bisa tersenyum kecut,menerima kenyataan bahwa ia tersesat di dunia yang entah apa namanya.
kruuuykkk-anggap aja suara perut
lena memegangi perutnya,ia belum makan sejak pagi,"harusnya aku sarapan pagi saja di rumah nona itu,mana aku belum tahu namanya lagi?"
lena hanya bisa duduk termenung,ia menopang kepalanya dengan kedua lutut kaki.
sreek
terdengar suara dahan pohon yang seperti tersandung.
"water missile"
pilar air berukuran kecil sekitar 2 m meluncur ke arah asal suara dan....
byurrr!!!!
gubrak!!!
seseorang terdengar terjatuh dari dahan pohon.
"siapa di sana?!"ujar tegas lena,menodong tongkat sihirnya ke sosos tersebut.
sosok itu berdiri dengan pelan,melirik lena dengan pandangan tajam.
lena terkejut,"kau lagi!!"