Avalon Mystery

Avalon Mystery
perburuan pertama



malam telah tiba di kota avalon.


semua warga memasuki rumah mereka,menutup semua akses masuk.


dan pada saat itu juga para hunter mulai bekerja.


saat ini lena sedang bersiap-siap menunggu moment ini.


lena mulai berkeliling kota menggunakan sapu terbangnya.


hingga ia melihat sebuah pilar cahaya yang menyeretnya.


lena melihat siapa yang menyeretnya,ternyata sang ketua guildnya tersebut merlina.


tidak hanya merlina bahkan ada dua sosok seperti seorang pria.


salah satunya ada yang melambai-lambai.


lena segera meluncur menuju meeeka,setelah mendarat.


tiga orang tersebut tampak terkejut dengan transportasi yang lena gunakan.


"kamu hebat!,le-maksudku lady.menggunakan sapu lidi sebagai kendaraan itu hebat! bisa ajari aku!"ujar antusias seorang lelaki memakai topeng gagak.dari suaranya lena dapat mengenali bahwa ia adalah assasins yang mengundangnya.



"rai tampak berbeda dengan penampilannya sebelumnya,yang ia kenakan sekarang tampak....menyeramkan"batin lena saat melihatnya.


lena menyadari sesosok lelaki yang berada di sampingnya.sosok lelaki yang menyambutnya pertama kali.sosok yang tidak tahu etika terhadap perempuan.abraham.


tapi abraham seperti tidak peduli dengan kehadirannya,ia masih terlihat dingin seperti biasanya.


"benar-benar dingin seperti biasanya~"



masih menggenggam kedua senjatanya.lena tahu bahwa senjata yang abraham genggam di tanggan kirinya adalah sebuah senjata api yang akan mengeluarkan bola dengan ujung tajam yang di sebut peluru.sementara di tangan kanannya.ia masiu belum tahu itu senjata apa.


tapi kalau di lihat baik-baik seprti senjata jarak dekat.


sang assasins yang sekarang berpenampilan seperti burung gagak memperkenalkan dirinya sebagai ray,wakil ketua guild future house.


nt:guild future house adalah guild yang di isi oleh para hunter yang biasanya menggunakan mesin untuk berburu.


ray pun melintangkan tangannya ke kanan,dimana abraham berdiri.


"dia adalah sahabat sekaligus rekanku,abraham.seorang hunter ulung.jika kau punya pertanyaan seputar para nigth monster dia ahlinya"ujar ray menujuk jempol jari ke abraham.abraham sama sekali tak mempedulikannya sama sekali.


"yah,walaupun kita saling kenal.mungkin aku akan memperkenalakn diriku sekali lagi.aku adalah merlina von mags.ketua guild magic house yang..."


"paling cantik,paling baik,dan paling matang bukan..kita semua tahu itu merlin..."sela ray dengan nada bercanda.


wajah merlina perlahan memerah."a-apa maksudmu paling matang hah!!"


lena hanya tertawa kecil,sementara itu.....


abraham hanya diam seperti batu.tidak mempedulikan komunikasi di sekitarnya.


ketua merlina meminta lena untuk mengikutinya selama perburuan karena lena masih tergolong baru.


mereka berempat pun mulai bergerak.


malam ini monster nya masih sama seperti malam sebelumnya.para humanoid seperti serigarala.para hunter menamainya.werewolf.


werewolf mempunyai beragam jenis tergantung warna bulunya.


*pov lena


saat ini kami berada di atap perumahan.


"werewolf malam ini sepertinya jauh lebih beragam dari malam sebelumnya.."ujar ray.


aku dan merlina hanya mengganguk setuju.


abraham tampak mengambil sesuatu dari saku rompinya.


ia mengeluarkan botol berukuran sedang.membuka penutupnya dan menuangkannya di sekujur tubuhnya.


setelah itu ia melemparnya ke ray.ray mengikuti apa yang dilakukan abraham.da tak lupa untuk berterima kasih.


ray pun memberikannya pada merlina,tanpa banyak memikirkannya merlina juga menuangkannya di seluruh tubuhnya.


hingga tersisa orang terakhir yang masih belum menggunakannya.yaitu aku.


saat aku mengambilnya dari merlina.aku mencium bau amis dari botol tersebut.


"huekks!..apa ini!?"ujar ku menjauhkan botol bau amis itu sembari menjulurkan lidahku keluar.


"itu adalah ramuan supaya bau kita tidak tercium oleh werewolf"ujar merlina memperjelaskan fungsi ramuan ini.


"tapi baunya menjijikan.."ujarku geli.


"apakah tak ada ramuan yang la-"


"berhentilah mengeluh tidak jelas dan pakailah ramuan itu!!"ujar abraham dengan sedikit menaikan nada suaranya.


ray yang merasa suasana panas.menenangkan abraham.


"sudahlah,kita di sini untuk berburu bukan bertengkar.kita berburu saja lebih dulu nanti lady biar menyusul.ok!"ujar ray.


pendapat ray di ikuti oleh merljna juga merasakan hal yang sama.


"terserahlah!"ujar dingin.


langsung pergi meninggalkan kami begitu juga,disusul juga dengan ray.


"lebih baik kamu memakainya saja lena aku tahu rasanya menjijikan tapi percayalah abraham tahu tentang apa yang ia lakukan"ujarnya menyakinkanku.


"jika kau sudah selesai susullah kami ya"ujar merlina dengan senyum.ia pun pergi menyusul ray dan abraham.


"hmhp,dasaran cowok brengsek!"batin keselku.


aku pun menatap kembali botol ysng di berikan abraham.