Avalon Mystery

Avalon Mystery
balas budi part 4



"uhuk !,uhuk!uhuk!"abraham batuk darah.


lena yang tahu tanda tersebut merasa lega.


abraham membuka matanya perlahan-lahan,samar² ia melihat sesosok gadis berambut putih salju,yang membuatnya mengira bahwa sosok itu adalah seorang malaikat yang akan mencabut nyawanya.


"malaikat?.....tak ku sangka bahwa malaikat benar² ada."ujar pelan abraham,betapa bodohnya ia tidak membawa antidote karena nigth monster yang ia lawan adalah poison werewolf.


abraham hanya tersenyum pahit,menerina kenyataan bahwa ia akan mati konyol.ia menutup matanya menunggu malaikat itu membawanya ke alam lain.


"jangan berkata bodoh!!!"terika gadis yang dianggap abraham adalah malaikat.


abraham terkejut,ia membuka matanya dan sangat terkejut.gadis yang ia kira malaikat ternyata seorang gadis sungguhan.


tapi,entah kenapa ia merasa familiar dengan gadis ini,seperti ia pernah melihatnya tadi.


"ahh,penyihir sialan itu~"gumamnya,yang ternyata di dengar oleh lena.


lena yang marah di ejek 'penyihir sialan' melepas pegangan kepala abraham.


bukk!!


"aduh!!"batin abraham kesakitan sembari memegangi bagian belakang kepala nya yang terbentur tanah.


lena yang awalnya khawatir berubah cepat menjadi kesal.


"oh ya!"


lena mengeluarkan bungkusan kotak hitam,abraham pun seketika langsung mengenali kotak tersebut.(tentu saja itu kotak makannya)


lena tanpa sopan santun melempar kotak makanan itu ke arah wajah abraham.


dengan refleknya abraham,abraham menangkap bungkusan kotak.


"dan terima kasih soal waktu itu!!"lena pun segera menaiki sapu terbangnya dan terbang menjauh.


"yang benar saja,apakah begitu caramu berterima kasih?"


abraham menatap kotak makanannya,keningnya berkerut saat mengetahui is kotak tersebut.


...****************...


"menyebalkan!"kesal lena.


"bukannya berterima kasih malah mencibirku penyihir sialan,dasar tak tahu terima kasih!"gumam kesal lena.


beberapa menit kemudian......


lena akhirnya sampai di asrama putri,ia masuk melalui jendela yang sengaja dibuka supaya menjadi jalur masuk untuknya.


lena merebahkan badanya di kasur.karena kelelahan ia terlelap tidur.


esoknya....


matahari dari terbit memancarkan sinarnya,pintu asrama di ketuk keras.


"siswi lena letoile segera bangun!!,kau pikir asramamu ini hotel!!.cepat bersiap dan pergi ke kelasmu!!"teriak seorang wanita.


lena yang masih dalam keadaan setengah bangun segera bangkit dari tidurnya.


lena baru sadar bahwa ini hari pertama sekolahnya.


"gawat!! aku dalam masalah!!!"teriak panik lena,ia segera bersiap-siap memakai seragam sekolahnya.


...****************...


lena berlarian di sekolah mencari ruang kelasnya.setelah 5 menit ia berkeliling naik turun lantai ia akhirnya menemukan kelasnya.


"huff...huff...huff..."


semua murid dan guru memandangi dirinya.


"maaf saya telat"


"kau murid baru ya....karena ini hari pertamamu masuk kelas,ibu akan memaafkanmu kali ini.tapi jika kejadian seperti ini terulang lagi,ibu akan membawamu ke ruang guru.mengerti?"ujar ibu guru memperingatkan.


"iya ibu..."jawab lena lirih.ia pun berjalan menuju tempat duduknya.


"menyebalkan,karena semalam aku sibuk mengantarkan bekal untuk laki-laki brengsek itu,aku jadi kesiangan"


lena pun hanya menghela nafas panjang,membiarkan semua terjadi begitu saja.yang pasti ia sudah tak memiliki perasaan balas budi lagi padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


seorang lelaki berjalan menuju sebuah rumah tua.


sekujur tubuhnya di penuhi oleh darah mangsanya.


ia berjalan di depan pintu dan mengetok pintu itu.


knock knock!


"ibu..aku pulang!!"


tak berselang lama,seorang wanita cantik berambut hitam dengan mata merah darah persis seperti lelaki itu membukakan pintu.


"abraham,selamat datang!"ujarnya tersenyum manis.abraham tak mengubrisnya dan berjalan masuk.


pintu kamar terbuka,sesosok gadis kecil melihat ke arah abraham.


"kakak sudah pulang?"tanyanya.


abraham hanya mengganguk.ia mengambil sebuah bungkusan kotak dari tas pinggangnya.


abraham menjulurkan nya pada ibunya,carmilla.


alis carmilla terangkat"dari siapa?"tanya nya.


"dari seorang gadis yang pernah ku temui"jawab abraham


"ohhh...dari seorang gadis,apakah akhirnya anakku mempunyai pacar?"goda carmilla.


"jangan bercanda bu,aku mau mandilah!"datar abraham,ia berjalan menuju kamar mandi.


carmilla hanya tersenyum memandangi kelakuan anaknya itu.


"kau sedikit mirip dengan ayah ya"gumam carmilla.