
lena berjalan mengikuti kelompok,hingga ia di tunjukkan di mana letak kamarnya.
kamar lena bernomer 333,lantai 3.
lena hanya terduduk di ranjangnya.ia tak membawa barang apapun dari rumahnya(dunianya).dan untung sementara ia tidak mempunyai teman sekamar karena seluruh murid sudah penuh.
lena bernostalgia dengan kenangan saat ia masuk ke academy sihir sebagai murid paling muda di academy tersebut.
...****************...
masa kecil lena di habiskan di sebuah desa yang damai,ia hidup dengan bahagia bersama kedua orang tuanya.
hingga suatu hari,seorang penyihir yang menyebut dirinya sebagai grand wizard mendatangi desanya.
ia melirik lena dengan sorot mata tertarik,ia tertarik dengan mana yang tersimpan di dalam diri lena.
ia mengajak lena untuk menjadi muridnya,awalnya ia tak yakin ia tak mau meninggalkan orang tuanya dan teman-temannya.tapi setelah di pertimbangkan lena akhirnya mau menjadi murid sang grand wizard tersebut.
saat itu ia berjalan dengan gembiranya,ia bahagia bisa masuk ke academy paling elite yang konon hanya bangsawan saja yang bisa masuk dan mungkin ia adalah orang biasa pertama yang berhasil menjadi murid di academy tersebut.
yah,mungkin ia akan mengalami berbagai macam rintangan seperti pembulian karena perbedaan status sosial.
tapi,lena berhasil melewati semua itu,dengan belajar keras dan usaha nya,ia menjadi penyihir dengan nilai sempurna,atau dengan kata lain genius.
dan raja pun mulai tertarik dengan bakat lena,ia memperkerjakan lena menjadi penyihir termuda di kerajaan.
sampai ia diperintahkan untuk memanggil pahlawan dan jatuh cinta padanya dan begitupun sang pahlawan,awal kehidupan bahagia mereka pun baru di mulai sampai sesosok entitas brengsek itu menghancurkan segalanya.entah karena apa ia bisa terdampar didunia atau tempat yang ia tidak kenal.
"pahlawan......aku pasti akan mencarimu"lena membulatkan tekadnya,walaupun dirinya berada di tempat yang jauh berbeda dengan tempat aslinya,asalkan ia bisa bertemu kekasihnya lagi semua rintangan akan ia hadapi.
...****************...
harj pertama ia belajar di academy avalor.
suasana di ruang makan ramai dan riuh,semua orang berkumpul di ruang makan tersebut,mau itu murid,para staf,dan para guru.
hingga sesosok kakek berjanggut panjang dengan mantel panjang hijau sampai ke kaki,berjalan menuju mimbar.para guru berdiri membungkuk memberi hormat.
suasana yang awalnya riuh menjadi hening.
tatapannya yang percaya diri,berwibawa dengan tongkat sihirnya.
ia berdiri di mimbar,menatap tajam ke seluruh ruang makan.membuat seluruh siswa maupun guru berkeringat dingin.harus lena akui bahwa ia bisa merasakan kekuatan sihir yang besar di kakek tersebut atau sang kepala sekolah avalor.
kepala sekolah menyeringai dalam kumis putih tebalnya,"selamat datang di academy avalor!!!"
suasana yang awalnya hening kembali meriah.
para murid begitu bersemangat bisa belajar di academy avalor.
"maafkan saya karena suasana canggung tadi,saya dirvon von mags,keluarga bangsawan magic hunter,peringkat pertama dari top magic hunter"
"saya merasa sangat bahagia bisa memulai tahun pembelajaran tahun baru ini,setelah the first hunter dan leluhur pertama saya mendirikan academy ini untuk mendidik hunter generasi muda"
"semoga di tahun pembelajaran ini akan menjadi tahun yang baik,tidak seperti sebelumnya yang.....baik juga"untungnya raut mukanya tidak terlalu di perhatikan oleh para murid kecuali satu.
ekspresi dirvon tadi menimbulkan kecurigaan bagi lena,kepala sekolah seakan menyembunyikan sesuatu.
setelah pidato dari dirvon,acara di lanjutkan dengan acara makan².dan tentu saja lena mengeluarkan air liur tanpa ia sadari.
tanpa jeda lena memakan semuanya tanpa sisa.murid lain hanya melongo melihat nafsu makan lena,tak hanya cantik,ia ternyata mempunyai nafsu makan yang besar.tapi anehnya kenapa ia tidak gemuk juga.