Avalon Mystery

Avalon Mystery
nona yang cantik



lena mematung di tempat,terpana dengan kecantikan wanita di depannya


sang wanita yang sedari tadi melihat shena mematung memanggil dia berkali-kali.


butuh beberapa saat sebelum shena tersadar kembali.


lena menggeleng-geleng kepalanya dan bertanya"anu,bolehkah aku menginap di rumah anda semalam saja?"wajahnya menunduk kebawah,malu.


sang wanita yang berada di depannya hanya tersenyum kecil dan mempersilahkan dirinya masuk.


saat masuk lena terpukau lagi dengan perabotan rumah ini,walau di luar rumah terlihat menyeramkan tapi di dalam terlihat indah.semua nya di tata rapi dan bersih.


wanita tersebut mempersilahkan lena duduk di sofa."anggap saja rumah sendiri"


lena pun duduk di sofa empuk sembari menghangatkan diri di depan perapian.


di perapian terpampang beberapa lukisan hitam putih tapi jika di lihat lebih dekat,dari cara penggambaran nya lena yakin bahwa ini bukan lukisan tapi ia tak tahu itu apa?.


tak berselang lama wanita itu datang membawakan segelas susu coklat hangat di atas nampan.


"mau segelas susu hangat gadis kecil?"ujarnya menawari lena.


lena pun mengambilnya tak lama berterima kasih.


wanita tersebut duduk di sebelahnya sambil menyeruput susunya.


"apakah kau orang baru di kota?"tanya membuka topik pembicaraan.


lena menggangguk pelan,ia ingat saat ia bersama pahlawan.


kejadiannya sama persis seperti ini.saat itu ia tengah mencoba sihir baru ber attribute es yaitu down flow.


*down flow adalah sihir es yang membuat salju di sekitar berkumpul menjadi bola besar dan menimpa target.


tapi sayangnya bukanya menimpa target yang di incar lena ia malah menimpa dirinya sendiri.


untungnya sang pahlawan dengan sigap datang menolong sementara kawannya yang lain tertawa melihat kegagalan lena.


pahlawan pun menggendongnya masuk ke dalam rumah kayu tempat peristirahatan sementara mereka.


di sana lena menghangatkan diri meminum susu coklat hangat dengan di selimuti oleh pahlawan.pahlawan memeluk dari belakang suapay menambah kehangatan lena.


lena hanya tersenyum mengingat kenangan ia dengan pahlawan.


kehangatannya,kasih sayangnya,dan rasa nyaman saat itu membuat lena tak akan bisa melupakannya.


dan saat ini moment itu terulang kembali hampir persis sekarang.


wanita yang ada di sampingnya hanya melihat lena tersenyum sendiri,ia tahu pasti bahwa lena sedang mengingat moment bahagianya.


butuh beberapa menit hingga lena sadar melupakan wanita di sebelahnya.


"maafkan aku,aku tak tahu nona di sebelahku"


sang wanita yang mendengar dirinya di panggil nona tertawa kecil."apa aku semuda itu hahaha,tidak masalah"sembari memegang pipi kirinya.


"jadi kenapa kau datang ke kota ini cantik?"tanya wanita itu,ia ingin tahu kenapa lena mau datang ke kota ini.


"anu..."lena bingung mau menjawab bagaimana.sebenarnya shena bingung ingin menjawab apa.ia khawatir jika ia tak tahu apa itu isekai.


wanita itu hanya tersenyum."tak perlu kau ceritakan,aku tahu kau punya alasan tersendiri kok."ujar lembut wanita tersebut sembari membelai rambut perak lena.


"anu,apakah nona tahu orang yang membawa kapak di luar?"tanya lena,ia penasaran kenapa orang² pada masuk rumah mereka dan menutup semu akses masuk mereka.sementara saat sore mereka kelihatan biasa saja.


wanita itu tersenyum manis."apakah kau tidak tahu tentang kota ini ya?"


lena mengganguk penasaran.


wanita itu hanya tersenyum.


wanita itu menyesap susu hangatnya dan mulai menjelaskan.