
"rupanya kau orang baru ya"laki² tersebut menggeleng kepalanya
laki² tersebut melihat pakaian yang di kenakan lena.memakai topi penyihir,mantel biru tua,dan senjata penyihir tongkat berukuran 16 centimeter.
"apa kau seorang magic hunter?"tanyanya
"magic hunter?"tanya pelan lena.
dari raut muka kebingungan lena ia tahu bahwa shena
laki² tersebut menghela napas.ia paling kesal kalau mengurus para pendatang atau imigran,dan lebih merepotkannya lagi ia sama sekali tak tahu apapun tentang kota ini.yang artinya ia harus menjelaskan panjang lebar dari sejarah kota ini sampai "keunikanya".
dan....
laki² tersebut sedang tidak mood untuk itu.
"gadis kecil?!"
sekali lagi lena mendongak ke atas tepat berhadapan dengan laki² tersebut.
"kau carilah rumah yang mau memberimu tempat tinggal untuk menetap sementara atau kau cari penginapan yang kau temukan. kau mengerti"ujar panjang laki² itu.
lena hanya menggangguk iya.
laki² tersebut hanya menggangguk balik ia tak peduli apakah gadis itu mengerti bahasa di sini atau tidak.yang penting ia telah memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk pendatang baru.
dari arah tepat laki² itu menghadap segerombolan orang² memakai kapak dan pedang.
laki² tersebut hanya melirik ke gerombolan tersebut walau tertutupi oleh penutup mulut tapi lena bisa tahu bahwa ia tersenyum yang pasti bukan senyum yang baik.
laki² tersebut berlari ke arah gerombolan tersebut,meninggalkan lena sendirian.
"hey!!! apakah kau akan meninggalkan seorang gadis begitu saja!!"teriak kesal lena,berbeda dengan tuan pahlawan yang mementingkan orang lain lebih dahulu daripada dirinya.
laki² tersebut berhenti,menoleh ke arah shena.
harapan lena pun terkabul.....
"oh,benar juga,selamat datang di kota avalon di mana kebahagian dan mimpi buruk hidup berdampingan."ujar laki² tersebut sebagai sambutan selamat datang untuk lena.
setengahnya😏
laki² tersebut melanjutkan kegiatannya yang tertunda yaitu membantai gerombolan orang² itu.
"dasar lelaki brengsek.tak tahu cara memperlakukan seorang wanita"cibir lena dalam gumamnya.
tapi sepertinya takdir berkata lain.
berkali-kali ia memohon pada pemilik rumah malah di tolak mentah²,bahkan ia juga menggunakan jurus ampuh yang membuat semua pria terpana yaitu berpura-pura imut.
walaupun itu sepertinya berhasil tapi sepertinya kebanyakan warga mementingkan hidupnya sendiri daripada membiarkan seorang gadis yang tak dikenal masuk ke rumah mereka.
tiga jam telah berlalu.....
lena terus saja berkeliling mencari tempat menginap semalam.sebenarnya ia sempat menemukan beberapa penginapan tapi sayangnya ia sudah di penuhi oleh pendatang yang lain.
"tega sekali kalian,tidak mau menerima gadis cantik dan imut sepertiku.huhuhu😥😥"
di tengah kesedihannya ia menemukan sebuah rumah besar berlantai tiga.
ia berdiri kokoh di tengah² kuburan.lenaa sempat merinding dan melewati rumah itu tapi....
dari tampilan luar saja kelihatan menyeramkan.lena mulai membayangkan bahwa di dalam rumah itu terdapat monster yang jauh lebih mengerikan daripada orang yang mau membunuh nya tadi.
bagaimanapun lena tak punya pilihan lain selain mencoba untuk izin menginap di rumah menakutkan tersebut.daripada ia harus melawan para monster aneh itu di luar semalaman.
lena pun berjalan menuju rumah tersebut.saat sampai di depan pintu.
lena meneguk ludah"beranikan dirimu lena,jangan menjadi anak kecil penakut!"pikir lena memberanikan diri.
lena pun mengetuk pintu.
knock...knock....knock....
beberapa saat kemudian.pintu tersebut terbuka perlahan.
bertepatan dengan itu petir menyambar yang memperlihat kan bayangan wanita yang memegang pisau di tangan kanannya membuatnya seperti seorang psikopat yang ingin membunuh.
lena yang melihat sesosok bayangan itu menjerit ketakutan,jeritannya bahkan sampai menakuti kelelawar di sekitar rumah tersebut.
"ohh,ada tamu.aku minta maaf membuatmu takut"terdengar suara seorang wanita ysng tak lain adalah wanita yang berada di depan lena saat ini.
"tadi aku sedang memasak,saat aku mendengar ketukan pintu aku segera menuju pintu dan membukanya sehingga lupa aku membawa pisau,maaf ya"ujar wanita itu.ia sempat tertawa kecil melihat ekspresi lena yang terkesan lucu.
"jadi,kenapa kau datang ke sini cantik?"kata wanita itu tersenyum ramah.