Avalon Mystery

Avalon Mystery
akademi sihir avalor



sinar senja menampakan keindahan cahaya nya dari timur.


lena terbangun dari tidur cantiknya.ia melihat sekelilingnya.


nona tersebut masih belum bangun rupanya.


ia merapikan sofa tempat ia tidur sebelumnya.


nyitt.


terdengar pintu berdenyit.lena menengok ke arah pintu tersebut.


"ternyata nona"lena tersenyum.


nona tersebut membalas senyum lena.


"kenapa kau bangun sepagi ini gadis kecil?"tanya nona tersebut


"ohh,ini memang sudah menjadi kebiasaan penyihir nona"ujar lena mengingat orang tuanya lah yang mendidiknya hingga menjadi seperti sekarang.


"penyihir?....maksud mu magic hunter!"nona tersebut bingung dengan kata yang lena sebutkan.


sepertinya lena harus membiasakan diri di tempat barunya.


"apakah kau akan berangkat sekarang?"tanya nona tersebut.


lena mengganguk dengan percaya diri.


nona tersebut hanya tersenyum manis.


"mau kubuatkan makanan?"tawar nona tersebut.


lena segera bersiap-siap pergi menuju academy,"tidak perlu nona aku masih kenyang kok!"setelah berpamitan lena pergi begitu saja.


"tunggu,aku masih belum tahu namamu?"ujar nona tersebut sebelum melihat lena pergi dari pintu.


...****************...


lena saat ini sedang menaiki sapu terbang menuju sekolah sihirnya.academy sihir avalor.


butuh waktu 6 jam bagi lena untuk sampai.dan saat ini lena sedang berdiri di depan gerbang academy sihir.


tanpa banya basa-basi ia masuk gerbang,semua orang terutama laki²


"cantik dan imut"itulah pikiran semua orang saat melihat lena.rambut peraknya dan mata ungu amethys.


mungkin lena adalah gadis pertama yang mempunyai penampilan fisik seperti itu,membuatnya terlihat berbeda dari yang lain.


lena hanya berjalan biasa,ia merasa tak nyaman dengan pandangan semua orang yang tertuju padanya.


"halo cantik"piere mencegat jalan lena.


ia memiliki mata hijau dengan rambut pirang,wajahnya yang di bilang tampan mampu menghipnotis setiap wanita tapi tidak bagi lena.


lena melewati piere begitu saja,dan tentu saja piere tidak membiarkannya begitu saja.


piere merengkuh pinggang lena dan menariknya ke tubuhnya.


yahh,walaupun berhasil membuat lena merona tapi.....


'blast away'


piere terpental jauh beberapa meter,seluruh siswa yang melihat itu tertawa.baru pertama kalinya piere di tolak mentah² oleh seorang wanita.


lena melihat dengan pandangan jijik dan pergi meninggalkanya begitu saja.


"gadis agresif ya,menarik~"piere menyeringai.ia sepertinya mulai tertarik dengan lena.


lena berjalan menuju meja pendaftaran.


"permisi,apakah masih ada tempat kosong bagi murid baru?"


pria yang duduk di meja pendaftaran menjawab iya,tak butuh waktu lama.


pria tersebut mengeluarkan formulir pendaftaran dari laci meja nya dan menyerahkannya pada lena untuk di isi.


lena pun mengambil pena dan mengisi formulir tersebut.


nama:lena letoile


umur:19


gender:perempuan


setelah menyelesaikan pendaftaran,ia dikaitkan sebuah nomer peserta.


"ini adalah nomer persertamu,saat namamu di panggil majulah ke panggung.kau mengerti?"tanya pria tersebut.


lena hanya mengganguk dan menuju ruangan khusus peserta.


semua peserta khususnya para laki² seakan terpesona akan kecantikan lena.dan tentu saja ia merasa tidak nyaman.


tapi....lena merasa nostalgia dengan moment ini,seperti saat pertamankali ia masuk ke academt sihir di dunia nya.


tanpa sadar ia tersenyum yang membuat semua laki maupun perempuan berdegup kencang.


"peserta bernama lena letoile silahkan maju"


mendengar namanya di panggil,lena berdiri mempersiapkan dirinya.


ini sama persis seperti saat ia mendaftarkan dirinya masuk ke academy menjadi penyihir.


dirinua seperti mengulang masa itu.