Avalon Mystery

Avalon Mystery
hate him.



apa sudah selesai?


abraham menatapku dengan sorot dingin.


"ya"ujarku.


aku pun menghapus semua air mataku.


merlina menatapku dengan tatapan prihatin.


aku pun segera berdiri.aku sadar bahwa bukan saatnya untuk menangis sekarang.


para monster yang di sebut werewolf tengah berlarian ke arah kami.


"jadi apa rencanamu?"tanya dinginku.


abraham tertegun melihat perubahan sikapku.ia kemudian berpaling ke depan.


"lady dan merlina,kalian buatlah sebuah barrier di sekitar sini,aku dan ray akan sebisa mungkin menahan mereka sampai bala bantuan tiba!"


"baik!"ujar merlina sementara aku hanya menjawab dengan anggukan.


aku masih kesal dengan sikapnya itu.


aku mengenggam erat tongkat ku.


dengan hati yang masih panas,aku melakukan tugas ku.


merlina sempat menatapku sesaat sebelum ia merapal mantranya.


'fire barrier'


sebuah telungkup api melingkari kami,dan sekarang giliranku untuk merapal mantra.


'holy barrier'


cahaya menyelimuti barrier api,dengan begitu para werewolf akan butuh usaha keras untuk masuk.


ray dan pria brengsek itu berlari keluar,mereka pergi secara terpisah.


ray pergi ke arah timur sementara pria brengsek itu pergi ke arah barat.


"lena,kita urus utara dan selatan!"


kami segera saling membelakangi,merlina merapal mantranya.


'tsunami'


dari tongkat merlina keluarlah sebuah ombak air yang besar yang menerjang seluruh werewolf di bagian utara.


'fire drill shoot'


tongkat ku membentuk sebuah drill dan aku menembaknya ke arah para werewolf membuat mereka terpanggang menjadi abu.


"di mana seluruh hunter kala kita membutuhkannya"kesal merlina.


memang benar,tidak semua werewolf datang ke arah kami.


sebagian di urus oleh beberapa hunter.


"lena awas!"


merlina mendorong ku bersama dengan tubuhnya.


werewolf itu bermanuver kembali mengarah ke kami,dan menerjang kembali.


Sebelum sempat,aku dengan cepat merapal mantra


[fire magic:fire ball]


werewolf itu terdorong,ia meraung sebelum terbakar menjadi abu.


"tadi itu hampir saja..."ujar lega merlina.


jujur saja,tadi itu menegangkan.....


kami kembali berdiri,dimana bala bantuan saat kami membutuhkannya?


sepertinya werewolf yang datang ke arah kami hanya seidkit....


lena memandang ke arah dimana ray dan lelaki brengsek itu berada.


mereka mengurus jauh lebih banyak werewolf ketimbang kami......


yah,memang tidak di ragukan lagi pengalaman mereka dalam urusan berburu memang sudah profesional.


aku memalingkan wajahku menghadap ke arah merlina.


"area di sini sudah beres,sekarang kita bantu yang lain"


aku mengganguk mengikuti merlina dari belakang.


suasana menjadi hening sesaat sebelun suara merlina memecah.


"kamu pasti benci dengan abraham sekarang?"


pertanyaan merlina membuat diriku terdiam sesaat.


mengingat perlakuan nya yang kasar dan dingin...


iya.


aku sangat,sangat membencinya.


bahkan jika di bandingkan dengan raja iblis pun aku lebih membencinya.


jawaban merlina ku jawab dengan anggukan.


merlina menghela napas sembari tersenyum kecil.


"mungkin kamu membencinya sekarang...tapi jika kamu mengenal abraham lebih lama lagi...pasti kamu paham kenapa dia marah."


jawaban merlina membuat diriku semakin bingung.


mana mungkin?!


dia saja tidak punya sopan santun apalagi menghormati hak wanita!


lena menghela nafas panjang sebelum melanjutkan perjalanan mereka.


urusan pekerjaan lebih penting daripada urusan pribadi,yap.


sepertu di tempat asalmu,menyelamatkan dunia dari raja iblis jauh lebih penting daripada perasaan mu pada tuan pahlawan...


eh?