
lena bertanya-tanya, ia berada di mana?, dan kenapa ia bisa ada di sini.
lena melihat sekelilingnya.yang ia lihat hanyalah padang rumput dan...
bayang-bayang kota dari jauh.
"syukurlah ada kota di dekat sini,aku mungkin bisa bertanya ke penduduk kota itu"
lena pun berdiri dan merapikan bajunya,mengambil tongkat sihirnya yang berukuran seperti stick kayu ala harry potter.dan tidak lupa sapu terbang kesayangan nya.
"baiklah saatnya berangkat!!!"ujar lena menaiki sapunya dan melompat.
gubrakk!!!.
bukannya terbang melainkan malah jatuh kembali ke tanah,untung rumputnya cukup tebal sehingga shena tidak terluka serius.
"ughh,aneh. kenapa aku tidak bisa menggunakan sapu sama sekali?"bingung shena,ia menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.
dan ia juga baru sadar bahwa mana nya sudah habis.dan lagi tak adanya energi mana di sekitar sini.
"apakah aku ada di dunia lain?"
dengan terpaksa lena pun berjalan menggunakan kedua kakinya,dan tentu saja cara itu bukan prinsip penyihir yang ia percayai.
hari menjelang sore....
akhirnya lena sampai di gerbang kota.lena pun memasuki kota tersebut.
saat memasuki kota tersebut ia terpana dengan keindahan kota tersebut.arsitekturnya yang megah dan bangunannya yang memukau.
lena berjalan-jalan,melihat banyak sekali orang berlalu-lalang,sampai ia mencium bau daging lezat yang membuatnya kelaparan.
ia pun menghampiri sumber baunya dan terkejut dengan apa yang ia lihat.seorang laki² yang berpakaian serba putih dengan celemek biru sedang memasak daging.
lena pun menghampiri koki tersebut."anu, apa boleh aku minta sedikit dagingnya tolong?"ujar lena memelas.wajahnya kelihatan kasihan plus menggemaskan yang pasti membuat semua pria tidak tahan untuk mencubitnya.
"apa kau punya uang?"tanya sang koki.
lena merogoh kantung di mantelnya tapi yang ia temukan hanyalah koin emas yang berlaku di dunianya,tak tahu apakah berlaku di dunia yang ia tempati sekarang.
"apakah ini bisa?"tanya sambil menyodorkan koin emasnya.
sang koki pun terkejut bingung,ia tak tahu apa mata koin emas ini.
"apa kau bukan dari kota ini?"tanya sang koki
lena hanya mengganguk malu.
sang koki tersebut hanya menghela napas dan tersenyum.ia memotong setengah daging yang ia baru masak dan membungkusnya dalam bungkus yang terbuat dari kertas.
"hanya untuk kali ini gratis untukmu!"ujar sang koki menyodorkan bungkusan daging.
sang koki hanya tersenyum dan mengganggukan kepalanya.
lena pun mengambil bungkusan daging tersebut dan membungkuk beberapa kali.selepas berterima kasih ia pergi.
ia berjalan sembari memakan daging yang ia dapat secara cuma².
hari menjelang malam.bulan mulai menampakan dirinya.
seluruh penduduk kota tampak tergesa-gesa menuju rumah mereka masing²,mereka menutup semua pintu dan jendela mereka.
lena kebingungan."kenapa mereka terlihat sangat ketakutan ya?"
lampu² kota mulai menyala dengan sendirinya,lena mengira itu menyala karena sihir karena ia baru sadar bahwa banyak energi mana di di dalam kota dari pada di luar kota.
"aneh?"
lena pun melanjutkan perjalanan.ia mencari sebuah penginapan hingga.....
ia bertemu dengan seseorang di tengah jalan.seseorang tersebut memakai pakaian aneh seperti yang di kenakan penduduk kota tapi ada yang aneh.
ia terlihat membawa kapak dan obor di tangannya membuat lena penasaran dengan apa yang ia lakukan.
lena mulai berjalan mendekatinya sembari bertanya"anu,tuan sedang apa malam begini,apa tuan penjaga di kota ini?"tanya nya karena hanya dialah orang yang tetap di luar sementara orang lain masuk ke rumah mereka sendiri.
sesosok itu menoleh ke lena,mengangkat kapaknya tinggi².
lena yang baru sadar bahwa orang tersebut berniat menyerangnya segera merapal mantra tapi dari jarak mereka sekarang itu mustahil.
dorr!!!
suara tembakan terdengar dari belakang orang tersebut.membuatnya tumbang ke belakang.
lena yang juga kaget terjungkal jatuh.
"suara apa itu tadi?"batinnya.
terlihat dari jauh seorang laki² berjalan menuju ke arahnya.tingginya kira² 182 centimeter.memakai pakaian aneh juga dengan mantel panjang yang terlihat berdebu dan topi aneh juga.lena bisa mencium bau aneh,seperti "bau darah!"
lena terdiam mematung,merinding ketakutan,tubuhnya bergetar saking ketakutannya ia.
laki² tersebut menyadari bahwa lena mampu mencium baunya berhenti melangkah,setelah itu ia bertanya dengan nada dingin"sedang apa kau di malam berburu?"ujarnya.
lena pun hanya mendongak ke atas dengan pertanyaan di kepalanya.
"m-malam ber-buru?apakah itu sebuah perayaan di kota ini?"