
lena saat ini mencoba melindungi dirinya dari serangan para serigala itu.semakin lama mana yang di dalam dirinya mulai terkuras banyak.
sementara serigala besar dengan tanduk itu hanya tersenyum menikmati lena tersiksa perlahan-lahan.
lena mulai kehabisan mananya,ia mulai terhengah-hengah.
ia berusaha mengumpulkan mana secepat mungkin.dan tak lupa menggunakan sihir 'heal'nya untuk meregenerasi diri.
walaupun jumlah musuh masih terbilang banya tapi setidaknya ia membunuh setengah dari mereka.
lena menatap benci pada serigala besar bertanduk itu.
serigala itu yang melihat lena menatap benci dirinya,menyeringai kejam.
ia menggangkat tangan kanannya,mengangkat jari telunjuk dan menggerakkan kedepan.
semua nigth monster yang melihat aba- aba tersebut menyerang secara bersamaan.
lena yang sekarang dalam keadaan yang sangat terdesak menggunakan mana terakhirnya.
'explosion'
ledakan bersekala kecil meledak di antara hempitan jalan kota.
rumah-rumah di sekitar yang terkena dampak ledakannya hancur,sebagian yang lain hanya bagian depan yang roboh.
lena yang menggunakan mana terakhirnya terkulai lemas.
ia sudah menghabiskan seluruh mananya hanya untuk melancarkan serangan terakhir.
beberapa tetes air mata berjatuhan di atas tanah yang kosong.
lena menangis karena telah menghancurkan rumah orang lain,dan juga membunuh orang yang berada di dalamnya.
"ma-maafkan aku...aku terpaksa melakukannya....maafkan aku"ujar lena terseduh-seduh.
perlahan-lahan material yang di gunakan untuk membangun rumah melayang dengan sendirinya.
seakan waktu telah terulang.
banguna yang tadinya hancur mulai terbangun kembali,orang-orang yang telah mati menjadi hitam karena ledakan menjadi bentuk manusia mereka sendiri.
lena yang melihat keajaiban ini tertegun tidak percaya."ba-ba-bagaimana bisa mereka semua kembali seperti normal lagi?"
ia melihat sekelilingnya.ia tak menemukan sesosok yang menggunakan sihir waktu sama sekali.hanya ada dia,serigala besar,dan beberapa serigala yang masih selamat.
lena terdiam mematung,melihat keajaiban yang mustahi di lakukan oleh penyihir manapun,kecuali ada seorang grand wizard atau sage yang melakukannya.
ia tak sadar bahwa sang serigala besar menggunakan kesempatan ini untuk menyerang lena.
serigala itu meluncur kepada lena,mengayunkan tangan kirinya untuk menyerang.
slash!!!
satu sayatan pedang menggores hingga bagian terdalam dagingnya.dara muncrat keluar dari lengan kiri
orang yang berhasil menggores serigala besar tersebut mendarat di tanah dengan sempurna.
ia melihat lena masih terdiam mematung."gadis itu...."laki tersebut sedikit terkejut melihat lena,sesudah itu ia kembali serius melawan serigala besar bertanduk.
serigala besar itu meraung kesakitan,lengan kirinya mulai berubah menjadi ungu secara perlahan.
itu semua berkat racun monster yang lelaki tersebut tuangkan pada senjatanya.
dengan penuh amarah sang monster besar meraung keras.para nigth monster yang masih selamat segera menyerang lelaki itu.
lelaki itu hanya menyeringai dalam masker nya."kemarilah kalian semua,akan kupastikan kalian akan tenggelam dalam darah kalian sendiri!"
sebelum ia maju,ia sempat melempar sebotol potion berwarna biru.ia mengambilnya dari saku mantelnya.
potion itu terlempar tepat di wajah lena,membuatnya tersadar dengan apa yang terjadi.
"hey!!...siapa yang telah melempar botol..."lena berhenti melanjutkan kata-katanya sat merasakan aliran mana dalam botol tersebut.
"ini...mana potion!!"