Avalon Mystery

Avalon Mystery
balas budi part 3



lena akhirnya menemukan tempat persembunyian yang mungkin cocok.yaitu sebuah restorant kecil.


lena awalnya mengabaikannya dan mencari tempat persembunyian lain.tapi.....lena merasakan sesosok yang mengerikan berlari ke menuju dirinya.


ia dengan panik membuka pintu restorant dan pintu terbuka lebar,dan karena lena tergesa-gesa ia terpeleset ke lantai.untung saja tidak mengenai lengan kanannya kalau kena bisa masuk lebih dalam lagi itu peluru.


lena bersembunyi di balik meja conter barista sembari merapal mantra untuk berjaga-jaga jika saja monster tersebut menemukannya.


terdengar suara pintu berdenyit.sebuah langkah kaki perlahan-lahan terdengar.


deg,deg,deg.


jantung lena berdetak cepat.ia menutup mulutnya agar makhluk itu tak mendengar nafasnya.


suara itu seakan semakin mendekat,dan mendekat lagi.


dorr,dorr,dorr!!!!


suara keras terdengar dari arah luar.memancing perhatian monster tersebut.ia pun segera berlari keluar.


lena pun segera melepas tangan di mulutnya,ia bisa bernafas lega untuk sekarang.


lena tak menyiakan kesempatan ini.


'holy healing'


cahaya suci menyelimuti lena,perlahan-lahan peluru yang masuk ke dalam lengan kanan lena keluar,sementara luka tembak tersebut menutup seakan tidak pernah tertembak.


lena melihat ke arah jendela restorant,ia menutup mulut dengan kedua tangannya darah merah menempel di seluruh jendela restorant.


lena masih mendengar suara tembakan dar arah luar,ia juga mendengar suara teriakan yang pasti bukan berasal dari manusia.


"siapa yang di luar?"


ia berharap semoga lelaki yang ia temui di taman belakang datang membantunya.sebenarnya ia bisa saja melawan mereka tapi mereka terlalu cepat sehingga jarak yang awalnya jauh pun menjadi dekat.


5 menit telah berlalu.....


suara teriakan dan tembakan sudah tidak terdengar lagi.


"apakah mereka sudah pergi?"


untuk memastikannya,lena perlahan-lahan berjalan ke arah pintu,mengintip dari celah pintu.


lena terkejut,semua monster yang mengejarnya telah terkapapar mati.sesosok laki² itu berdiri menghadap serigala putih.



"ia kelihatan kesakitan"batin lena.


*abraham pov


"tak sukangka ada white wolf di malam ini,kukira para ghoul saja yang akan muncul"


aku pun meneliti tubuh white wolf,mengulitinya,mengambil dagingnya,dan tak lupa untuk mengambil inti monsterr berwarna hujau ketuaan,lumayan.


aku pun mencari seorang gadis yang ku lihat terjatuh di area sekitar sini.


aku melihat ke sana,kemari.ia melihat sebuah pintu restorant terbuka sedikit,memperlihatkan celah pintu yang di mana gadis yang terjatuh terlihat mengintip.


kau tahu apa,lupakan.aku sudah melihat gadis itu baik² saja.ia sudah tak mengurusnya lagi.tapi tetap saja ada yang membuat penasaran dirinya.


"bagaimana cara dirinya terbang?"


selama ia tinggal di kota aneh ini,ini ke beberapa kalinya ia melihat seorang magic hunter bisa melakukan sihir terbang.dan lagi ia menggunakan sebuah sapu sebagai tumpuannya.


aku terus berjalan mencari mangsa lain "ugh!"luka di bagian dada mulai terasa sakit.seperti terbakar oleh api di dalam tubuh.


*author pov


"apa dia baik² saja?"tanya khawatir lena,ia melihat sesosok lelaki yang menyelamatkannya memegang bagian dadanya walaupun wajahnya tak terlihat tapu lena tahu bahwa ia kesakitan.


lelaki itu terus berjalan,cara berjalannya terlihat linglung dan semakin lama ia....


brak!!!


lelaki itu tersungkur jatuh,lena yang terkejut bergegas menuju tempat lelaki tersebut.


"hey!? kau tidak apa kan?"cemas lena,ia menggangkat kepala abraham.


wajahnya memerah,aliran nafasnya seperti terburu-buru.


tak perlu banyak pikir,lena menggunakan rapalan sihirnya.


'holy ligh healing'rapal lena sembari meletakkan tangan kirinya di dada abraham.