
lena menjalani hari-harinya seperti murid academy sihir biasa.
di sekolahnya tanpa ia sadari ia menjadi primadona sekolah karena ke unikan rambutnya dan parasnya yang cantik.
bagaimana tidak.orang lena selalu berpenampilan rapi,baik hati,plus cantik.
cowo mana yang gk suka sama dia.
kok malah jadi curhat sih?.
reader be like:
lanjut cerita....
lena berjalan-jalan sekitar sekolah.
"memalukan"batin lena.
ia memikirkan betapa malunya ia saat pertama kali masuk kelas dengan waktu terlambat.itu akan menambah kesan buruk kepada orang sekitar terutama teman sekelasnya dan wali kelasnya.
ia memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar sekolah,agar lebih mengenal sekolah ini.
hingga ia mendengar suara seseorang dari arah gang sempit.lena pun mencoba mengintip apa yang terjadi.
"sudah ku bilang jangan sok cantik di depanku,hanya karena kau cantikan dikit kau berani sekali jalan bareng cowok idamanku"ujar tegas gadis.
"tapi...hiks...aku...hanya...jalan...bareng..hiks.."isak sang gadis berambut hitam panjang,rambutnya menjadi kusut karena bekas pijakan kaki.
"bugh!!
tendangan dari gadis berambut pirang,ia terlihat jengkel dengan jawaban dari gadis yang dibullynya.
"jangan alasan!!"
ia pun mengeluarkan tongkat sihirnya.
"supaya kau mengerti apa status kau di sekolah ini,aku akan memberi pelajaran padamu!"
gadis itu membaca mantra,menodongkan tongkatnya pada gadis berambut hitam.
sebelum ia menyelesaikan mantra nya.....
"water ball"
bola air meluncur ke arah gadis pembully,membuatnya dan dua temannya menjadi basah.
"apa-apaan ini!"teriaknya tidak terima.
mereka bertiga pun melihat ke arah sang penyerang,mereka terkejut melihat sesosok gadis berambut perak dengan iris amethys.
"berhenti membully gadis malang itu!"ujar lena.
lena menodongkan tongkat sihirnya ke arah mereka bertiga.
"kau kan anak baru itu,yang sering di bicarakan karena kecantikan mu itu!"gadis pirang itu.
"yang katanya selalu di bandingkan denganku!"geram gadis itu.
dengan penuh amarah ia merapal mantra.
bola petir melesat menuju lena.lena hanya tersenyum.
lena oun juga merapal mantra.
'water shield'
telungkuo air melindungi lena dari sengatan listrik,dan tidak lupa ia mbaca mantra.
'water missile'
pilar air bermunculan dari telungkup air,dab menembaki mereka bertiga dengan rentetan air.
walaupun tak melukai mereka karena lena menggunakan sedikit mananya.
tapi itu cukup membuat mereka kabur.
"rasakan itu hihihihihi..."setelah tertawa puas itu pun menghampiri gadis yang terbully.
"hey,apakah kau tidak apa?"tanya lena
gadis itu memegang erat tangan lena,lena pun membantunya berdiri.
dia mengalami luka lebam dan bajunya di penuhi jejak kaki bekas injakan para pembully.
lena yang merasa kasihani mencoba merapal mantra.ia meletakan tangan kanannya di atas tangan gadis itu.
'heal'
cahaya kehijauan menyebar dari tangan lena ke seluruh tubuh gadis itu.
luka-luka di seluruh tubuhnya perlahan-lahan mulai menghilang,seakan ia tak pernah terbully.
"eh?"
ujarnya tak percaya apa yang terjadi.
ia menyentuh bagian wajahnya yang lebam.
"hilang..."
ia terdiam mematung,ia melihat ke arah lena.
"terima kasih....terima kasih.."ujarnya dengan penuh rasa.
lena tersenyum seperti bidadari."tidak apa...aku senang kau baik-baik saja"
"oh ya,namamu siapa?"tanya lena.
gadis berambut merah itu terdiam,lena perlahan-lahan panik.
"apa aku terlalu cepat menanyakannya?"pikir lena.
"kalau kau tidak mau tak ap-"sebelum lena menyelesaikan perkataannya.
"namaku riana,riana hope"ujarnya memperkenalkan diri.
lena tersenyum"namaku lena letoile,kau bisa memanggilku lena"
dan sejak saat itu mereka berdua pun menjadi sahabat.